Cerita Lebaran

Kumpulan Ucapan Lebaran Idul Fitri

Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi kalian yang merayakan. Mohon maaf lahir dan batin, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin. Hari H lebaran udah lewat, tapi dirumah auranya masih liburan, karena anak-anak masih libur sekolah. 

Bagaimana lebaran kalian? Buat kalian yang mudik ke kota lain gimana pengalaman macetnya? Sama dengan tahun-tahun kemarin atau ada pengalaman baru?Hahaha

Tahun ini saya mudik –setelah dua tahun tidak- ke kota asal orang tua saya. Bertepatan dengan difungsikannya tol Surabaya-Solo. Jangan tanya macet ato engga hehehe tetaplah macet meskipun lewat tol. Kalau saya sih enjoy in aja. Lha wong emang yang mudik orang banyak dan lebar jalannya segitu-gitu aja, ya pasti penuh lah. Kalo ngeyel ga mau macet ya goler-goler dirumah, silaturahminya diketik aja hehehe.

IMG-20180616-WA0002
Beberapa kerabat dari pihak Ibu saya. Hayooo saya yang mana? hahaha
IMG-20180616-WA0008
Tuh kan dengan bekal dua cangkir kopi aja udah sumringah -padahal ada 4 orang-
IMG-20180617-WA0002
Yaelah mereka lagi mereka lagi
IMG-20180618-WA0009
Yang ini kerabat dari Bapak saya. Same question, saya sebelah mana hayooo? hahaha 

Tuh kalo udah ketemu sama sodara, saliman, makan bareng dan cerita ini itu, capeknya ilang koq. Yang ada cuma ketawa-ketiwi. Makanya kemanapun kalian pergi mudik ga usah ragu macet dan halangan ini itu ya! Worth it koq.

Ah menyesalnya saya tidak mengambil foto makanan yang saya santap selama di mudik. Ada pecel, nasi becek, macam-macam krupuk dan aneka kue kering. Khusus nasi becek saya pengen bikin tulisan khusus mengenai makanan khas ini. Ntar ya klo saya main lagi kesana. Ga perlu nunggu lebaran tahun depan koq.

IMG-20180618-WA0001
Sewaktu arus balik surabaya di tol sumo menuju gerbang warugunung

Keren kan macetnya? itu sepanjang jalan tol udah kaya show room. Jejer rapi nunggu giliran jalan hehehe. Mau mobil keluaran terbaru sampe umurnya udah hampir 10 tahun –kaya punya saya– semua ada. Suasana begini ini yang selalu dikangenin pas lebaran dan pas mudik.

Apalah arti mudik tanpa macet”

 

 -Ta-

Advertisements

Bande Alit Pesona Pantai Pribadi di Taman Nasional Meru Betiri

Meru Betiri merupakan kawasan konservasi alam yang dikenal dengan sebutan Taman Nasional Meru Betiri. Yang diambil dari nama gunung tertinggi di kawasan itu yaitu Gunung Betiri. Secara administratif, Taman Nasional Meru Betiri berada di bentang wilayah kabupaten jember dan kabupaten banyuwangi jawa timur.

Dengan luas wilayah sekitar 58.000 ha yang diresmikan oleh menteri pertanian pada tahun 1982 taman nasional ini merupakan habitat tumbuhan dan binatang langka. Sebut saja bunga rafflesia dan bunga anggrek -ada lebih dari 200 jenis anggrek yang ditemukan di tempat ini- Taman ini juga merupakan tempat hidup beberapa satwa dilindungi antara lain banteng, harimau jawa, macan tutul, ajag, kucing hutan.

Selain sebagai ‘rumah’ bagi flora dan fauna yang dilindungi, taman nasional ini juga merupakan tempat ‘berlindung’ pantai-pantai indah yang semuanya masih alami. Sebut saja Pantai Bande Alit, Pantai Rajegwesi, Pantai Sukamade yang terkenal dengan habitat penyu dan yang terakhir yang paling indah (kabarnya) adalah Pantai Teluk Hijau -aahhh saya jadi ga sabar untuk kepoin- 2016 silam saya berkesempatan mengunjungi salah satunya.

Saat itu akhir bulan desember, liburan panjang didepan mata. Sayang untuk dilewatkan begitu saja. Diskusi mengenai liburan mulai bergulir beberapa alternatif kota seperti jogja dan banyuwangi menjadi bahan pertimbangan. Seperti yang sudah sudah keputusan kemana kaki melangkah mengisi liburan itu selalu last minutes. Setelah ini, itu dan anu akhirnya Jember jadi kesepakatan. “Jember aja yuk” saran saya waktu itu. Entahlah saya merasa rindu untuk kembali. Dan pak bojo menyambut dengan gembira. Kalau anak-anak sih pasti oke, asal ada iming-iming bermain air hahaha.

Jarak Sidoarjo – Jember kira-kira 174 km dan normalnya bisa ditempuh dalam 3-4 jam. Melewati pasuruan-probolinggo-lumajang. Di Lumajang kami mampir di Ranu Klakah sebuah wisata danau dengan pemandangan Gunung Lemongan. Melepas penat sembari menikmati semangkuk bakso ditengah gerimis. Aduhai endolita.

Matahari sudah diperaduan saat kami sampai hotel, badan udah remuk redam keseringan berhenti nurutin bocah-bocah. Tiba waktu makan malam kami makan di resto hotel, karena anak-anak udah ga mau lagi masuk mobil, berkeliling mencari resto lokal.

Dan paginya setelah semalam tidur nyenyak, saatnya main air. Yippii kaa yee, kegiatan wajib kalo pas nginep di hotel itu adalah menjajal kolam renangnya.

DSCN1733.JPG
Awali hari dengan yang dingin-dingin hahaha

 

DSCN1735
“Hi mommy” He said

Sampai selesai makan pagi, kami belum tau mau kemana menghabiskan hari. Sampai akhirnya pak bojo masuk kamar sambil membawa selembar brosur wisata. Yang ternyata booth nya disebelah meja resepsionis hotel. Brosur itu berisi list pilihan wisata di jember dan sekitarnya. Then we choose Bandealit.

By 10 am ada sebuah jeep 4WD yang menjemput kami di hotel. Fyi, sewa jip 800rb (tahun 2016) untuk durasi selama 10 atau 12 jam -saya lupa tepatnya- lengkap dengan sopir. 

DSCN1741.JPG
Sah? Sah!!

Bandealit ini terletak di sebelah selatan kota jember. Perjalanan kami dimulai dari hotel yang terletak di kecamatan kaliwates, menuju kecamatan ambulu, kemudian perjalanan berlanjut dengan memasuki perkebunan karet selama sekitar 1 jam, Menyusuri jalan setapak yang bergeronjal membuat badan bergoyang ke segala penjuru, kanan, kiri atas dan bawah hahaha. Unforgettable. Anak-anak seneng banget. Saya juga koq.

DSCN1743.JPG
Hamparan pohon karet
20161226_115539
“Hayati lelah, sender dulu boleh ya?!”

DSCN1747

Keluar dari kebun karet the truly journey begin. Untuk pertama kali kami menjelajah hutan. A real jungle. Menyenangkan sekali. Menerobos hutan yang kanan kirinya pepohonan entah berusia berapa tahun. Menyaksikan monyet bergelantungan diantara dahannya. Melewati sungai. Terbentur atap jip karena melewati jalan yang aduhai gronjalannya, badan terhempas kesana kemari. Sungguh ‘sesuatu’. Belum lagi saat melihat binatang liar yang melintas didepan mobil yang kami naiki dan melihat langsung bunga raffesia dan anggrek yang tumbuh liar. Jadi bener ungkapan “Travel is the only things you buy that makes you richer”

here we go…

20161226_145438

20161226_140740.jpg

20161226_135008.jpg

 

DSCN1766.JPG

Setelah tiga jam lebih perjalanan, terhempas debu jalanan marilah kita merayakan sukacita dengan basah-basahan dan panas-panasan.

Ini pantai beneran keren. Aksesnya yang ga gampang dilalui kendaraan ‘biasa’ membuatnya tidak banyak pengunjung. Sepanjang kami menghabiskan waktu disana hanya ada dua mobil termasuk mobil yang kami sewa. Dan beberapa penduduk lokal saja. Anak-anak puas bermain air dan pasir.

Berat rasanya menyudahi perjalanan itu. Betaah banget. Tapi yang namanya hidup ada awal dan ada akhir. Saat mengawali sesuatu kita juga harus menyiapkan diri untuk mengakhirinya.

 

 

–Ta–

 

 

TRAVELING

It leaves you speechless, 

Then turns you into a

STORYTELLER

Libur Akhir Pekan

Mumpung hari minggu, yuk ah kita nulis kegiatan favorit klo pas libur weekend. Libur akhir pekan -sabtu dan minggu- itu pastinya sangat dinanti ya. Untuk sebagian orang waktunya leha-leha alias leyeh-leyeh, untuk sebagian lagi waktunya beberes rumah, yang lain bilang waktunya me time, yang lain lagi waktunya jalan-jalan mengeksplore tempat wisata.

Kalo kalian ??

Weekend ini saya sedang (ingin) dirumah saja. Sejak sabtu kemarin saya habiskan waktu dengan membaca cerita-cerita di aplikasi Wattpad, kalo sedang pas kita bisa dapet cerita yang bagus dan keep reading sampai selesai. Hehehe. Klo engga ya tinggal lompat ke judul yang lain. Banyak banget pilihannya.

Pagi hari saya dan anak-anak kompak bangun siang hahaha. Kalo biasanya setengah lima udah bangun dan grabak-grubuk siapin sekolah de el el. Klo libur gini emang waktunya nurutin ego untuk bangun siang. Setelah sarapan trus beberes rumah. Anak-anak udah mencar masing-masing muterin komplek perumahan naik sepeda, main sama kucing juga. Siangnya ada temennya si adik yang main ke rumah. Temen sekolah yang rumahnya sekomplek sama kita.

Setelah makan siang kita semua take a nap. Banyakin tidur deh ceritanya kemarin itu hahaha. Mumpung liburaaan yak. Kumpulan tenaga -juga rupiah- untuk jalan-jalan lagi 😁.

Sorenya saya pergi bersama anak-anak ke toko peralatan olah raga air di pusat perbelanjaan didekat rumah. Dapet rekomendasi tokonya dari seorang teman. Koleksinya lumayan bagus dan banyak pilihan. Harganya jauh lebih affordable kalo dibanding dengan merk ternama seperti Sp***o, tinggal kita uji kualitas bahannya setelah beberapa kali pakai. Si kakak akan ada kegiatan outbound hari kamis depan.

Selesai membeli keperluan kami keliling pertokoan. Hehehe even anak-anak pun butuh cuci mata ya. Setelah puas, kita mampir beli es krim. Dimakan di mobil sambil nyanyi-nyanyi sepanjang perjalanan pulang. Simple ya?! itu aja udah bikin happy lho.

Selamat berakhir pekan

e557c5faf0b74f7dce1876be04ee3395.jpg

 

 

 

 

–Ta–



 

 

 

Borobudur – Kemegahan Kebanggaan Bangsa

Di posting sebelumnya saya menulis mengenai perjalanan ke provinsi Jawa Tengah tepatnya di kota Purwokerto. Perjalanan yang meninggalkan kesan dan kenangan akan Baturaden.

Green Valley Resort – Satu Malam Yang Tak Terlupakan

Sepulangnya dari purwokerto, saya ‘terpanggil’ untuk menuju magelang melihat Borobudur. Candi Termegah yang masuk daftar Situs Warisan Dunia tsb. Saya sebagai anak bangsa belum sekalipun kesana. *malu.

Perjalanan yang kami tempuh penuh dengan kenangan, membawa dua balita merupakan keseruan tersendiri. Sering berhenti untuk pipis ato pup di SPBU atau beli cemilan di minimart –hehehe klo yang ini sih yang gede pun iya-

After 4 hours here we are. Borobudur adalah sebuah candi Budha peninggalan Wangsa Syailendra yang memiliki koleksi relief budha terbanyak dan terlengkap di dunia. Wow sekali. I feel great to see it with my own eyes. Standing in front of the candi that known as the one of world heritage site.

in front of
wow kan?!
at stair
Naik naik ke puncak stupa… serrruuuu!!
at the highest
Alhamdulilah. We are on the top

Here we are sodara-sodara setanah air sebangsa dan sealiran. Berhasil berdiri di puncak tertinggi stupa Borobudur adalah sebuah pencapaian sekaligus kegemporan hahaha. Yup mamak-mamak kece seperti saya (dilarang protes!!) bertiga dengan piyik-piyik lucu ini menaiki tangga demi tangga dengan diiringi doa, terkadang sambil nggendong si kakak dan seringnya si adek. Bener-bener dah.

Baca juga cerita kami di Ranu Klakah Lumajang

Puas memandangi siluet Gunung Sumbing dari puncak borobudur dan jeprat jepret sembari mengatur nafas hehehe kami turun kembali. Melewati para penjaja souvenir dan makanan kami menuju pintu keluar. Anak-anak membawa buah tangan masing-masing sebuah mainan payung terjun.

IMG_0314

(Bye Borobudur see you when i see you – Gendis)

 

–Ta–

 

Green Valley Resort – Satu Malam Yang Tak Terlupakan

Siang itu kami bertolak dari Purwokerto dari melayat seorang kerabat yang meninggal dunia. Awal rencana keberangkatan kami menuju Purwokerto adalah menjenguk beliau yang kala itu sedang sakit. Namun dalam perjalanan, kami mendapat kabar bahwa beliau sudah meninggal. Akhirnya perjalanan ini menjadi perjalanan nyekar karena saat kami sampai disana beliau sudah dimakamkan.

Kami sampai di Purwokerto saat matahari sudah tenggelam. Kami bermalam di sebuah penginapan di daerah Baturaden. Green Valley Hotel ini bernuansa resort. Asri, ditata apik dengan banyak tanaman ditunjang dengan udara yang sejuk. Terasa pas untuk mengistirahatkan raga setelah perjalanan panjang yang kami lalui.

Baturaden berada di lereng sebelah selatan Gunung Slamet. Memiliki udara sejuk dan semakin dingin di malam hari. Lumayan terasa untuk kami yang biasa tinggal di kota bersuhu rata-rata 29 derajat celcius.

Paginya, kami sempatkan berkeliling hotel ternyata di bagian belakangnya terdapat semacam waterboom/waterpark. Anak-anak tentunya senang sekali. Bagi kami melakukan perjalanan menginap hukumnya wajib membawa perlengkapan berenang hehehe. Jadi begitu ketemu pool langsung nyemplung. Tidak ada alasan tidak membawa swimsuit dan google.

sl1.jpg
credit image : website green valley resort

Tuh dari balkonnya kita bisa melihat pemandangan gunung. Keren sekali ya klo setiap bangun tidur lihat pemandangan seperti itu.

IMG_0192
pool di belakang hotel

Nah itu kenampakan pool nya lumayan kan anak-anak bisa hore hore dan aslinya itu bapaknya anak-anak pun ikutan hore bahkan ikutan prosotan –tapi demi menjaga privasi harga diri foto tsb tidak saya tampilkan- Wkwkwkw.

Dan di dibelakang pool yang yag foto itu terdapat waterboom yang lebih oke lagi. tapi karena saat itu masih terlalu pagi jadi waterboom belum dibuka. Bagus deh pemandangannya. Udara yang dingin lumayan menggigit tapi tidak menyurutkan semangat para piyik ini untuk nyebur.

IMG_0194
IMUT to the max hahaha

Puas dengan ciprat-cipratan mentaslah mereka cuuuss makan pagi kemudian bersiap check-out untuk melanjutkan rangkaian kunjungan ke makam dan rumah sodara.

IMG_0299
Didepan pintu lobby kita bergaya 

Sempetin foto yuuuk supaya perjalanan ini sah –hahaha– dan senapan plastik yang saya pegang itu adalah punya anak tetangga entah kenapa bisa kebawa di perjalanan ini.

Bye green valley ’till we meet again. 

 

–Ta–

 

 

Green Valley Resort
Jl. Raya Baturraden Km.8 Purwokerto
Jawa Tengah, INDONESIA 53151

P. +62.281.681123
F. +62.281.681590
E: contact@greenvalley-resort.com

Beberapa lokasi wisata yang bisa kalian datangi di daerah baturaden:
  1. Pancuran Pitu
  2. Telaga Sunyi
  3. Bumi Perkemahan
  4. Kaloka Widya Mnadala
  5. Teater Alam
Baca lengkapnya disini

 

 

 

Ke Museum Mpu Tantular Yuk!

Hello there, how’s life?

Kapan terakhir kalian mengunjungi museum? setahun lalu? lima tahun lalu? sepuluh tahun lalu? ato bahkan tigapuluh tahun lalu? Hahaha iyes saya paham sebagai generasi jaman now selfie di mall ato cafe dirasa lebih kekinian dan instagram-able.

Saya mau cerita nih, hari minggu kemarin saya dan keluarga pergi mengujungi museum di Sidoarjo. Museum Mpu Tantular tepatnya. Museum ini semasa awal didirikan tempatnya berpindah-pindah, namun semenjak 2014 berlokasi di Jalan Buduran Sidoarjo.

Saya ingat duluuu sekali saat masih sekolah dasar saya bersama teman-teman sekolah mengunjungi museum ini. Dulu tempatnya masih di Jalan Raya Darmo Surabaya. Itu kira-kira diawal tahun 90-an. Hihihi.

Keinginan untuk mengunjungi (lagi) museum itu adalah saat si adek yang di TK ada kegiatan field trip bersama sekolahnya. Dan saat pulang, dia bercerita seru tentang pengalamnnya melihat koleksi yang ada di museum, dan memberi makan rusa di halaman museum. Dan cerita itu berhasil membuat kakak kepo hehehe.

20180204_101916
Ga tau kenapa papan penunjuk parkirnya ada dua. Hahaha temukan perbedaannya

Kami tiba di lokasi sekitar jam 11. Cuaca cerah saat itu cenderung terik. Tempat parkir lengang hanya beberapa pengunjung yang datangnya bersamaan dengan kami. Lokasi museum ini sendiri dekat dengan beberapa sekolah seperti SMA 1, SMK 3, dan beberapa sekolah dasar. Menempati area yang luas dengan suasana yang hijau dan asri. Banyak pohon untuk berteduh dan taman-taman yang menghiasinya.

Beberapa gambar yang saya ambil di halaman museum sebelum kami memasuki area indoor sbb:

20180204_101930
Si bapak itu semoga saja bukan sedang foto kemudian kecebur yaak hihihi

Pada saat kami datang air mancur itu baru saja dinyalakan rupanya bapak tsb selesai melakukan perawatan dan pembersihan. Senang rasanya tempat-tempat edukasi begini dirawat dengan baik.

Cikal bakal berdirinya Museum Negeri Mpu Tantular adalah didirikannya lembaga kebudayaan Stedelijk Historisch Museum Soerabaia oleh Godfried Hariowald von Faber, seorang warga Surabaya berkebangsaan Jerman, pada tahun 1933, yang kemudian diresmikan pada tanggal 25 Juli 1937.

20180204_102022
Berdiri di salah satu spot halaman museum
20180204_102334
Patung-patung ini disusun berdasarkan arah mata angin. Pose telapak tangannya pun berbeda-beda disesuaikan dengan maknanya.
20180204_102143
Bocah backpacker ala candid hihihi

Senang sekali berkunjung ke museum, strongly recommended sebagai alternatif liburan keluarga. Anak-anak excited sekali bertanya ini dan itu terutama mengenai patung-patung. Seperti pertanyaan si adek mengenai patung Siwa yang di gambarkan  bertangan delapan dan patung Ganesha dengan wujud manusia berkepala gajah. Dianjurkan orang tua untuk belajar dulu sebelum mengajak anak-anak kesini ya. Supaya sedikit punya gambaran dan bisa memberi penjelasan apabila anak-anak mengajukan pertanyaan hihihi.

20180204_102511
Welcome. Beli tiket masuk dulu ya

Nah ini kita mulai masuk di area indoor nya. Tapi sebelum berkeliling menikmati koleksi kita beli tiket masuk dulu ya. Untuk dewasa 4000 rupiah per orang, untuk anak-anak 3000 rupiah per orang saja.

20180204_102500
Papan Informasi

Papan informasi ini letaknya disebelah kanan meja penjualan tiket tadi. Bentuknya besar sehingga semacam penyekat ruangan karena dibalik papan itu tertata juga beberapa koleksi museum. Selesai membayar tiket kita bisa langsung berkeliling tuh, pertama kalian akan disambut oleh koleksi Prasejarah. Didalam etalase kaca akan ada beberapa koleksi tulang-tulang dan tengkorak manusia.

20180204_102802
ini adalah salah satu perlengkapan upacara memanggil hujan. Nah saya lupa detail informasinya. Untuk pastinya kalian langsung kepoin kesana ya hihihi

 

20180204_102707
Koleksi yang terdapat di ruangan ini pastinya sangat berharga ya

Menenpati ruangan sekitar 5x5m ruangan ini layaknya sel dilengkapi dengan jeruji besi. Dari luar terlihat koleksi perhiasan dan keris.

20180204_103052
Di belakang saya adalah sebuah fosil kayu

Itu beberapa koleksi yang saya abadikan yang terletak di lantai 1 gedung museum. Beberapa koleksi lain yang bisa kalian amati adalah alat-alat musik, senjata api, ada juga beberapa peninggalan rumah tangga seperti meja rias dan lemari.

20180204_103751
Terdapat beberapa kursi seperti ini di ruangan museum. Kalau capek silahkan beristirahat dulu.

Melanjutkan perjalanan ‘waktu’, naik kelantai 2 kalian akan disambut oleh koleksi ilmu pengetahuan alat-alat teknologi. Dilantai ini di pajang beberapa koleksi seperti radio, transistor. Saya ngebayangin klo saya ajak almarhum eyangpapa-nya anak-anak kesini pasti senang sekali. Saya jadi melow.

Disini juga dipamerkan kerangka paus paruh angsa. Gede banget. Kebayang deh gimana ukuran sebenarnya pas belum jadi kerangka. Buruan kesini untuk lihat sendiri seberapa besarnya ukuran kerangkanya.

20180204_105129
Yang ujung kiri itu sepeda motor hehehe dan yang paling kanan adalah sepeda. 
20180204_105145.jpg
Ini  adalah kecapi, akordeon dan apa tuuh lupa yang paling kanan hahaha

Selesai dari lantai dua kami turun untuk menuju pintu keluar. Oiya untuk memandu pengunjung supaya memungkinkan melihat semua koleksi museum terdapat petunjuk gambar anak panah yang ditempelkan di dinding. Kalian tinggal mengikuti saja. Sayangnya sekali tidak ada pemandu manusia yang bisa menceritakan asal-usul dibalik koleksi-koleksinya. Iya benar setiap koleksi dilengkapi dengan penjelasan tertulis. Tapi somehow diceritain langsung lebih marem menurut saya.

20180204_114704
Tempatnya luas dan asri

Saya berseloroh dengan suami, klo anak-anak butuh ruang luas untuk berlari-lari dan mengeksplor lingkungan kita bawa kesini aja. Bisa sekaligus bermain, olah raga dan belajar, daripada ke mall -berkaitan dengan budget juga- hahaha

20180204_114749
Mari berfoto dulu supaya sah.

Yuuk belajar sembari bermain ke Museum Mpu Tantular, mumpung liburan nih. Semoga cerita ini bermanfaat untuk kalian yang berencana berkunjung ya. Ketemu lagi di cerita kami selanjutnya. Terimakasih sudah mampir.

 

Tempat: Museum Mpu Tantular

Alamat : Jl. Raya Buduran – Jembatan Layang, Jl. Raden Moh. Mangundipi, Siwalanpanji, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61252

Buka : Senin-sabtu : 9.00wib-15.00wib, Minggu: 9.00wib-14.00wib

HTM : Anak-anak Rp.3000, Dewasa Rp.4000

 

 

-Ta-

 

 

Menjejakkan Kaki di Kota Kenangan (2) -Rembangan

Panoramic View (Credit Pic: Wikipedia)

Melanjutkan cerita tentang kota kenangan. Kali ini jalan-jalan kami di objek wisata Rembangan. Objek wisata ini suasananya mengingatkan saya pada daerah Batu atau Tretes dan mungkin sama dengan tipikal beberapa tempat wisata dataran tinggi lainnya di Indonesia. Sejuk, cerah, pemandangan khas pegunungan seperti pohon, kebun -di rembangan banyak perkebunan buah naga- sawah dan bangunan-bangunan yang didirikan mengikuti kontur tanah.

Berada di kaki Gunung Argopuro dengan ketinggian 650 mdpl Rembangan merupakan tempat wisata yang menyuguhkan pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk. Bikin betah, Tapi  jangan terkecoh dengan udaranya yang sejuk saran saya tetaplah mengoleskan sunblock di badan lebih-lebih yang terpapar sinar matahari langsung karena sinar matahari di sini melimpah ruah loh hehehe.

Baca : Menjejakkan Kaki di Kota Kenangan (1)

Kami berangkat dari hotel sekitar pukul 9 pagi, setelah makan pagi dan proses check-out. Perjalanan kami kali ini menuju utara kota jember sekitar 12 km. Sempat mampir ke salah satu toko oleh-oleh dan minimarket membeli bekal untuk dua krucil. Kami tiba di Rembangan sekitar pukul 11. Disambut oleh cuaca yang sejuk walaupun waktu sudah menunjukkan jam makan siang.

Baca ini juga ya

20160327_101915
Resto tempat kami bersantap siang (Credit Pic: Kolpri)
20160327_102011
Kami belum coba nyemplung. Too hot baby, it was 1pm. (Credit Pic: KolPri)
20160327_102054
Model harus di sertakan. Supaya sah. Hohoho (Credit Pic : KolPri)

 

 

 

–Ta–

Life is short, grab your backpack and go travel