Family Trip

Sesaat Sebelum Matahari Terbenam di Kebun Teh Wonosari Lawang

Kami berempat tiba di hamparan dedaunan berwarna hijau ini sesaat sebelum matahari terbenam. Sekitar pukul 5 sore. Wow sekali seperti hamparan permadani. Membentang indah di kaki Gunung Arjuna. Udaranya sejuk. Pantas saja karena perkebunan ini berada di rentang ketinggian 950 mdpl – 1.250 mdpl.

Bisa sampai di area perkebunan teh ini sebenarnya kebetulan -meski katanya tidak ada yang namanya situasi kebetulan- secara kami tidak berniat untuk kemari, hanya karena mengikuti petunjuk penjual pentol selepas kami dari Situs Candi Sumberawan. Karena –lagi-lagi- jalur yang diarahkan Google Map tidak membuat kami yakin. Bertanyalah kami kepada seorang bapak penjual pentol dan beliau mengarahkan kami sampai di hamparan karpet alam ini. Terimakasih pak. Hihihi.

Sudah baca Candi Sumberawan belum?

Perkebunan Teh Wonosari berada di Lawang, Malang Jawa Timur. Merupakan agrowisata kebun teh seluas lebih dari 1000 hektar dan memiliki panorama yang luar biasa bikin betah dan merupakan satu-satunya kebun teh di Jawa Timur yang dikelola sebagai destinasi wisata. Wisata apa saja yang ditawarkan kebun teh ini? Baca lengkapnya di sini dan situ ya. Dan dari perkebunan ini loh brand ROLLAS berasal. Keren kan?! Rollas itu merk kopi dan teh kualitas internasional. Dan punya coffee shop di beberapa kota besar Indonesia. Bangga ya.

Kebun Teh Wonosari, Agrowisata Favorit di Jawa Timur  Kebun Teh Wonosari, Agrowisata Favorit di Jawa Timur
Landscape Kebun Teh Wonosari (Credit Pic: Google)

Bagus banget kan?! ga salah kan klo saya sebut permadani alam. Mata adem banget memandangnya. Kebayang ga kejar-kejaran di sela-sela pohonnya ala artis india gitu? hahaha. Atau petak umpet. Wowowow don’t let your kids play hide and seek, you might need helicopter to find them. LOL

IMG-20180115-WA0011
Pose apalah ini namanya. Fokus di alam sekitarnya ajah ya hahaha

Tapi walo kesannya sampe sini ini kebetulan sebab arahan pak penjual pentol kami bersyukur banget langitnya masih terang, masih kelihatan lah pemandangan sekitar dan tentu saja masih sempat foto-foto geje -ga jelas- wkwkw.

Diatas itu salah satu hasil jepretan tukang foto amatir atas arahan dari sutradara yang engga kalah amatir dengan pemeran yang mboh tah lah. Kira-kira caption apa yang bisa kita bubuhkan??? wkwkwk.. Jadiin kuis ga ya?!

IMG-20180115-WA0009
Kata pak tukang foto ini pose keramas wkwkwk. Caption nya kira-kira gini ” waduh rambut udah terlanjur basah, sampo nya habis”

Begitulah kira-kira cerita foto kami di kebun teh sore itu. Karena hari udah mulai gelap, acara foto geje kami sudahi saja. Next time kami datang lagi dengan planning yang tersusun sehingga bisa kasih cerita dan foto yang bermanfaat buat kalian. Thanks udah mampir baca yak.

Baca juga cerita kami di Tanjung Papuma

 

Life is short, grab your backpack and go travel

 

 

–Ta–

Advertisements
Family Trip

Wisata Sejarah Candi Sumberawan Singosari

Hello selamat hari minggu. Masih soal cerita liburan akhir pekan lalu …

Minggu pagi. Hari terakhir libur akhir pekan. Sebelum sarapan anak-anak ngajakin berenang dulu. Ga pernah bosen kalo perkara main air. Padahal kemarin udah setengah hari nyebur di sungai. Setelah sarapan balik lagi ke kamar, msih ada waktu untuk selonjoran dulu. Pak suami malah sempat tidur. Sebagai driver tetap, staminanya dituntut prima hahaha, kalo kita penumpang kan bisa tidur anytime.

Setelah check-out, masukin koper dan tas bawaan ke mobil cuss on the way back home. Libur t’lah usai. “Besok udah senin, sekolah lagi”. Kata anak-anak dengan intonasi berat hati. Hehehe. Jam makan siang, nasi pecel menjadi menu pilihan. Pecel Kawi. Sepanjang jalan kawi kota malang berjajar restoran, salah satunya nasi pecel, dan kata suami dari dulu kawi udah terkenal sama nasi pecelnya. Oh ya malam sebelumnya kami mencoba resto ramen. Moshi Ramen. Letaknya sederet dengan depot pecel juga. Ramennya lumayan lah, varian menunya juga lumayan. Sepertinya yang disasar adalah segmen anak muda. Tapi kemarin waktu kami makan malam ada juga pengunjung family seperti kami. Bolehlah kalian coba klo pas main ke malang.

Baca juga cerita kami di Sumber Maron

Kami pilih yang tampak ramai pengunjung, dengan tulisan dan kondisi resto yang kami anggap paling terpercaya. Hahaha.

Nah, itulah kenampakan depot yang akhirnya kami pilih untuk mengganjal perut siang itu sebelum meluncur pulang. Sedikit review, pecelnya lumayan dan bukan kategori enak banget (menurut saya) -di surabaya dan sidoarjo banyak yang lebih enak- dari segi harga rata-ratalah. Klo ga salah ingat seporsi nasi pecel 11,000 rupiah belum termasuk lauknya. Lauk yg bisa dipilih lumayan beragam dari ayam goreng sampai paru goreng ada. Kemarin kami pesan nasi pecel 2, ayam goreng 3, paru goreng 1 dan teh manis 2 total yang kami bayar sekitar 100rban.

Waktu masih menunjukkan pukul 2 siang setelah kami keluar dari depot. Masih muter sebentar untuk mampir drive-thru sundae ice cream -kurang afdol klo ga ditutup dengan produk junk-food haha-

Perjalanan Malang-Surabaya masih lancar jam segitu, kami memutuskan untuk mampir di Singosari untuk melihat salah satu peninggalan sejarah. Karena aslinya tujuan kami berlibur ke malang itu ya ingin mengunjungi candi tsb.

Candi Sumberawan sejatinya tidak berbentuk candi seperti bayangan saya semisal Borobudur atau Prambanan. Sumberawan ini ‘hanya’ salah satu stupa saja. Pertama kali ditemukan orang Belanda tahun 1845. Penemuan ini kemudian mendapat kunjungan pertama para peneliti dan dinas Purbakala pada tahun 1935. Dua tahun berselang, pemugaran pada bagian kaki candi mulai dilakukan.

Candi Sumberawan sendiri merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur. Candi yang terletak di desa Toyomarto, Singosari, kabupaten Malang ini, tidak memiliki tangga naik ruangan, yang biasa digunakan untuk menyimpan benda suci.

Para ahli purbakala memperkirakan, candi Sumberawan ini dahulunya bernama Kasurangganan, yang cukup terkenal di dalam kitab Negarakertagama. Kitab tersebut menyebutkan bahwa Kasurangganan pernah dikunjungi Raja Hayam Wuruk pada tahun 1359 masehi.

Berdasar pada bentuk batur dan stupa, para ahli memperkirakan bangunan candi ini didirikan sekitar abad 14-15 masehi. Tepatnya, pada masa kerajaan Majapahit masih berkuasa. Sedangkan, bentuk stupa pada bangunan candi menunjukkan latar belakang keagamaan Budha.

Jalan menuju kesana memang bisa dibilang tidak sederhana, belok sana belok sini masuk pemukiman penduduk, sawah, pemakaman. Tapi begitu melewati alam terbuka wow pemandangannya sangat indah. Maklum rute yang dilalui berada di kaki Gunung Arjuna. Situsnya sendiri berada di ketinggian 650 mdpl. Udaranya sejuk. Saya mengikuti jalur yang dipandu oleh Google Map dan sesekali bertanya pada penduduk hehehe. Tau sendiri kan aplikasi tsb suka ngarahin untuk masuk di jalan kecil yang bikin kita ga pede nah saat itulah kita menerapkan cara lama yang paling manjur. BERTANYA.

Finally kami sampai. Tempatnya asri. Alamnya bagus belum lagi udaranya yang langsung bikin betah. Adem. Bau dupa sudah tercium pada saat memasuki lokasi. Tapi aura yang saya rasakan jauh dari kata syerem. Saat itu masih terang benderang sekitar jam 4 sore. Pengunjung juga masih banyak, ada beberapa anak yang memakai seragam pramuka. Kira-kira seusia SMA. Mereka mencatat, berkeliling dan tentu saja berfoto.

candi-singosari.jpg
Candi Sumberawan, Atau lebih pas di sebut stupa (Credit Pic: Google)
20180114_160129
Ingin hati mau foto sendiri tapi si anak telor ngintil terus hahaha
20180114_155919
Salah satu sudut di komplek situs. Rapi dan bersih (Credit Pic: KolPri)
IMG-20180115-WA0016
Yay, it’s me outside the entrance (Credit Pic: KolPri)
20180114_160309
Background nya keren banget. Klo malam asli bikin parno sendiri (Credit Pic: KolPri)

Sekian dulu cerita di Candi Sumberawan. Semoga kalian terprovokasi untuk kesana ya hihihi. Posting selanjutnya saya akan bercerita saat mampir ke perkebunan teh wonosari. Tungguin yak.

Life is short, Grab your backpack and go travel

 

–Ta–

 

 

Family Trip · Kids Activities

Sumber Maron Sebuah Sensasi Bermain di Sungai

sumber-maron-by-wong-alaz-IG-i-love-malang-e1452302278679.jpg
Credit Pic: Google

Minggu kemarin kami sekeluarga berlibur ke luar kota. Tujuan kami adalah tempat wisata berjuluk Sumber Maron yang terletak di perbatasan Gondanglegi-Kepanjen Malang. Menurut tukang parkir yang juga warga setempat, tempat ini mulai dikomersilkan semenjak 6 tahun lalu. Dan resmi menjadi destinasi wisata para pelancong.

Tempatnya mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi. Petunjuk-petunjuk nya juga mudah diikuti. Jika kalian berangkat dari kota Malang, perkiraan perjalanan adalah satu jam ke arah selatan. Selama perjalanan jangan khawatir bosan. Pemandangan serba hijau dari hamparan sawah akan menemani kalian. Atau, kalian bisa manfaatkan untuk tidur. karena begitu sampai destinasi kalian akan butuh stamina prima untuk menjajal sensani ber-arung jeram di sungai.

Begitu sampai disana kalian akan diarahkan untuk parkir kendaraan. Tempatnya nyaman dengan atap-atap yang disediakan agar kendaraan yang diparkir tidak terekspos sinar matahari secara langsung. Setelah itu kita akan berjalan melintasi sungai dengan jembatan, terdapat loket pembelian karcis masuk. Kemarin kami berempat dikenai biaya masuk 10,000 rupiah dengan rincian dewasa 3,000 per orang dan anak-anak 2,000 per orang. Sangat terjangkau bukan?!

Begitu karcis sudah ditangan kami akan diarahkan untuk memasuki kawasan. Terpampang suasana pedesaaan yang alami. Sawah, kolam renang alam yang di renangi ikan warna-warni dan difungsikan sebagai tempat berenang anak-anak. Bayangkan kita bisa memberikan pengalaman pada anak-anak untuk berenang ditemani ikan. Sungguh bisa menjadi kenangan serta candu untuk datang lagi… lagi dan lagi.

Belum lagi sungai ber-arus sedang yang dimanfaatkan untuk ber-arung jeram bagi anak-anak yang belum diperbolehkan menjajal Songa atau wahana arung jeram “sungguhan” tapi walau ber-arus sedang, pengelola juga memberikan patokan safety untuk anak-anak yaitu diatas usia 7 tahun. Meskipun kenyataannya banyaaaaak anak-anak dibawah usia itu yang saya lihat bermain di sungai dan berarung jeram walaupun memang tandem dengan orang dewasa.  Pada akhirnya urusan keselamatan tergantung dari pribadi masing-masing.

Untuk track arung jeram sendiri lumayan memacu adrenalin. Di beberapa spot dijaga orang yang bertindak layaknya lifeguard karena biasanya disitu ban karet sewaan cenderung mudah terbalik karena tertabrak batu atau akar pohon. Teriakan seru dan tawa riuh rendah terdengar dari para pengunjung. Ditengah-tengah track arung jeram kita akan disuguhi air terjun mini yang tingginya tidak lebih dari 5 meter dengan kemiringan 60 derajat. Banyak pengunjung yang berfoto dilatar belakangi air terjun tsb.

Secara keseluruhan sungai itu dangkal hanya sebatas betis dan lutut orang dewasa tapi karena arusnya yang lumayan deras dan dasar sungai yang berbatu dan licin tetap saja kehati-hatian sangatlah ditekankan belum lagi batu-batu itu bisa melukai kaki apabila tidak hati-hati melangkah. Saran saya pakailah alas kaki yang nyaman yang mampu melindungi kaki dari kerikil tajam namun tetap aman saat dipakai di dalam sungai.

IMG-20180113-WA0032
Saya dan anak-anak berfoto di air terjun mini. (Credit Pic : koleksi pribadi)

Ban yang dipakai berarung jeram adalah berkapasitas 1 orang per ban dan maksimal 2 orang (1 dewasa 1 anak). Saya kemarin sewa tiga ban. Sayang sekali kami tidak sempat mem-videokan saat kami ber-arung jeram. Akan menjadi kenangan yang manis tentunya. Satu-satunya cara, kami harus kembali lagi kesana. Hehehe.

Jangan khawatir kelaparan ya selama bermain di sana di sepanjang tepian sungai itu berjajar warung-warung yang menyediakan makanan seperti mie instan, pentol atau sempol ada juga gorengan seperti menjes dan tahu petis. Buat pecandu kopi tenang saja warung-warung tsb juga menyediakan kopi sachet yang siap diseduh air panas dan dinikmati setelah puas berbasah-basah di sungai.

Bagaimana dengan tempat mandi atau bilas dan tempat penitipan barang selama kita bermain air? Tenang! warung-warung itu juga dilengkapi dengan kamar mandi dan locker. Rupanya pengelola sudah memikirkan hal tersebut. Namun semuanya dengan design sederhana ala pedesaan ya.

20180113_161922
lihat saja pemandangan dibelakang saya, asri bukan? (Credit Pic: Koleksi Pribadi)
20180113_162138
Soldier Pose Hahaha (Credit Pic: Koleksi Pribadi)
20180113_162120
Keriaan anak kota ketemu sungai Hihihi (Credit Pic: Koleksi Pribadi)

Begitulah sekelumit cerita weekend kita di Sumber Maron minggu lalu. Semoga bisa ‘mempengaruhi’ kalian untuk berkunjung juga ya. Ingat bawa tas plastik untuk baju basah dan minyak kayu putih ya!

Dan yang paling menyenangkan semua sensasi menyenangkan itu sangaaaat terjangkau. Untuk bahan perbandingan saja, kemarin saya kesana mengeluarkan biaya tidak lebih dari 100rb rupiah (Incl. karcis parkir, tiket masuk, sewa ban, sewa loker, sewa kamar mandi, kopi suami, minuman dan cemilan anak-anak, cemilan saya) Hihihi menarik kan? iya kaaan?

 

 

–Ta–

 

Reflection

Menghitung Mundur Menuju 2018

Hari ini adalah tanggal terakhir di 2017. Terlalu common klo saya bilang “ga terasa ya udah setahun lewat, atau lah udah mau ganti tahun nih goals saya belum tercapai, atau duabelas bulan udah lewat ya cepet banget, de el el”.  Sering kan kita denger kalimat itu dari sekitar? Atau kita juga salah satunya? Hehehe..

Buat saya pribadi 2017 merupakan tahun pendewasaan, titik awal menjadi pribadi yang baru setelah rentetan kejadiaan yang terjadi beberapa tahun belakangan. Berat ya kalimatnya!? Mengandung curhat *mringis.

Keputusan untuk stay di dalam kota saat libur lebaran 2017 bukanlah tanpa alasan. Waktu itu mama saya bilang kalo kondisi papa tidak baik. Beberapa acara yang telah disusun serta merta kami batalkan, seperti reuni keluarga besar, berlibur, dan tentu saja jalan-jalan dadakan tipis-tipis.

Beberapa hari menjelang lebaran kami selalu berkumpul di rumah mama. Saat itu akhirnya tiba. Lebaran hari ke-3, raga papa pergi untuk selamanya. Tetap saja itu berita yang mengejutkan walaupun beliau sakit sudah bukan hitungan bulan namun, kehilangan anggota keluarga bisa jadi pukulan telak.

Kami tidak mau larut dengan ratapan. Kami tidak mau menganggap ini kesedihan, pun bukan juga kebahagian. Lebih pada pengingat, tugas papa memang sudah selesai di dunia ini. Kami akan melanjutkan hidup, berbahagia dengan kenangan yang sudah tercipta. Goodbye Pa, See you in heaven.

Beberapa momen di 2017

Bukit Jaddih salah satu pengalaman berkesan. Teriknya yang aduhai sepadan dengan foto-foto yang instagram-able.

Cerita tentang bukit jaddih baca di Bangkalan, Mampirlah Ke Bukit Jaddih

Belum lengkap masa kecil anak-anak zaman now kalo belum berkunjung ke Museum Angkut ;D

Disinilah nanti kita akan kembali. (no need caption)

Kegiatan anak-anak

melancong tipis-tipis bukti eksistensi warga metropolitan wkwkwk

Selamat Tahun baru untuk semuanya semoga kita menjadi pribadi yang baik di 2018. Goal saya banyak untuk tahun depan and I’ll keep for myself aja. Satu yang bisa saya bocorin adalah saya pengen bisa menulis lebih banyak, lebih sering dan lebih baik. Aamin.

Sekian dan terima kasih. Milihin foto ternyata melelahkan. Saya butuh es teh. Sampai jumpa di 2018.

 

–Ta–

 

 

Family Trip

Ranu Klakah Ketenangan Yang Mengundang Untuk Kembali

Kami sedang dalam perjalanan menuju Jember di suatu bulan di tahun 2016. Perjalanan kami yang kedua dalam tahun itu. Entahlah somehow Jember selalu ‘memanggil’ kami untuk kembali. Mungkin karena ada memori yang yang mengendap di benak atau karena rasa penasaran yang sangat untuk menjelajahi keindahan alamnya. Bukan rahasia bila tanah Jember menyuguhkan banyak destinasi wisata yang wow. Watu ulo, Papuma, Pantai Bandealit adalah sedikit dari pesona alamnya –Baca disini Menjejakkan Kaki di Kota Kenangan (1)

Ranu Klakah adalah sebuah danau di kota Lumajang, tepatnya di desa tegal randu kecamatan klakah. Sangat mudah di jangkau dengan kendaraan pribadi. Danau Klakah atau Ranu Klakah ini (ranu=danau) memiliki luas 22 hektar dengan kedalaman 28 meter berada di ketinggian 900 meter diatas permukaan laut membuat udara di sini terasa sejuk.

DSCN1710.JPG
Penduduk setempat sedang memancing di danau

Saat itu gerimis, banyak pengunjung yang duduk di gazebo menggelar bekal dan mekan bersama. Anak-anak yang tadinya bermain ayunan atau berlarian mulai berteduh yang tersedia sementara para orang tua menggelar makanan di tempat berteduh semacam menghindari rintik hujan. Seorang penjual bakso menjajakan dagangannya disekitar tempat parkir. Tak lama berselang masing-masing ditangan kami semangkok bakso panas yang sungguh aduhai nikmat di santap ditengah suasana gerimis.

Kami memutari danau dengan sebuah speedboat sewaan. Tersedia juga perahu berbentuk bebek yang bisa dinaiki rame-rame dengan pengunjung lain.

20161225_133858
Di dek, menunggu speedboat disiapkan. Auh ah Gelap fotonya hahaha
P_20170128_092710.jpg
Peta ini di berikan pada saat membayar loket masuk ke danau
Jpeg
Saat dilipat sangat handy

Saya harap tulisan saya cukup bisa ‘memprovokasi’ kalian untuk datang dan merasakan sendiri syahdunya sore hari diatas speeadboat mengelilingi ranu klakah. Masih ada beberapa hari sebelum menjelang 2018. Go grab your backpack!!

 

–Ta–

 

 

Uncategorized

Gendis Turning 8

Awal bulan Gendis ultah. Udah jadi gadis. Kali ini ga ada permintaan perayaan dengan tema princess-princess-an. Syukur alhamdulilah, karena tema-tema begitu jatuhnya lebih mehong kan bu, rasa kuenya juga ga enak-enak amat –mami perhitungan–.

Tahun ini diperingati berempat saja. Mami cuma masak mie goreng sukaan orang serumah. Pelambang panjang umur. Doa kami adalah semoga mbak Gendis selalu bahagia.

Jadi gini, hari itu hari minggu. Gendis yang baru bangun tidur trus turun dari kamar dan langsung duduk di belakang whiteboard nya. Menggambar. Mami, ayah dan adik bisik-bisik susun rencana ” ssst, sssttt, blaa, blaa. Kemudian berjalan pelan, berhenti tepat dibelakang si mbak yang lagi nggambar. Dan kami mulai bernyanyi :

Happy birthday to you

happy birthday to you

happy birthday, happy birthday…..

happy birthday Gendis.

Gendis yang tidak menyangka, langsung balik badan dan senyum datar… Dia itu emang beda sama Ranu yang lebih ekspresif. Gendis ‘lebih’ kalem mengekspresikan perasaannya. Kami memeluk Gendis bergantian, setelah dia meniup lilin di atas kue tart nya yang mami beli semalam sebelumnya dan tanpa custom design. Dan mami yang paling terharu, bukan saja karena mami yang dapet pelukan pertama kali tapi karena mami emang cengeng. Gampang terharu.

Sekali lagi selamat ulang tahun ya Gendis. Cuma satu pesan mami, don’t be rush to turn 9 yaaaa. Hihihihi. Muaah.

WhatsApp Image 2017-12-08 at 10.39.59

Uncategorized

Libur T’lah Tiba…. Liburan Kemana Kita??

Penghujung tahun. Dua ribu tujuh belas tinggal dua minggu lagi nih. Hawa-hawa party old and new udah terasa ya. Ditambah lagi liburan sekolah yang sudah dimulai minggu ini. Hotel-hotel sudah gencar promo-in acara pergantian tahun. Beberapa tempat wisata juga sengaja menarik pelancong dengan promo-promo.

So guys sudah memutuskan mau pergi kemana liburan kali ini?? Kalo belum, saya ada beberapa alternatif  tempat liburan yang cocok untuk keluarga nih. Simak yak.

  1. Kita mulai dari dalam kota dulu, Kalian yang tinggal di kota Surabaya yang berhawa tropis ini akan berkesempatan merasakan dinginnya salju. Koq bisa? Hehehe bisa dong, karena di Grand City Mall ada acara ini . Catat tanggal and let’s feel the breeze.grandcity-28112017
  2. Masih di dalam kota nih traveller, sudah dengar ATLANTIS LAND? Itu adalah sebuah wahana bermain  termasuk didalamnya sebuat waterpark yang cocok sekali untuk getaway liburan sekolah, di daerah kenjeran. Tepatnya di Kenpark Baru.WhatsApp Image 2017-12-16 at 09.02.56.jpeg Katanya sih Atlantis Land ini menyebut dirinya sebagai Disneyland nya Indonesia. Manfaatkan masa liburan ini dengan datang di soft openingnya pada tanggal 23 desember 2017 besok. berikut HTM nya 100rb (weekdays) dan 125rb pada weekends. Untuk yang mau ekonomis lagi datang aja tanggal 20 desember membeli tiket untuk tanggal 23 karena diskonnya lumayan banget guys, Hanya dengan 75rb saja itu sudah termasuk free makan dan minum loh. Yuuk tunggu apalagi go grab the ticket, tapiiii hati-hati ya karena pastinya antrian membludak.
  3. Yuuk sekarang kita ke kota Malang, Kota di jawa timur yang sangat populer ini tidak pernah istirahat untuk terus menyuguhkan hal baru bagi penikmat travelling. Liburan tahun ini sebuah wahana baru resmi di buka. Yup betul sekali Jatim Park 3. Bagi penyuka Dinosaurus bisa coba masuk di Dino Park yang selama soft opening ini HTM nya ‘hanya’ 100rb saja dengan jam operasional mulai jam 11.00-17.30.
    the-rimba-jatim-park-3-batu.jpg
    Salah satu wahana di Dino Park (credit pic. FB Suzan Nita)

    Kesana yuuk liburan ini supaya ga penasaran. Denger-denger tarif soft opening nya terakhir tanggal 23 desember loh. Setelah itu berlaku tarif normal.

  4. Dan yang terakhir ini adalah salah satu favorit saya dan anak-anak. Saya ingat pertama kali kesana anak-anak langsung jatuh cinta dan merayu ayahnya untuk pindah rumah dekat situ. Hihihih. Yes tidak lain dan tidak bukan adalah HAWAI WATERPARK MALANG. Inget tanggalnya ya dan manfaatkan liburan kali ini dengan bermain ombak dan salju bersama keluarga tercinta. Selamat berlibur sampai jumpa di tahu 2018. Sehat dan sukses untuk kita semua.

            AP-Malang-Snow-Paradise-MLG-Copy