I’m Coming Back

Happy New Year! Hari ke-10 di tahun 2020. Sudah memulai resolusinya belum? Hahaha. Buat saya masih tetap sama, menjalani hari-hari sebagai manusia multi peran, ya ibu, ya istri, ya anak, ya bagian dari kehidupan sosial bertetangga, ya penikmat makanan manis, ya pemburu diskon wkwkwk, dll. Resolusi tahun ini cuma satu. Memperbaiki beberapa hal. *big smile.

Beberapa hal itu adalah, Prioritas alokasi budget. Setelah sedikit terpaan angin beliung di dua tahun terakhir, sekarang saatnya kembali beres-beres. Betul, that’s why judul postingannya seperti diatas. Kemudian perlahan mengembalikan pola hidup. Banyakin yang manfaat.

Tahun ini adalah tahun harapan, tahun awal dari akhir, tahun semangat, tahun kebangkitan kembali, Namun, perjalanan memang seperti itu adanya, pengulangan dari tangis dan tawa. Orang tua berkata seperti ini, “hidup itu tidak semakin mudah, namun kita yang semakin kuat.”

Timeline twitter di ramaikan dengan berbagai hestek menarik di penghujung tahun. mulai skandal Garuda hingga banjir yang melanda ibukota. Saya pribadi tidak terlalu paham keduanya. Garuda? No comment. Best wishes for Indonesia. Banjir? ilmu cuaca yang saya pahami hanya yang berkaitan dengan isi dompet. Itupun seputar kering di tengah dan akhir bulan serta basah di awal bulan.

Dan yang ter-shocking adalah berita tentang salah satu mahasiswa Indonesia di Inggris yang terlibat kasus hukum. Saya tak akan membahas detail. Saya berharap segala sesuatunya bisa berakhir baik bagi semua.

Hidup sejatinya adalah buah dari pikiran dan perbuatan kita. Berpikir dan berbuat baik akan menghasilkan hal-hal baik. Begitupun sebaliknya, pikiran dan perbuatan buruk menghasilkan hal-hal buruk.

Tulisan ini sebenarnya sudah mulai saya tulis di hari kedua, tapi entah selalu tertunda tekan publish. Kebanyakan mikir sih! Sekali lagi saya ucapkan SELAMAT TAHUN BARU. SELAMAT MERAIH MIMPI.

ilustrasi

-Ta-

Image

Tantangan 10 Tahun

Aku sempat ngulik koleksi foto lama juga demi ikutan trend. Tapi karena satu dan dua hal, ditambah berasa engga banget untuk ikutan, aslinya sih karena ga nemu foto yang kece hahaha, jadinya sampe sekarang ga ada feed aku di IG tentang #10yearschallenge.

Sampai kemudian beberapa hari lalu aku baca blog post yang nongol di timeline. Oke juga idenya alih-alih pake foto, kita bisa pake tulisan untuk menggambarkan perjalanan 10 tahun kita. 

2009. Boleh dibilang ini tahun merupakan next chapter of my life. Setelah beberapa bulan sebelumnya dilamar kekasih, kamipun menikah. Teman kantor, udah lama kenal, cuma semriwingnya baru-baru aja. Hahaha. Anak pertama kami lahir di penghujung tahun.

2011. Kebeli mobil. Anak kedua lahir. Kejar setoran. Umur udah ga unyu-unyu lagi macam girlband korea.

2014. Traveling pertama ke luar negeri berempat. Anak-anak masih imut, lihat foto paspor mereka aja gemes.

2015. Kebeli rumah. Alhamdulillah.

dsc_0910

Perjalanan sepuluh tahun yang mulus dan bergeronjal udah terlewati. Hitam dan putih silih berganti. Dan seiring bertambahnya bilangan kebersamaan, harapanku makin kesini makin berwarna cerah. Aamiin.

Nah sekian #10yearchallenge versiku. Kalaupun tidak sah untuk menjadi #10yearschallenge (karena ga pake foto diri hahaha) paling tidak cerita ini sebagai pengingat sepuluh tahun pernikahan. Eaaa..

Apa #10yearchallenge kalian?

 

-Ta-

Sudahkah Kita Bersyukur Hari ini?

Pagi tadi, setelah anak-anak berangkat sekolah, saya duduk di teras belakang berteman secangkir white coffee. Tangan kanan mengutak-atik smartphone membuka aplikasi social media. Scroll up, scroll down melihat beberapa feed pesohor yang saya follow. Beralih ke sosmed satunya, saya berhenti untuk membaca komentar sepupu saya mengenai foto yang menampilkan ibu-ibu memakai kaos bertuliskan #2019 ganti presiden sedang berdemo. Kemudian tertawa menyadari preferensi politiknya.

Membaca beberapa twit, saya berhenti pada satu twit dari akun ‘menulis’ yang saya follow, begini bunyi twitnya :

Mari Menghitung Sukacita.

Apa yang membuatmu bahagia hari ini?

Saya buka tautan komentar twit tersebut, penasaran dengan apa yang ditulis para followernya. Beragam, ada yang menulis bahagia karena sudah berhasil mencoba resep masakan, bahagia karena selesai membantu orang tua memanen hasil kebun, ada juga yang bahagia karena selesai ber video call dengan keluarga yang sedang jauh, ada yang berbahagia karena nilai UAS nya bagus, ada juga yang bahagia karena sudah bisa tertawa lepas mengobrolkan hal-hal sederhana, mengobrol dengan seseorang yang duduk disebelah waktu naik pesawat, bahagia karena habis makan banyak dan gratis daaaan banyak lagi bahagia lain yang tertulis di kolom komentar itu.

Saya diam sejenak, membayangkan tulisan-tulisan yang baru saya baca. Saya tergiur untuk mengkoleksi kebahagiaan dan syukur saya juga. Salah satunya, saya bahagia pagi ini bisa duduk di teras belakang rumah, menyesap kopi putih dan membaca twit tersebut yang kemudian mengajak orang lain untuk mensyukuri kebahagiaanya melalui posting ini.

Selamat Pagi. What are your grateful for today? 

 

 

 

–Ta–

Libur Akhir Pekan

Mumpung hari minggu, yuk ah kita nulis kegiatan favorit klo pas libur weekend. Libur akhir pekan -sabtu dan minggu- itu pastinya sangat dinanti ya. Untuk sebagian orang waktunya leha-leha alias leyeh-leyeh, untuk sebagian lagi waktunya beberes rumah, yang lain bilang waktunya me time, yang lain lagi waktunya jalan-jalan mengeksplore tempat wisata.

Kalo kalian ??

Weekend ini saya sedang (ingin) dirumah saja. Sejak sabtu kemarin saya habiskan waktu dengan membaca cerita-cerita di aplikasi Wattpad, kalo sedang pas kita bisa dapet cerita yang bagus dan keep reading sampai selesai. Hehehe. Klo engga ya tinggal lompat ke judul yang lain. Banyak banget pilihannya.

Pagi hari saya dan anak-anak kompak bangun siang hahaha. Kalo biasanya setengah lima udah bangun dan grabak-grubuk siapin sekolah de el el. Klo libur gini emang waktunya nurutin ego untuk bangun siang. Setelah sarapan trus beberes rumah. Anak-anak udah mencar masing-masing muterin komplek perumahan naik sepeda, main sama kucing juga. Siangnya ada temennya si adik yang main ke rumah. Temen sekolah yang rumahnya sekomplek sama kita.

Setelah makan siang kita semua take a nap. Banyakin tidur deh ceritanya kemarin itu hahaha. Mumpung liburaaan yak. Kumpulan tenaga -juga rupiah- untuk jalan-jalan lagi 😁.

Sorenya saya pergi bersama anak-anak ke toko peralatan olah raga air di pusat perbelanjaan didekat rumah. Dapet rekomendasi tokonya dari seorang teman. Koleksinya lumayan bagus dan banyak pilihan. Harganya jauh lebih affordable kalo dibanding dengan merk ternama seperti Sp***o, tinggal kita uji kualitas bahannya setelah beberapa kali pakai. Si kakak akan ada kegiatan outbound hari kamis depan.

Selesai membeli keperluan kami keliling pertokoan. Hehehe even anak-anak pun butuh cuci mata ya. Setelah puas, kita mampir beli es krim. Dimakan di mobil sambil nyanyi-nyanyi sepanjang perjalanan pulang. Simple ya?! itu aja udah bikin happy lho.

Selamat berakhir pekan

e557c5faf0b74f7dce1876be04ee3395.jpg

 

 

 

 

–Ta–



 

 

 

Menghitung Mundur Menuju 2018

Hari ini adalah tanggal terakhir di 2017. Terlalu common klo saya bilang “ga terasa ya udah setahun lewat, atau lah udah mau ganti tahun nih goals saya belum tercapai, atau duabelas bulan udah lewat ya cepet banget, de el el”.  Sering kan kita denger kalimat itu dari sekitar? Atau kita juga salah satunya? Hehehe..

Buat saya pribadi 2017 merupakan tahun pendewasaan, titik awal menjadi pribadi yang baru setelah rentetan kejadiaan yang terjadi beberapa tahun belakangan. Berat ya kalimatnya!? Mengandung curhat *mringis.

Keputusan untuk stay di dalam kota saat libur lebaran 2017 bukanlah tanpa alasan. Waktu itu mama saya bilang kalo kondisi papa tidak baik. Beberapa acara yang telah disusun serta merta kami batalkan, seperti reuni keluarga besar, berlibur, dan tentu saja jalan-jalan dadakan tipis-tipis.

Beberapa hari menjelang lebaran kami selalu berkumpul di rumah mama. Saat itu akhirnya tiba. Lebaran hari ke-3, raga papa pergi untuk selamanya. Tetap saja itu berita yang mengejutkan walaupun beliau sakit sudah bukan hitungan bulan namun, kehilangan anggota keluarga bisa jadi pukulan telak.

Kami tidak mau larut dengan ratapan. Kami tidak mau menganggap ini kesedihan, pun bukan juga kebahagian. Lebih pada pengingat, tugas papa memang sudah selesai di dunia ini. Kami akan melanjutkan hidup, berbahagia dengan kenangan yang sudah tercipta. Goodbye Pa, See you in heaven.

Beberapa momen di 2017

Bukit Jaddih salah satu pengalaman berkesan. Teriknya yang aduhai sepadan dengan foto-foto yang instagram-able.

Cerita tentang bukit jaddih baca di Bangkalan, Mampirlah Ke Bukit Jaddih

Belum lengkap masa kecil anak-anak zaman now kalo belum berkunjung ke Museum Angkut ;D

Disinilah nanti kita akan kembali. (no need caption)

Kegiatan anak-anak

melancong tipis-tipis bukti eksistensi warga metropolitan wkwkwk

Selamat Tahun baru untuk semuanya semoga kita menjadi pribadi yang baik di 2018. Goal saya banyak untuk tahun depan and I’ll keep for myself aja. Satu yang bisa saya bocorin adalah saya pengen bisa menulis lebih banyak, lebih sering dan lebih baik. Aamin.

Sekian dan terima kasih. Milihin foto ternyata melelahkan. Saya butuh es teh. Sampai jumpa di 2018.

 

–Ta–

 

 

Sepertiga Akhir Bulan

Semalam mami memelukmu nak
Seperti juga malam-malam sebelumnya
Memelukmu saat kau terlelap adalah kedamaian tak terbantahkan
kaulah kebahagiaan
kaulah harapan
kaulah penguat disaat lemah
Doa mami agar kau tumbuh menjadi insan bahagia
Karena jiwa yang bahagia adalah,
sebenar-benar obat dikala tanggal tua
-Ta-

Be Happy

Berdua saja dengan si mbak, suami udah berangkat dari subuh karena musti terbang ke luar kota dan anak-anak sudah berangkat sekolah saya anter jam setengah delapan tadi. Saya masih mondar-mandir ke depan rumah dan belakang, kemudian ke atas ngobrol dengan si Mbak yang sedang bersih-bersih. Masuk dapur, sesekali balik ke ruang depan mencuri-curi melihat Channel TV yang sedang saya tonton sambil lalu. Rutinitas pagi.

Sekarang saya sudah bisa duduk, without any distraction of kitchen matter. iPad diatas meja didepan saya. Sudah lebih dari sebulan sejak posting terakhir saya. Untuk itu saya merasa berhutang. Saya mulai mengetik sederetan kata menjadi kalimat. I am enjoying my solitude. Sesekali saya membalas message yang masuk di inbox saya. Menulis adalah salah satu me time saya. Kegiatan penyeimbang supaya saya tetap pada “frekuensi” mood yang baik. Jadi meskipun sehari-hari saya dirumah, saya tetap mempekerjakan asisten untuk handle beberapa pekerjaan rumah tangga. Dengan begitu saya punya banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang bisa membuat saya menikmati hidup, salah satunya menulis. Hidup itu dibawa happy aja. Harus itu. Bahagia bukan lantaran apa dan siapa. Bahagia karena saya mau hidup saya bahagia. No matter what. Tidak ada yang lebih bertanggung jawab atas kebahagiaan kita, kecuali kita sendiri. So don’t blame anybody else for your unhappiness. 

Beberapa hari lalu, untuk kesekian kalinya saya baca posting yang berseliweran di wall yang isinya mengeluh, bersedih, merasa tidak beruntung dll, yang menghasilkan “frekuensi” negatif bagi pembaca lebih-lebih si empunya posting. Masih ada ya orang-orang yang berkeluh kesah di sosmed. Menulis untaian kalimat sedih dan tidak puas lengkap dengan segala caci maki seolah dia adalah makhluk paling tak beruntung di jagat ini. Menurut saya orang-orang seperti ini punya bakat menulis dan berekspresi. Cuma khilaf dalam menyalurkan hehehe. Coba kalo kalimat itu diketik dan di print di atas kertas A4, diberi judul dan di kirim ke publisher mungkin bisa rilis jadi novel ato cerpen dan dapet honor. Jadinya positif.

Bahagia setiap individu beda-beda lho, jangan di sama ratakan, Ada yang bahagia hanya dengan makan bakso, ada yang engga. Ada yang senang  bukan kepalang karena berat badannya susut 1 kilo, kemudian dirayakan dengan makan coto Makassar dan es Palu Butung, pulang ke rumah, timbang badan dan menangis bombay karena bobotnya naik 1,5 kilo, sapaaaa hayooo??!! 😜. Kita sendiri yang paling tau apa yang bikin kita berada di mood bahagia. Kenali bahagiamu dan raihlah. Mau gimana pun kondisinya hashtag nya adalah be happy. Setuju???? Udah setuju aja!

Sedih senang itu berjalan beriringan. Masalah dan solusi itu karib. Semuanya punya peluang membuat diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. Selamat berbahagia perempuan Indonesia.

#Lanjut nyemil kacang atom….. 

 

Ismen, may 9, 2016