Weekend Vibes

Alohaa…

Sudah jumat aja nih. Hawa akhir pekan. Pada punya planning apa nih wiken besok? Sabtu minggu tuh waktunya bangun siang, ibuk-ibuk rumahan seperti saya pun klo wiken tuh istirahat dari deadline hihihi. Ga siapin sarapan pagi-pagi, ga siapin ini itu keperluan sekolah. Ga anter dan jemput sekolah. Lumayan lah libur dua hari yekan?!

Tapi wiken kalau hanya di lewatkan dengan males-malesan dirumah juga ga asik. Kami sekeluarga suka bepergian ke alam bebas, sebut saja pantai, hutan wisata, pegunungan, sungai sampai ke situs peninggalan sejarah seperti candi, makam dsb. Sesekali juga ngikutin tren wisata anak-anak masa kini seperti wahana jatim park dan sejenisnya. Pokoknya kalo pas liburan sebisa mungkin usir males dan menjelajah sekitar.

Kalau untuk tujuan-tujuan dekat yang tidak perlu menginap biasanya kami lakukan di hari sabtu karena hari minggunya bisa kita pake istirahat mengembalikan stamina untuk rutinitas hari senin. Kalaupun kegiatan itu sampai hari minggu kami usahakan sore sudah sampai rumah supaya anak-anak bisa segera istirahat.

Kegiatan apa sih yang biasanya kami pilih untuk menghabiskan akhir pekan? Berikut beberapa tips nya.

  1. Pilih lokasi yang dekat.
  2. Pilih tempat wisata yang bisa dinikmati baik orang tua maupun anak-anak.
  3. Pilih tempat wisata yang membuat kita relax dan refresh keluar dari zona rutinitas. #freshmaksimalbudgetminimal
  4. Sudah itu saja hahaha

Ini beberapa tempat favorit kami ber short getaway :

Berenang, siapa yang tidak suka main air? anak-anak malah tidak peduli matahari terik yang penting bisa ciprat-ciprat dan menyelam. Buat saya pribadi berenang adalah olahraga yang menyenangkan di waktu bersamaan semua otot dari kepala sampai kaki bergerak.

Atlas Sport Club yang berada di surabaya timur. Tempatnya bagus tersedia kolam renang khusus bermain anak-anak, ada juga yang dilengkapi dengan seluncuran dengan beberapa tingkat ketinggian dan juga kolam berbentuk persegi dengan tingkat kedalaman mulai dari 0.5m sampai dengan 2.00m yang bisa kita gunakan untuk olahraga. Pulang dari sini suka beli roti gandum di cafetarianya. Tapi karena jarak kami jarang kemari lagi. Karena semenjak kepindahan kami dari surabaya, jarak tempuhnya bisa hampir 2 jam kalo macet.

Ciputra Waterpark Taman Dayu. Lokasinya yang dekat dengan pintu tol pandaan membuatnya  accessable untuk dicapai dari tempat tinggal kami. Wahana bermain air ini dilengkapi dengan kolam seluncur dengan 2 tingkat ketinggian, ada khusus kolam bermain anak-anak. Dan istimewanya ada wahana ber flying fox khusus anak-anak. Puas berenang kita bisa menikmati kuliner di the terace yang berada di jalan kembar perumahan taman dayu tempat waterpark tsb berada. Paporit saya bakso cak To. 

Sesekali kami coba yang ini juga :

Tretes Tree Top , ini juga salah satu alternatif kami ber akhir pekan asik. Tempat outbound ini available untuk anak-anak maupun dewasa. Khusus anak-anak ada minimal tinggi badan ya. 

Hotel Grand Whiz Trawas Makan siang di kantin kantor atau warung langganan yang monoton? Sesekali coba makan siang di food court di sini. Letaknya tepat disebelah hotel. Tidak perlu menjadi tamu hotel untuk menikmati makan siang. Jenis menunya standar, tapi karena tempat dan suasanya berbeda makan biasa jadi istimewa, Hehehe. Ada juga penyewaan menunggang kuda untuk anak-anak. Atau cukup menikmati fasilitas yang ada saja. Tanah lapang luas seukuran lapangan bola (kurang lebih), atau ayunan dan perosotan yang pastinya disenangi anak-anak.

Tertarik untuk mencoba kan? Selamat berakhir pekan.

“Jangan percaya apa yang mereka katakan. Pergi, datangi, dan lihatlah sendiri”

Baca juga : Akhir Pekan, Saatnya Melakukan Hobi

 

-Ta-

 

 

 

 

Bande Alit Pesona Pantai Pribadi di Taman Nasional Meru Betiri

Meru Betiri merupakan kawasan konservasi alam yang dikenal dengan sebutan Taman Nasional Meru Betiri. Yang diambil dari nama gunung tertinggi di kawasan itu yaitu Gunung Betiri. Secara administratif, Taman Nasional Meru Betiri berada di bentang wilayah kabupaten jember dan kabupaten banyuwangi jawa timur.

Dengan luas wilayah sekitar 58.000 ha yang diresmikan oleh menteri pertanian pada tahun 1982 taman nasional ini merupakan habitat tumbuhan dan binatang langka. Sebut saja bunga rafflesia dan bunga anggrek -ada lebih dari 200 jenis anggrek yang ditemukan di tempat ini- Taman ini juga merupakan tempat hidup beberapa satwa dilindungi antara lain banteng, harimau jawa, macan tutul, ajag, kucing hutan.

Selain sebagai ‘rumah’ bagi flora dan fauna yang dilindungi, taman nasional ini juga merupakan tempat ‘berlindung’ pantai-pantai indah yang semuanya masih alami. Sebut saja Pantai Bande Alit, Pantai Rajegwesi, Pantai Sukamade yang terkenal dengan habitat penyu dan yang terakhir yang paling indah (kabarnya) adalah Pantai Teluk Hijau -aahhh saya jadi ga sabar untuk kepoin- 2016 silam saya berkesempatan mengunjungi salah satunya.

Saat itu akhir bulan desember, liburan panjang didepan mata. Sayang untuk dilewatkan begitu saja. Diskusi mengenai liburan mulai bergulir beberapa alternatif kota seperti jogja dan banyuwangi menjadi bahan pertimbangan. Seperti yang sudah sudah keputusan kemana kaki melangkah mengisi liburan itu selalu last minutes. Setelah ini, itu dan anu akhirnya Jember jadi kesepakatan. “Jember aja yuk” saran saya waktu itu. Entahlah saya merasa rindu untuk kembali. Dan pak bojo menyambut dengan gembira. Kalau anak-anak sih pasti oke, asal ada iming-iming bermain air hahaha.

Jarak Sidoarjo – Jember kira-kira 174 km dan normalnya bisa ditempuh dalam 3-4 jam. Melewati pasuruan-probolinggo-lumajang. Di Lumajang kami mampir di Ranu Klakah wisata danau dengan pemandangan Gunung Lemongan. Melepas penat sembari menikmati semangkuk bakso ditengah gerimis. Aduhai endolita.

Matahari sudah diperaduan saat kami sampai hotel, badan udah remuk redam keseringan berhenti nurutin bocah-bocah. Tiba waktu makan malam kami makan di resto hotel, karena anak-anak udah ga mau lagi masuk mobil, berkeliling mencari resto lokal.

Dan paginya setelah semalam tidur nyenyak, saatnya main air. Yippii kaa yee, kegiatan wajib kalo pas nginep di hotel itu adalah menjajal kolam renangnya.

DSCN1733.JPG

Awali hari dengan yang dingin-dingin hahaha

 

DSCN1735

“Hi mommy” He said

Sampai selesai makan pagi, kami belum tau mau kemana menghabiskan hari. Sampai akhirnya pak bojo masuk kamar sambil membawa selembar brosur wisata yang booth nya disebelah meja resepsionis hotel. Brosur itu berisi list pilihan wisata di jember dan sekitarnya. Then we choose Bandealit.

By 10 am ada sebuah jeep 4WD yang menjemput kami di hotel. Fyi, sewa jip 800rb (tahun 2016) untuk durasi selama 10 atau 12 jam -saya lupa tepatnya- lengkap dengan sopir. 

DSCN1741.JPG

Sah? Sah!!

Bandealit ini terletak di sebelah selatan kota jember. Perjalanan kami dimulai dari hotel yang terletak di kecamatan kaliwates, menuju kecamatan ambulu, kemudian perjalanan berlanjut dengan memasuki perkebunan karet selama sekitar 1 jam, Menyusuri jalan setapak yang bergeronjal membuat badan bergoyang ke segala penjuru, kanan, kiri atas dan bawah hahaha. Unforgettable. Anak-anak riang. Saya gembira. 😁

DSCN1743.JPG

Hamparan pohon karet

20161226_115539

“Hayati lelah, sender dulu boleh ya?!”

DSCN1747

Keluar dari kebun karet the truly journey begin. Untuk pertama kali kami menjelajah hutan. A real jungle. Menyenangkan sekali. Menerobos hutan yang kanan kirinya pepohonan entah berusia berapa tahun. Menyaksikan monyet bergelantungan diantara dahannya. Melewati sungai. Terbentur atap jip karena melewati jalan yang aduhai gronjalannya, badan terhempas kesana kemari. Sungguh ‘sesuatu’. Belum lagi saat melihat binatang liar yang melintas didepan mobil yang kami naiki dan melihat langsung bunga raffesia dan anggrek yang tumbuh liar. Jadi bener ungkapan “Travel is the only things you buy that makes you richer”

here we go…

20161226_145438

20161226_140740.jpg

20161226_135008.jpg

 

DSCN1766.JPG

Setelah tiga jam lebih perjalanan, terhempas debu jalanan marilah kita merayakan sukacita dengan basah-basahan dan panas-panasan.

Ini pantai beneran keren. Aksesnya yang ga gampang dilalui kendaraan ‘biasa’ membuatnya tidak banyak pengunjung. Sepanjang kami menghabiskan waktu disana hanya ada dua mobil termasuk mobil yang kami sewa. Dan beberapa penduduk lokal saja. Anak-anak puas bermain air dan pasir.

Berat rasanya menyudahi perjalanan itu. Betaah banget. Tapi yang namanya hidup ada awal dan ada akhir. Saat mengawali sesuatu kita juga harus menyiapkan diri untuk mengakhirinya.

 

 

–Ta–

 

 

TRAVELING

It leaves you speechless, 

Then turns you into a

STORYTELLER

Ranu Klakah Ketenangan Yang Mengundang Untuk Kembali

Kami sedang dalam perjalanan menuju Jember di suatu bulan di tahun 2016. Perjalanan kami yang kedua dalam tahun itu. Entahlah somehow Jember selalu ‘memanggil’ kami untuk kembali. Mungkin karena ada memori yang yang mengendap di benak atau karena rasa penasaran yang sangat untuk menjelajahi keindahan alamnya. Bukan rahasia bila tanah Jember menyuguhkan banyak destinasi wisata yang wow. Watu ulo, Papuma, Pantai Bandealit adalah sedikit dari pesona alamnya –Baca disini Menjejakkan Kaki di Kota Kenangan (1)

Ranu Klakah nama sebuah danau di kota Lumajang, tepatnya di desa tegal randu kecamatan klakah. Sangat mudah di jangkau dengan kendaraan pribadi. Danau Klakah atau Ranu Klakah ini (ranu=danau) memiliki luas 22 hektar dengan kedalaman 28 meter berada di ketinggian 900 meter diatas permukaan laut membuat udara di sini terasa sejuk.

DSCN1710.JPG

Penduduk setempat sedang memancing di danau

Saat itu gerimis, banyak pengunjung yang duduk di gazebo menggelar bekal  dan makan bersama. Anak-anak yang semula asyik bermain ayunan dan berlarian kesana kemari kemudian berteduh di tempat-tempat yang tersedia. Seorang penjual bakso menjajakan dagangannya disekitar tempat parkir. Tak menunggu lama masing-masing ditangan kami semangkok bakso panas yang sungguh aduhai nikmat di santap ditengah suasana gerimis.

Kami memutari danau dengan sebuah speedboat sewaan. Tersedia juga perahu berbentuk bebek yang bisa dinaiki rame-rame dengan pengunjung lain.

20161225_133858

Di dek, menunggu speedboat disiapkan. Auh ah Gelap fotonya hahaha

P_20170128_092710.jpg

Peta ini di berikan pada saat membayar loket masuk ke danau

Jpeg

Saat dilipat sangat handy

Saya harap tulisan saya cukup bisa ‘memprovokasi’ kalian untuk datang dan merasakan sendiri syahdunya sore hari diatas speeadboat mengelilingi ranu klakah. Masih ada beberapa hari sebelum menjelang 2018. Go grab your backpack!!

 

–Ta–

 

 

Bangkalan, Mampirlah Ke Bukit Jaddih

Welcome to Bangkalan, Tanah Madura, pemilik tradisi Toron. Toron merupakan istilah lokal untuk menyebut kepulangan orang Madura dari tanah rantau. Masyarakat Madura yang merantau biasanya berbondong-bondong toron saat hampir menjelang Idul Fitri. Ada tiga momen yang biasanya mendorong mereka melakukan toron, yaitu menjelang Lebaran Idul Fitri, Idul Adha, dan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Toron, kita sebut juga Mudik. Baca lengkapnya di Toron.

Beberapa waktu lalu Bangkalan “mengguncang” pecinta kuliner. Yup masakan berjuluk Bebek Sinjay tiba-tiba mencuri perhatian, menyedot pelancong -tssahh bahasa saya- dari berbagai penjuru tanah air untuk datang ke Bangkalan merasakan nikmatnya bebek goreng, yang disajikan dengan nasi hangat dan sambel pencit (=mangga muda). Beneran endess. “Loe bakalan lupa sama segala macam masalah hidup loe sejak suapan pertama sampe terakhir”. Cuma setelah itu ya inget lagi, plus masalah kolestrol. Hahaha. Nothing compares lah kata tante Sinead O’connor. Juara dunia enaknya.

Belum pernah cicipin endesnya bebek sinjay??? Hidup kalian belumlah lengkap. Eh tapi no worry sekarang makan Bebek Sinjay ga harus ke Madura. Kalian bisa menemukannya di : Sidoarjo tepatnya di daerah Ponti (dekat GOR Delta), kemudian di frontage road jalan A. Yani Surabaya, di Jl Dharmahusada Surabaya juga ada, trus ada juga yang di bypass malang-pasuruan. Nah untuk dine-in alias makan ditempat warung yang di bypass lah yang paling nyaman.

Nah, yang sekarang mau saya ceritain adalah saat berkunjung ke gunung kapur yang berada kurang lebih 20 menit dari suramadu. Namanya Bukit Jaddih. Berupa gunung kapur berwarna putih yang terletak di desa Jaddih. That’s why namanya bukit jaddih.

Akses menuju tempat wisata ini cukup bagus, tapi tidak terlalu lebar. Saat sedang berpapasan dengan kendaraan lain kita harus mengurangi kecepatan. Suguhan pemandangan sawah di kiri kanannya sejuk dimata. Kalo kalian kesana pada hari biasa mungkin akan sering berpapasan dengan truk pengangkut bongkahan batu kapur.

Karena saya berkunjung bertepatan dengan liburan panjang, jadi ramai sekali. Saya kesulitan menemukan spot foto bukit kapur tanpa adanya pengunjung. Disetiap Sudut dipenuhi pengunjung.

DSCN1903.JPG

Danau Biru, Di danau ini kita bisa menyewa rakit dan berkeliling danau

Danau itu sebenarnya berwarna hijau, kemudian saya teringat. Orang Madura kalo mengatakan hijau adalah biru. Hehe. So hijau ato biru tidak perlulah berdebat. Haha.

img-20170430-wa0026.jpg

“Kudanya bau” kata Gendis. Haha

IMG-20170430-WA0008

Ahhay Inilah kami, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. berangkat dari suramadu, pulangnya lewat kamal. Asiiikkk.

Tarif sewa rakit untuk berkeliling danau adalah 5000 rupiah per orang. Dan beruntung kami dapat pengayuh rakit yang orangnya ramah. Dia yang berinisiatif untuk mengambil beberapa foto kami sekalian mengarahkan gaya. Ada foto yang kami berempat “diarahkan” untuk menunjuk kesalah satu sisi bukit seperti pose pahlawan bertopeng di serial Sinchan. Haha, tapi biarlah itu kami pajang di ruang keluarga saja (sok arteesss, supaya penggemar kepo).

Itulah getaway singkat kami kemarin. Dan pengalaman bukit Jaddih kami tutup dengan menyantap sebungkus bebek goreng sinjay lengkap dengan jerohan dan sambal pencit, di dalam mobil dengan pemandangan bukit kapur. Duuuuhhhh saya ngiler lagi ini.

Next posting saya mau cerita khusus Bebek Sinjay ya. Biar kelian makin ngiler *kabooor

 

 

-Ta-