Ke Museum Mpu Tantular Yuk!

Hello there, how’s life?

Kapan terakhir kalian mengunjungi museum? setahun lalu? lima tahun lalu? sepuluh tahun lalu? ato bahkan tigapuluh tahun lalu? Hahaha iyes saya paham sebagai generasi jaman now, selfie di mall ato cafe dirasa lebih kekinian dan instagram-able ya?!

Hari minggu kemarin saya dan keluarga pergi mengunjungi museum di Sidoarjo. Museum Mpu Tantular tepatnya. Museum ini semasa awal didirikan tempatnya berpindah-pindah, namun semenjak 2014 berlokasi di Jalan Buduran Sidoarjo.

Saya ingat, duluuu sekali saat masih sekolah dasar saya bersama teman-teman sekolah mengunjungi museum ini. Yah semacam outdoor learning gitu lah disebutnya di sekolah si bocah. Dulu tempatnya masih di Jalan Raya Darmo Surabaya. Itu kira-kira diawal tahun 90-an. Hihihi.

Keinginan untuk mengunjungi (lagi) museum adalah saat si adek yang di TK ada kegiatan field trip bersama sekolahnya. Dan saat pulang, dia bercerita seru tentang pengalamnnya melihat koleksi yang ada di museum, dan memberi makan rusa di halaman museum. Dan cerita itu berhasil membuat kakak kepo hehehe.

20180204_101916

Ga tau kenapa papan penunjuk parkirnya ada dua. Hahaha temukan perbedaannya

Kami tiba di lokasi sekitar jam 11. Cuaca cerah saat itu cenderung terik. Tempat parkir hanya ada satu dua mobil. Beberapa pengunjung kemudian datang bersamaan dengan kami. Lokasi museum ini sendiri dekat dengan beberapa sekolah seperti SMA 1, SMK 3, dan beberapa sekolah dasar. Menempati area yang luas dengan suasana yang hijau dan asri. Banyak pohon untuk berteduh dan taman-taman yang menghiasinya.

Beberapa gambar yang saya ambil di halaman museum sebelum kami memasuki area indoor sbb:

20180204_101930

Si bapak itu semoga saja bukan sedang foto kemudian kecebur yaak hihihi

Pada saat kami datang air mancur itu baru saja dinyalakan rupanya bapak tsb selesai melakukan perawatan dan pembersihan. Senang rasanya tempat-tempat edukasi begini dirawat dengan baik.

Cikal bakal berdirinya Museum Negeri Mpu Tantular adalah didirikannya lembaga kebudayaan Stedelijk Historisch Museum Soerabaia oleh Godfried Hariowald von Faber, seorang warga Surabaya berkebangsaan Jerman, pada tahun 1933, yang kemudian diresmikan pada tanggal 25 Juli 1937.

20180204_102022

Berdiri di salah satu spot halaman museum

20180204_102334

Patung-patung ini disusun berdasarkan arah mata angin. Pose telapak tangannya pun berbeda-beda disesuaikan dengan maknanya.

20180204_102143

Bocah backpacker ala candid hihihi

Senang sekali berkunjung ke museum, strongly recommended sebagai alternatif liburan keluarga. Anak-anak excited sekali bertanya ini dan itu terutama mengenai patung-patung. Seperti pertanyaan si adek mengenai patung Siwa yang di gambarkan  bertangan delapan dan patung Ganesha dengan wujud manusia berkepala gajah. Dianjurkan orang tua untuk belajar dulu sebelum mengajak anak-anak kesini ya. Supaya sedikit punya gambaran dan bisa memberi penjelasan apabila anak-anak mengajukan pertanyaan hihihi.

20180204_102511

Welcome. Beli tiket masuk dulu ya

Nah ini kita mulai masuk di area indoor nya. Tapi sebelum berkeliling menikmati koleksi kita beli tiket masuk dulu ya. Untuk dewasa 4000 rupiah per orang, untuk anak-anak 3000 rupiah per orang saja.

20180204_102500

Papan Informasi

Papan informasi ini letaknya disebelah kanan meja penjualan tiket tadi. Bentuknya besar sehingga semacam penyekat ruangan karena dibalik papan itu tertata juga beberapa koleksi museum. Selesai membayar tiket kita bisa langsung berkeliling tuh, pertama kalian akan disambut oleh koleksi Prasejarah. Didalam etalase kaca akan ada beberapa koleksi tulang-tulang dan tengkorak manusia.

20180204_102802

ini adalah salah satu perlengkapan upacara memanggil hujan. Nah saya lupa detail informasinya. Untuk pastinya kalian langsung kepoin kesana ya hihihi

 

20180204_102707

Koleksi yang terdapat di ruangan ini pastinya sangat berharga ya

Menempati ruangan sekitar 5x5m ruangan ini layaknya sel dilengkapi dengan jeruji besi. Dari luar terlihat koleksi perhiasan dan keris.

20180204_103052

Di belakang saya adalah sebuah fosil kayu

Itu beberapa koleksi yang saya abadikan yang terletak di lantai 1 gedung museum. Beberapa koleksi lain yang bisa kalian amati adalah alat-alat musik, senjata api, ada juga beberapa peninggalan rumah tangga seperti meja rias dan lemari.

20180204_103751

Terdapat beberapa kursi seperti ini di ruangan museum. Kalau capek silahkan beristirahat dulu.

Melanjutkan perjalanan ‘waktu’, naik kelantai 2 kalian akan disambut oleh koleksi ilmu pengetahuan alat-alat teknologi. Dilantai ini di pajang beberapa koleksi seperti radio, transistor. Saya ngebayangin klo saya ajak almarhum eyangpapa-nya anak-anak kesini pasti senang sekali. Saya jadi melow.

Disini juga dipamerkan kerangka paus paruh angsa. Gede banget. Kebayang deh gimana ukuran sebenarnya pas belum jadi kerangka. Buruan kesini untuk lihat sendiri seberapa besarnya ukuran kerangkanya.

20180204_105129
Yang ujung kiri itu sepeda motor hehehe dan yang paling kanan adalah sepeda. 
20180204_105145.jpg

Ini  adalah kecapi, akordeon dan apa tuuh lupa yang paling kanan hahaha

Selesai dari lantai dua kami turun untuk menuju pintu keluar. Oiya untuk memandu pengunjung supaya memungkinkan melihat semua koleksi museum terdapat petunjuk gambar anak panah yang ditempelkan di dinding. Kalian tinggal mengikuti saja. Sayangnya sekali tidak ada pemandu manusia yang bisa menceritakan asal-usul dibalik koleksi-koleksinya. Iya benar setiap koleksi dilengkapi dengan penjelasan tertulis. Tapi somehow diceritain langsung lebih marem menurut saya.

20180204_114704

Tempatnya luas dan asri

Saya berseloroh dengan suami, klo anak-anak butuh ruang luas untuk berlari-lari dan mengeksplor lingkungan kita bawa kesini aja. Bisa sekaligus bermain, olah raga dan belajar, daripada ke mall -berkaitan dengan budget juga- hahaha

20180204_114749

Mari berfoto dulu supaya sah.

Yuuk belajar sembari bermain ke Museum Mpu Tantular, mumpung liburan nih. Semoga cerita ini bermanfaat untuk kalian yang berencana berkunjung ya. Ketemu lagi di cerita kami selanjutnya. Terimakasih sudah mampir.

 

Tempat: Museum Mpu Tantular

Alamat : Jl. Raya Buduran – Jembatan Layang, Jl. Raden Moh. Mangundipi, Siwalanpanji, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61252

Buka : Senin-sabtu : 9.00wib-15.00wib, Minggu: 9.00wib-14.00wib

HTM : Anak-anak Rp.3000, Dewasa Rp.4000

 

 

-Ta-

 

 

Sumber Maron Sebuah Sensasi Bermain di Sungai

sumber-maron-by-wong-alaz-IG-i-love-malang-e1452302278679.jpg

Credit Pic: Google

Minggu kemarin kami sekeluarga berlibur ke luar kota. Tujuan kami adalah tempat wisata berjuluk Sumber Maron yang terletak di perbatasan Gondanglegi-Kepanjen Malang. Menurut tukang parkir yang juga warga setempat, tempat ini mulai dikomersilkan semenjak 6 tahun lalu. Dan resmi menjadi destinasi wisata para pelancong.

Tempatnya mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi. Petunjuk-petunjuk nya juga mudah diikuti. Jika kalian berangkat dari kota Malang, perkiraan perjalanan adalah satu jam ke arah selatan. Selama perjalanan jangan khawatir bosan. Pemandangan serba hijau dari hamparan sawah akan menemani kalian. Atau, kalian bisa manfaatkan untuk tidur. karena begitu sampai destinasi kalian akan butuh stamina prima untuk menjajal sensani ber-arung jeram di sungai.

Begitu sampai disana kalian akan diarahkan untuk parkir kendaraan. Tempatnya nyaman dengan atap-atap yang disediakan agar kendaraan yang diparkir tidak terekspos sinar matahari secara langsung. Setelah itu kita akan berjalan melintasi sungai dengan jembatan, terdapat loket pembelian karcis masuk. Kemarin kami berempat dikenai biaya masuk 10,000 rupiah dengan rincian dewasa 3,000 per orang dan anak-anak 2,000 per orang. Sangat terjangkau bukan?!

Begitu karcis sudah ditangan kami akan diarahkan untuk memasuki kawasan. Terpampang suasana pedesaaan yang alami. Sawah, kolam renang alam yang di renangi ikan warna-warni dan difungsikan sebagai tempat berenang anak-anak. Bayangkan kita bisa memberikan pengalaman pada anak-anak untuk berenang ditemani ikan. Sungguh bisa menjadi kenangan serta candu untuk datang lagi… lagi dan lagi.

Belum lagi sungai ber-arus sedang yang dimanfaatkan untuk ber-arung jeram bagi anak-anak yang belum diperbolehkan menjajal Songa atau wahana arung jeram “sungguhan” tapi walau ber-arus sedang, pengelola juga memberikan patokan safety untuk anak-anak yaitu diatas usia 7 tahun. Meskipun kenyataannya banyaaaaak anak-anak dibawah usia itu yang saya lihat bermain di sungai dan berarung jeram walaupun memang tandem dengan orang dewasa.  Pada akhirnya urusan keselamatan tergantung dari pribadi masing-masing.

Untuk track arung jeram sendiri lumayan memacu adrenalin. Di beberapa spot dijaga orang yang bertindak layaknya lifeguard karena biasanya disitu ban karet sewaan cenderung mudah terbalik karena tertabrak batu atau akar pohon. Teriakan seru dan tawa riuh rendah terdengar dari para pengunjung. Ditengah-tengah track arung jeram kita akan disuguhi air terjun mini yang tingginya tidak lebih dari 5 meter dengan kemiringan 60 derajat. Banyak pengunjung yang berfoto dilatar belakangi air terjun tsb.

Secara keseluruhan sungai itu dangkal hanya sebatas betis dan lutut orang dewasa tapi karena arusnya yang lumayan deras dan dasar sungai yang berbatu dan licin tetap saja kehati-hatian sangatlah ditekankan belum lagi batu-batu itu bisa melukai kaki apabila tidak hati-hati melangkah. Saran saya pakailah alas kaki yang nyaman yang mampu melindungi kaki dari kerikil tajam namun tetap aman saat dipakai di dalam sungai.

IMG-20180113-WA0032

Saya dan anak-anak berfoto di air terjun mini. (Credit Pic : koleksi pribadi)

Ban yang dipakai berarung jeram adalah berkapasitas 1 orang per ban dan maksimal 2 orang (1 dewasa 1 anak). Saya kemarin sewa tiga ban. Sayang sekali kami tidak sempat mem-videokan saat kami ber-arung jeram. Akan menjadi kenangan yang manis tentunya. Satu-satunya cara, kami harus kembali lagi kesana. Hehehe.

Jangan khawatir kelaparan ya selama bermain di sana di sepanjang tepian sungai itu berjajar warung-warung yang menyediakan makanan seperti mie instan, pentol atau sempol ada juga gorengan seperti menjes dan tahu petis. Buat pecandu kopi tenang saja warung-warung tsb juga menyediakan kopi sachet yang siap diseduh air panas dan dinikmati setelah puas berbasah-basah di sungai.

Bagaimana dengan tempat mandi atau bilas dan tempat penitipan barang selama kita bermain air? Tenang! warung-warung itu juga dilengkapi dengan kamar mandi dan locker. Rupanya pengelola sudah memikirkan hal tersebut. Namun semuanya dengan design sederhana ala pedesaan ya.

20180113_161922

lihat saja pemandangan dibelakang saya, asri bukan? (Credit Pic: Koleksi Pribadi)

20180113_162138

Soldier Pose Hahaha (Credit Pic: Koleksi Pribadi)

20180113_162120

Keriaan anak kota ketemu sungai Hihihi (Credit Pic: Koleksi Pribadi)

Begitulah sekelumit cerita weekend kita di Sumber Maron minggu lalu. Semoga bisa ‘mempengaruhi’ kalian untuk berkunjung juga ya. Ingat bawa tas plastik untuk baju basah dan minyak kayu putih ya!

Dan yang paling menyenangkan semua sensasi menyenangkan itu sangaaaat terjangkau. Untuk bahan perbandingan saja, kemarin saya kesana mengeluarkan biaya tidak lebih dari 100rb rupiah (Incl. karcis parkir, tiket masuk, sewa ban, sewa loker, sewa kamar mandi, kopi suami, minuman dan cemilan anak-anak, cemilan saya) Hihihi menarik kan? iya kaaan?

 

 

–Ta–

 

Libur T’lah Tiba…. Liburan Kemana Kita??

Penghujung tahun. Dua ribu tujuh belas tinggal dua minggu lagi nih. Hawa-hawa party old and new udah terasa ya. Ditambah lagi liburan sekolah yang sudah dimulai minggu ini. Hotel-hotel sudah gencar promo-in acara pergantian tahun. Beberapa tempat wisata juga sengaja menarik pelancong dengan promo-promo.

So guys sudah memutuskan mau pergi kemana liburan kali ini?? Kalo belum, saya ada beberapa alternatif  tempat liburan yang cocok untuk keluarga nih. Simak yak.

  1. Kita mulai dari dalam kota dulu, Kalian yang tinggal di kota Surabaya yang berhawa tropis ini akan berkesempatan merasakan dinginnya salju. Koq bisa? Hehehe bisa dong, karena di Grand City Mall ada acara ini . Catat tanggal and let’s feel the breeze.grandcity-28112017
  2. Masih di dalam kota nih traveller, sudah dengar ATLANTIS LAND? Itu adalah sebuah wahana bermain  termasuk didalamnya sebuat waterpark yang cocok sekali untuk getaway liburan sekolah, di daerah kenjeran. Tepatnya di Kenpark Baru.WhatsApp Image 2017-12-16 at 09.02.56.jpeg Katanya sih Atlantis Land ini menyebut dirinya sebagai Disneyland nya Indonesia. Manfaatkan masa liburan ini dengan datang di soft openingnya pada tanggal 23 desember 2017 besok. berikut HTM nya 100rb (weekdays) dan 125rb pada weekends. Untuk yang mau ekonomis lagi datang aja tanggal 20 desember membeli tiket untuk tanggal 23 karena diskonnya lumayan banget guys, Hanya dengan 75rb saja itu sudah termasuk free makan dan minum loh. Yuuk tunggu apalagi go grab the ticket, tapiiii hati-hati ya karena pastinya antrian membludak.
  3. Yuuk sekarang kita ke kota Malang, Kota di jawa timur yang sangat populer ini tidak pernah istirahat untuk terus menyuguhkan hal baru bagi penikmat travelling. Liburan tahun ini sebuah wahana baru resmi di buka. Yup betul sekali Jatim Park 3. Bagi penyuka Dinosaurus bisa coba masuk di Dino Park yang selama soft opening ini HTM nya ‘hanya’ 100rb saja dengan jam operasional mulai jam 11.00-17.30.
    the-rimba-jatim-park-3-batu.jpg

    Salah satu wahana di Dino Park (credit pic. FB Suzan Nita)

    Kesana yuuk liburan ini supaya ga penasaran. Denger-denger tarif soft opening nya terakhir tanggal 23 desember loh. Setelah itu berlaku tarif normal.

  4. Dan yang terakhir ini adalah salah satu favorit saya dan anak-anak. Saya ingat pertama kali kesana anak-anak langsung jatuh cinta dan merayu ayahnya untuk pindah rumah dekat situ. Hihihih. Yes tidak lain dan tidak bukan adalah HAWAI WATERPARK MALANG. Inget tanggalnya ya dan manfaatkan liburan kali ini dengan bermain ombak dan salju bersama keluarga tercinta. Selamat berlibur sampai jumpa di tahu 2018. Sehat dan sukses untuk kita semua.

            AP-Malang-Snow-Paradise-MLG-Copy

Ayoooo Sekolah

class-activitiesMengikuti anjuran Pemerintah untuk mengantar anak-anak di hari pertama mereka sekolah, saya dan suami bagi tugas. Ayah bagian mengantar si mbakyu dan saya mengantar si adek. Jauh hari, sebelum anjuran Pemerintah beredar saya sudah bilang ke suami kalo tanggal 18 Juli adalah tugas dia  mengantar si mbakyu di hari pertama sekolahnya. Yang kemudian, saya tau klo proses itu (anak diantarkan ayahnya) memberikan dampak positif secara psikologis pada anak.

Hari H tiba, karena jam masuk lebih pagi dari biasanya (waktu masih TK) otomatis bangun dan siap-siapnya juga lebih pagi, apalagi jarak tempuh dari rumah ke sekolah juga lebih jauh. Trik saya, beberapa hari sebelum hari H saya sudah biasakan untuk bangun lebih pagi. Dan malam menjelang hari H saya ajak mbakyu berdoa dengan permintaan khusus supaya dibangunkan Allah jam 5 pagi 😊. It’s work.

Begitu sampai, suami langsung update situasi sekolah: si mbakyu masuk kelas apa lengkap dengan foto daftar nama murid-murid nya, Foto saat si mbakyu sedang duduk di kursi barunya 😀 Juga ga luput dari jepretan, soal kostum yang dipake para pengantar yang didominasi ibu-ibu suami kirim pesan kaya gini:

Suami: eh btw fyi, ibu2 yg disini kerudungan kabeh lho… Mami jgn saltum nanti 😂

Saya: iya kerudungan pasti. Udah ada pengumumannya koq disekolah kudu kudungan.

suami: yawis, tapi ga usah panjang-panjang gamisnya. Ga ada pengumuman ortu harus ngepel lantai koq.

Saya: 😆😆😆

Hahaha, desye khawatir istrinya tampil metal di madrasah. Karena rencana kami semalem adalah setelah anter ke sekolah adek, saya cusss ke sekolah mbakyu supaya suami bisa langsung berangkat kantor.

Hari pertama, lancar Jaya kaya bus malem. Bangun pagi on track, mami ga saltum, ga juga jadi janitor seperti permintaan suami 😆. Ditambah lagi si mbakyu bilang seneng sama sekolah barunya.

Perkara machica mochtar dimana-mana. Dibawa adem aja. Kan yang punya anak bukan saya doang.

 

Pesawat Tempur

Ini salah satu rangkaian field trip sekolahnya anak-anak. Kali ini saya posting kegiatan mereka saat mengunjungi hanggar di Juanda. “Kita mau ke rumahnya pesawat lho mami”. Kata Ranu😊. Kegiatan itu diadakan pada hari Kamis minggu lalu. Seperti biasa pagi itu anak-anak diantar bapaknya ke sekolah. Setelah itu bersama teman-teman sekolahnya mereka berangkat ke Juanda dengan bis sekolah. Gendis dan Ranu terlihat semangat, lebih-lebih Ranu karena ga sabar mau lihat pesawat tempur. Hooray!!

Perjalanan menuju Juanda di iringi nyanyian khas rombongan murid TK hehehe. Orang tua murid yang ikut field trip berangkat dengan kendaraan pribadi terpisah dengan rombongan anak-anak. Dan sekali lagi saya memilih tinggal tidak mengikuti mereka. Saya tidak sabar mendengar cerita anak-anak tentang pengalaman mereka setibanya dirumah nanti.

image.jpeg

Didalam bus, perjalanan menuju Juanda 

image

Above: Angkat jempolnyaaa. Below: The aviation girls

image

Kiri: escal lagi nunjukin apa ya ke ranu, tapi ranunya lagi sadar kamera 😋. Kanan: pose ala boyband😄

image

Lunch break with runway view. Not happen everyday. Enjoy it kids

Thank you teachers it was a great experience for them. Thank you for the pics, for those I can use it into nice posting😍.

 

Gong Xi Gong Xi

Happy Chinese new year. Selamat datang Tahun Monyet Api.  Kebetulan shio saya monyet, Hihihi tapi ga tau monyet apa. Fyi, I was born in 1980. Kira2 masuk monyet apa ya??? Anyone? 😊

Karena anak-anak saya sekolah di sekolah nasional yang multi etnis, Imlek termasuk salah satu kegiatan yang diselenggarakan sekolah. Dan minggu kemarin kami seru-seruan di acara tsb. Iya, Kami wali murid diundang untuk turut memeriahkan acara. Kami diwajibkan mengenakan pakaian jibao atau Cheongsam atau at least pakaian dengan nuansa merah😁😁. Saatnya melongok ke lemari adakah baju dengan nuansa merah. Ranu, cek. Gendis, No. Mommy, No 😅. Hari H anak-anak seperti biasa di drop ayah di sekolah. Dan saya menyusul setelah memberi instruksi kepada ART saya tentang beberapa pekerjaan yang harus dilakukan karena saya akan tidak dirumah sampai siang nanti.

Acara dipandu oleh dua orang guru, yang pada permulaan acara memberi kuis seputar tradisi Cina, seperti apa arti warna merah pada perayaan Imlek yaitu bermakna kebahagiaan, kesuksesan. Beberapa kosakata dalam bahasa Mandarin juga ikut di kuiskan hehehe, seperti bahasa Mandarin halo, Apa kabar, selamat pagi, selamat malam. And lucky me, karena saya lahir di tahun monyet, maka kemarin saya dapat hadiah permen. Anak-anak perform tarian, nyanyian dan speaking mandarin. Fun. Multi etnis memang bukan hal yang terelakkan di masyarakat kita. Saling menghargai dan menghormati adalah kunci mutlak supaya kehidupan tetap berjalan harmonis. Selamat Tahun Baru Cina untuk teman-teman yang merayakan. Gong Xi, Gong Xi.🐒🐒🐒.

^^^^^^^Tulisan ini saya posting dengan iringan gendis ranu menyanyikan salah satu lagu Mandarin yang diajarkan di sekolah. Trust me saya ga ngerti blas saya hanya tertawa melihat polah mereka^^^^^

image.jpeg

Kiri: sambutan kepala sekolah MB I. Kanan: duo master of ceremony

image

Kiri atas: Ranu. Kanan atas: Gendis. Kanan bawah: Mandarin singing perform by PG & KG-A. Kiri bawah: mandarin dancing perform by girls of KG-B

image.jpg

Perform Mandarin conversation. I don’t get it even a single word 😜

image.jpeg

Lomba makan mie, kids feed their mommies using chopstick.

 

Naik kereta api tut tut tut

Aktifitas Field Trip sekolah Anak-anak Jumat lalu adalah naik kereta api. Program sekolah untuk mengenalkan salah satu moda transportasi massa. Jadi pagi-pagi Gendis dan Ranu berangkat sekolah seperti biasa, diantar bapaknya. Kemudian bersama dengan teman-teman dan guru-guru berangkat ke stasiun. Ranu saat itu terlihat yang paling exited, dia terus mengingatkan saya untuk membawa uang untuk tiket kereta 😄. Yea it’s gonna be first experience for him.

Saya membawakan bekal untuk anak-anak sebotol air minum dan roti yang lebih banyak daripada hari-hari biasanya. Supaya ga kelaparan di kereta hehehe. Ada beberapa wali murid yang ikut. Saya sendiri lebih memilih tidak ikut. Saya percayakan pada guru-guru dan untuk lebih melatih anak-anak berani dan mandiri.

Di kereta anak-anak punya pengalaman berinteraksi dengan kondektur. Karena menurut cerita Gendis dan Ranu, tiket dipegang oleh masing-masing anak dan mereka sendiri yang menunjukkan pada kondektur saat pengecekan tiket. That’s a good experience for them. 

Dan selama perjalanan mereka bernyanyi dan bermain dengan teman-teman. “Dan makan roti juga” kata Ranu. Sewaktu saya tanya seputar aktifitas mereka di dalam kereta.

image

Searah jarum jam: Gendis sedang berpose dengan sebagian teman-temannya, beberapa teman sekelas gendis dan juga Pak Sobiul seorang Polsuska, Ranu dan temannya saat pengecekan tiket kereta, dan foto murid-murid di hall sekolah sebelum berangkat ke stasiun.

They look very happy and have a great time on the field trip. And they are look forward to the next trip. I’m happy😊.

Mengingatkan kita orang tua bahwa pengalaman tsb juga penting untuk anak-anak selain ilmu menulis, berhitung, mengaji dsb.