Tips Berkemah Bersama Anak-anak

Holla. Hawa weekend nih -mata berbinar bayangin besok bangun siang- boleh dong besok kita ber-short getaway habisin receh di akhir bulan, hihihi. Tujuannya boleh dimana saja asal dekat, sabtu berangkat dan minggu sore udah sampe rumah.

Libur sekolah kemarin, saya dan keluarga berkemah di Bumi Perkemahan Kakek Bodo, Pasuruan Jawa Timur. Cerita lengkapnya silahkan meluncur ke sini Singkatnya beberapa teman menanyakan bagaimana seru dan tantangannya berkemah dengan anak-anak setelah melihat feed IG saya.

20180623_074312 (2).jpg

Saya jadi punya ide untuk berbagi beberapa tips berkemah bersama anak-anak. Berikut beberapa tips dari saya :

  1. Sehat dan Bugar
    First of all
    , pastikan semua anggota keluarga peserta kemah dalam kondisi sehat dan sixpack.
  2. Daftar Barang Bawaan
    Saya terbiasa membuat list barang bawaan saat akan bepergian dengan keluarga. Jadi tanpa terkecuali saat berkemah kemarin. Supaya terorganisir dan tidak ada bawaan yang terlewat. Ga perlu bawa perasaan ya apalagi perasaaan yang dulu pernah ada. Buset, ini tips kemping apa tips move on sih.
  3. Bawa Baju Hangat
    Ingatlah membawa baju hangat: selimut, jaket, kaos kaki. Puncak penurunan suhu biasanya terjadi menjelang shubuh atau lewat tengah malam. Kabut akan turun dan akan sangat terasa dingin. Terkadang lebih dingin dari tatapan ibu kos saat kita belum bayar kosan.
  4. Payung dan Jas Hujan
    Saat kabut turun bisa jadi gerimis juga datang -walo tak diundang- membawa payung dan jas hujan bisa jadi akan bermanfaat.
  5. Senter dan atau alat penerangan lain
    Karena saat matahari sepenuhnya terbenam situasi akan gelap gulita. Dan sebaiknya setiap orang membawa masing-masing, termasuk anak-anak. Buatlah api unggun selain untuk penerangan berguna juga untuk membantu menghalau hawa dingin. Selain itu rasanya kurang sah, kemping tanpa api unggun. Hehehe.
  6. Obat-obatan
    P3K wajib kami yaitu minyak kayu putih, minyak ban leng, panadol, diatabs dan bodrexin –mudah-mudahan di endorse produsen minyak kayu putih hahaha– Bisa ditambah dengan lotion penghalau nyamuk. Tapi pengalaman kami kemarin tidak ada issue gigitan nyamuk yang ada adalah gigitan hawa dingin.
  7. Bahan Makanan
    Mengajak anak-anak untuk menyiapkan/memasak makanan saat berkemah bisa jadi aktifitas yang menyenangkan. Saran saya bawa bahan makanan yang cukup dan mudah dimasak. Saya bawa mie instan cup, sosis, roti tawar, butter dan telur serta cemilan favorit anak-anak. Kemarin saya juga membawa nasi putih dan alhamdulilah tahan (tidak basi) sampai waktu makan pagi keesokan harinya. Next kemping udah kepikiran bawa bakso segala hahaha.
  8. Peralatan Masak
    Bawa alat memasak sederhana untuk merebus dan menggoreng.
  9. Tempat 
    Pilih bumi perkemahan yang tidak terlalu jauh dari kota tempat tinggal kita, agar tidak habis waktu di perjalanan, sehingga sampai tempat, anak-anak masih semangat untuk mengenal lingkungan sekitarnya.
  10. Tiba Sebelum Gelap
    Usahakan sampai di bumi perkemahan sebelum gelap. Apa sebab? Pengalaman saya, ini membantu anak-anak lebih mudah beradaptasi dengan sekitar. Setelah selesai mendirikan tenda dan setting ini itu, anak-anak bisa bermain mengeksplore sekitar, menghapalkan jalan menuju toilet, mengingat pohon mana yang akarnya berpotensi membuat langkah tersandung, daerah mana yang bahaya, tempat mata air dsb. Dan saat matahari tenggelam dan situasi berubah gelap mereka tidak takut, atau paling tidak meminimalkan perasaan takut karena gelap.
  11. Jangan terlalu lama
    Berkemah dengan anak-anak apalagi untuk kali pertama sebaiknya jangan terlalu lama. Semalam cukup. Tiba sore hari dan pulang sebelum siang keesokan harinya.

Sekian tipsnya, So parents, no ragu-ragu ajak anak-anak berkemah ya. Selain variasi liburan, berinteraksi dengan alam memiliki manfaat dalam tumbuh kembang anak-anak. Keterampilan mendirikan tenda, membuat api unggun, kerjasama tim itu adalah contoh skill yang sangat bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Happy Camping

 

–Ta–

 

Take nothing but pictures, leave nothing but footprints, kill nothing but time.”
-Aliyyah Eniath

 

Advertisements

Libur Telah Usai, Saatnya Kembali ke Sekolah

Selamat malam *nyengir lebar dan pala nyut-nyutan. Apa kabar mamak-mamak kece pejuang bekal? Tahun ajaran baru udah mulai. Hari ini awal masuk sekolah, untuk sebagian sekolah mungkin sudah mulai minggu lalu. Tahun ajaran ini G kelas 3 dan R  kelas 1 (dua-duanya masih SD) hihihi, masih imut ya?! Iyalah kan maminya juga masih imut *yang baca langsung muntah.

Hari pertama sekolah ini saya niatin untuk anter anak-anak sekolah, tujuan saya sih lebih untuk menemani R membiasakan dengan lingkungan barunya, Kalo G sudah mandiri saya udah ga khawatir. Sampai sekolah kira-kita jam 6.15 (jadwal masuk jam 6.45) udah ga dapet parkir, jadi scenario nya adalah saya drop mereka di depan gerbang dan lanjut mencari parkir agak sedikit jauh dari sekolah.

Saya : “mbak ndis, tolong anter adek ke kelasnya dulu ya. Pastiin itu kelasnya di cek di list yang ditempel di depan kelas ya?” 
G       : Consider it done, mommy.

Saya terharu hehehe sudah segede itu dia. Surprisingly si R pun dengan pedenya keluar mobil dan masuk ke sekolah tanpa saya temani. Proud of them. 

Setelah saya parkir kendaraan, saya berjalan ke sekolah dan langsung menuju kelas R, dari kejauhan saya melihat dia sedang berlarian dengan temannya. Good. Sudah dapat teman rupanya batin saya. Lanjut ke lantai dua melihat kelas G, dia sedang duduk di depan kelasnya dengan beberapa teman semasa kelas 2 dulu. Saya melihat kedalam kelas suasana masih sepi, lampu kelas malah belum nyala bahkan Homeroom teacher nya pun belum tampak.

Selamat kembali ke sekolah anak-anak mami. Be a good student, but the most important is, be yourself. 

 

Air Terjun Kakek Bodo

Sejauh yang saya ingat, pertama kali mengunjungi tempat wisata Kakek Bodo ini saat saya hamil anak ke-2, di tahun 2011. Saya datang dengan beberapa kerabat termasuk anak pertama saya yang saat itu berusia kira-kira 17 bulan. Walaupun tidak naik sampai ke air terjun tapi kunjungan saya saat itu membawa kesan, para orang tua memperkirakan calon bayi di kandungan saya berkelamin laki-laki. Apa sebab? Karena saat itu saya santai saja ber-flying fox di usia 3 bulan kehamilan saya. Dan benar enam bulan setelah itu saya melahirkan anak laki-laki. Lucky guess ato apa ya?! Hihihi.

Beberapa tahun berselang saya kembali lagi ke Kakek Bodo. Sekali lagi tidak naik sampai air terjun xixixi, karena saat itu memang hanya mampir tujuan utama kami adalah Tretes Treetop.

DSCN1253
Mampir foto aja

Nah, akhirnya beberapa minggu lalu kami akhirnya naik sampai air terjun. Seruuu! Walaupun jaraknya tidak terlalu jauh (sekitar 500m dari entrance), tapi berjalan menanjak dan berkelok memang lebih menguras energi hehehe. Tapi mata akan di hibur dengan pemandangan dan udara yang tidak bisa kita nikmati di kota besar. So, impas lah. Dan kalo capek dan harus istirahat sejenak gimana? No worry, karena Kakek Bodo itu berjuluk Wana Wisata yang artinya hutan wisata maka tempat ini memang tempat wisata yang lengkapi dengan berbagai fasilitas. Banyak bangku untuk duduk sebentar mengatur napas, warung-warung juga banyak tersedia in case kalian haus, bahkan tidak jauh dari air terjun juga ada toiletnya, untuk kalian bilas dan berganti pakaian setelah berbasah-basah di air terjun.

DSCN2236.JPG
Inhale… Exhale…

Foto diatas itu kami sedang mengatur napas dan memantapkan hati untuk sampai air terjun hahaha. dibelakang kami gambaran warung-warung yang banyak berdiri di sepanjang perjalanan sampai ke air terjun. Rata-rata yang dijajakan adalah bakso, aneka jajan gorengan, mie instan cup, berbagai snack kemasan dan juga bermacam minuman kemasan.

DSCN2238

DSCN2241.JPG

DSCN2239

Ayoo semangat! Air terjun sudah dekat. Ngos-ngosan kalian akan terbayar dengan segarnya air pegunungan hihihi.

 

DSCN2269
Euforia pecinta alam amatir hahaha
DSCN2258
So refreshing 
DSCN2263
between the huge rocks

Puas ciprat-cipratan air dan bermain diantara bebatuan raksasa kami pun pulang. Karena pakaian kering kami tinggal di mobil, hasilnya kami turun dari air terjun dalam kondisi separuh badan basah. Brrr. Tapi walau basah tidak menghalangi kami berfoto dong.

DSCN2286

DSCN2289

DSCN2295

Foto modelnya udah lelah, wajahnya kuyu semua, tapi fotografernya masih semangat jeprat-jepret. Termasuk eksploitasi anak ga sih ini?! hahaha.

Udahan deh segitu dulu ceritanya, kami mau bilas trus pulang. Mumpung masih pagi buruan kalian ke sini. Ga jauh koq sekitar 1-2 jam saja dari surabaya. Mudah-mudahan traffic-nya lancar ya.

Buat kalian yang ingin merasakan bermalam di alam bebas a.k.a kemping, Kakek Bodo juga punya camping ground, mau sendiri bisa, rame-rame dengan teman ato keluarga juga bisa. Baca pengalaman kami berkemah keluarga DISINI

Sampai jumpa di cerita selanjutnya.

 

–Ta–

 

Sekilas Info:

Tempat : Wana Wisata Air terjun Kakek Bodo, tretes-pandaan

HTM : Rp. 20,000

Buka : s/d 17.00 wib

Hotel terdekat :  (antara lain) Hotel Surya, Royal Tretes view

 

 

 

 

Dibangunkan Kicau Burung di Kakek Bodo

Hola, apa kabar libur lebarannya? udah silaturahmi sama sodara? udah kulineran membabi buta? udah naik lagi berat badannya? Saya naik 2 kg dong. Bete banget *nyemil nastar. Yuuk sekarang waktunya bakar kalori mumpung libur sekolah masih panjang, sekarang kita pilih aktivitas liburan yang banyakin kardio.  Mmmh apa ya? Any idea?

“Kemping hyuuk”

“Hayuuuk”

Jadi saat itu hari kamis, kami berempat berkumpul di satu ruangan. Ayah didepan laptop, saya sedang khusuk mantengin pinterest sambil nyemil keripik singkong oleh-oleh si mbak, R lagi nonton kartun di tipi dan G lagi nggambar. Tiba-tiba ayah nyeletuk, “anak-anak mau kemping ga?” “Mauuu” serentak dijawab. Saya belum merespon, karena terlena keripik singkong. “Gimana mami?” Suara ayah meminta pendapat. “Ayo” Jawab saya. Tetep sambil ngunyah keripik.

Sebenarnya ide berkemah ini udah lama muncul. Hanya saya dan suami masih gojak-gajek (baca: bimbang) apa iya anak-anak bisa menikmati aktivitas bermalam di tenda. Tapi setelah melihat semangat mereka, apa salahnya kalo dicoba, pasti seru tidur kruntelan di tenda di alam terbuka bermandikan cahaya bulan dan kedipan bintang. Tsaelaah. Shortly, after chit chat ini itu dan itu ini, akhirnya kami sepakat besoknya kami berangkat.

Setelah sepakat kapan akan berangkat saya langsung bikin check list barang bawaan. Setdah mirip orang pindahan, A to Z dibawa. Semua barang masuk list, termasuk boneka owl punya R dan boneka domba punya G.

20180625_124636
Sebagian dari check list

Jumat pagi kami mulai packing, mengikuti check list yang sudah dibuat dan hasilnya bagasi kendaraan penuh dengan barang bawaan. Hahaha. Kira-kira jam setengah satu siang kami berangkat dan tiba di kakek bodo camping ground sebelum jam tiga sore.

Oh iya Kakek Bodo kami pilih karena relatif dekat dengan kota tempat kami tinggal serta aksesnya yang mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi. Dan, rencananya kami akan lanjut naik ke air terjun sebelum pulang.

DSCN2208

20180622_165733
The boy scout 
DSCN2209.JPG
Ada api unggun juga. yippie
DSCN2213
ini sekitar jam 8 malam.

Jam setengah lima sore tenda udah berdiri dan sebelum maghrib api unggun sudah menyala yang kemudian dirayakan anak-anak dengan bernyanyi sepenggal lirik ‘api unggun sudah menyala’ sambil menari mengitari api. Transisi waktu menuju gelap kami isi dengan duduk di depan api unggun dan mengobrol.

Saat matahari sepenuhnya terbenam dan sekitar menjadi gelap merupakan pengalaman baru buat G dan R. Kami hanya bergantung pada senter setiap saat hendak beraktivitas yang Saya pikir mereka akan takut, tapi ternyata engga. Mereka tetap berani dan percaya diri seperti saat situasi masih terang benderang. Malahan sangat menikmati. Dan sekitar jam 10 malam kami ke toilet untuk pipis, R berjalan paling depan memimpin barisan kami bertiga.

Kami berbaring di luar tenda memandang langsung langit yang berhias bulan dan kelip bintang. “That’s very cool mommy” Kata G sambil menunjukkan jarinya ke atas. Hawa dingin mulai terasa menusuk dan kami memutuskan masuk kedalam tenda, berjejal menciptakan kehangatan. Dan tidak butuh waktu lama untuk anak-anak terlelap.

Sayapun tidur lelap walaupun beberapa kali terbangun, itu hanya karena membetulkan posisi tidur. Esoknya saya terbangun oleh kicauan burung. Saat keluar tenda hawa dingin terasa menerpa wajah dan bagian tubuh yang tidak terlindung mantel. Saya lihat ayah terbungkus selimut dari kepala sampai kaki meringkuk di atas tikar di depan tenda. Rupanya karena tenda terlalu sempit dijejali berempat tengah malam dia pindah tidur diluar.

Tak lama G dan R bangun. Kemudian kami berjalan menuju toilet, pipis dan mencuci peralatan makan sisa semalam.

20180623_072534 (2).jpg
Dari puluhan shot ini yg paling laff deh hahaha
20180623_072306
This is my G

Sekembalinya dari toilet saya dan G menemukan spot foto yang sayang kalo dilewatkan. Kami bergantian mengambil gambar bertema stand tall and proud. Aseeek. Oiya kalo kalian bertanya kemana R, hehehe tentu saja dia ga bakal mau menghabiskan waktu mengambil gambar. Mending mengeksplore setiap sudut pepohonan dan berlari kesana kemari.

Sarapan time. Dengan menu telur ceplok tawar -karena lupa bawa garam- *nyengir, sosis panggang, nasi putih, dan pop mie. Proses memasaknya saya sebut lazy cooking, karena saya hanya duduk bersila di tikar, tanpa perlu berdiri dan jalan kesana kemari mengambil bahan dan peralatan dan masakan matang hahaha.

20180623_064526.jpg
Bertiga aja karena ayah masih lanjutin tidur

Selesai sarapan kami jadi punya energi untuk menjelajahi tanjakan dan turunan dan pastinya beberapa pose yang diabadikan kamera untuk mensahkan pengalaman. Here we are:

DSCN2206
G and her brother R
DSCN2220
My R
20180623_075426
Ini gadis look so kalem, aslinyaaa oh Lord tomboy abiiss

Jam menunjukkan pukul 10 pagi, sinar matahari menerobos pepohonan yang memayungi kami dan kehangatan terasa karenanya. Tiba saatnya kami berkemas untuk bersiap pulang. Kami berjanji akan mengulang kembali pengalaman ini.

DSCN2235

DSCN2234

 

–Ta–

Tempat : Kakek Bodo Camping Ground.
Alamat : Tretes, Pandaan 
Petunjuk : masuk dari pintu 3, dari hotel surya lurus saja, belok kanan di seberang Hotel Tanjung. 
HTM : Rp. 12,500/orang (2018) 
Baca juga cerita kami di Museum Mpu Tantular

Bande Alit Pesona Pantai Pribadi di Taman Nasional Meru Betiri

Meru Betiri merupakan kawasan konservasi alam yang dikenal dengan sebutan Taman Nasional Meru Betiri. Yang diambil dari nama gunung tertinggi di kawasan itu yaitu Gunung Betiri. Secara administratif, Taman Nasional Meru Betiri berada di bentang wilayah kabupaten jember dan kabupaten banyuwangi jawa timur.

Dengan luas wilayah sekitar 58.000 ha yang diresmikan oleh menteri pertanian pada tahun 1982 taman nasional ini merupakan habitat tumbuhan dan binatang langka. Sebut saja bunga rafflesia dan bunga anggrek -ada lebih dari 200 jenis anggrek yang ditemukan di tempat ini- Taman ini juga merupakan tempat hidup beberapa satwa dilindungi antara lain banteng, harimau jawa, macan tutul, ajag, kucing hutan.

Selain sebagai ‘rumah’ bagi flora dan fauna yang dilindungi, taman nasional ini juga merupakan tempat ‘berlindung’ pantai-pantai indah yang semuanya masih alami. Sebut saja Pantai Bande Alit, Pantai Rajegwesi, Pantai Sukamade yang terkenal dengan habitat penyu dan yang terakhir yang paling indah (kabarnya) adalah Pantai Teluk Hijau -aahhh saya jadi ga sabar untuk kepoin- 2016 silam saya berkesempatan mengunjungi salah satunya.

Saat itu akhir bulan desember, liburan panjang didepan mata. Sayang untuk dilewatkan begitu saja. Diskusi mengenai liburan mulai bergulir beberapa alternatif kota seperti jogja dan banyuwangi menjadi bahan pertimbangan. Seperti yang sudah sudah keputusan kemana kaki melangkah mengisi liburan itu selalu last minutes. Setelah ini, itu dan anu akhirnya Jember jadi kesepakatan. “Jember aja yuk” saran saya waktu itu. Entahlah saya merasa rindu untuk kembali. Dan pak bojo menyambut dengan gembira. Kalau anak-anak sih pasti oke, asal ada iming-iming bermain air hahaha.

Jarak Sidoarjo – Jember kira-kira 174 km dan normalnya bisa ditempuh dalam 3-4 jam. Melewati pasuruan-probolinggo-lumajang. Di Lumajang kami mampir di Ranu Klakah sebuah wisata danau dengan pemandangan Gunung Lemongan. Melepas penat sembari menikmati semangkuk bakso ditengah gerimis. Aduhai endolita.

Matahari sudah diperaduan saat kami sampai hotel, badan udah remuk redam keseringan berhenti nurutin bocah-bocah. Tiba waktu makan malam kami makan di resto hotel, karena anak-anak udah ga mau lagi masuk mobil, berkeliling mencari resto lokal.

Dan paginya setelah semalam tidur nyenyak, saatnya main air. Yippii kaa yee, kegiatan wajib kalo pas nginep di hotel itu adalah menjajal kolam renangnya.

DSCN1733.JPG
Awali hari dengan yang dingin-dingin hahaha

 

DSCN1735
“Hi mommy” He said

Sampai selesai makan pagi, kami belum tau mau kemana menghabiskan hari. Sampai akhirnya pak bojo masuk kamar sambil membawa selembar brosur wisata. Yang ternyata booth nya disebelah meja resepsionis hotel. Brosur itu berisi list pilihan wisata di jember dan sekitarnya. Then we choose Bandealit.

By 10 am ada sebuah jeep 4WD yang menjemput kami di hotel. Fyi, sewa jip 800rb (tahun 2016) untuk durasi selama 10 atau 12 jam -saya lupa tepatnya- lengkap dengan sopir. 

DSCN1741.JPG
Sah? Sah!!

Bandealit ini terletak di sebelah selatan kota jember. Perjalanan kami dimulai dari hotel yang terletak di kecamatan kaliwates, menuju kecamatan ambulu, kemudian perjalanan berlanjut dengan memasuki perkebunan karet selama sekitar 1 jam, Menyusuri jalan setapak yang bergeronjal membuat badan bergoyang ke segala penjuru, kanan, kiri atas dan bawah hahaha. Unforgettable. Anak-anak seneng banget. Saya juga koq.

DSCN1743.JPG
Hamparan pohon karet
20161226_115539
“Hayati lelah, sender dulu boleh ya?!”

DSCN1747

Keluar dari kebun karet the truly journey begin. Untuk pertama kali kami menjelajah hutan. A real jungle. Menyenangkan sekali. Menerobos hutan yang kanan kirinya pepohonan entah berusia berapa tahun. Menyaksikan monyet bergelantungan diantara dahannya. Melewati sungai. Terbentur atap jip karena melewati jalan yang aduhai gronjalannya, badan terhempas kesana kemari. Sungguh ‘sesuatu’. Belum lagi saat melihat binatang liar yang melintas didepan mobil yang kami naiki dan melihat langsung bunga raffesia dan anggrek yang tumbuh liar. Jadi bener ungkapan “Travel is the only things you buy that makes you richer”

here we go…

20161226_145438

20161226_140740.jpg

20161226_135008.jpg

 

DSCN1766.JPG

Setelah tiga jam lebih perjalanan, terhempas debu jalanan marilah kita merayakan sukacita dengan basah-basahan dan panas-panasan.

Ini pantai beneran keren. Aksesnya yang ga gampang dilalui kendaraan ‘biasa’ membuatnya tidak banyak pengunjung. Sepanjang kami menghabiskan waktu disana hanya ada dua mobil termasuk mobil yang kami sewa. Dan beberapa penduduk lokal saja. Anak-anak puas bermain air dan pasir.

Berat rasanya menyudahi perjalanan itu. Betaah banget. Tapi yang namanya hidup ada awal dan ada akhir. Saat mengawali sesuatu kita juga harus menyiapkan diri untuk mengakhirinya.

 

 

–Ta–

 

 

TRAVELING

It leaves you speechless, 

Then turns you into a

STORYTELLER

Green Valley Resort – Satu Malam Yang Tak Terlupakan

Siang itu kami bertolak dari Purwokerto dari melayat seorang kerabat yang meninggal dunia. Awal rencana keberangkatan kami menuju Purwokerto adalah menjenguk beliau yang kala itu sedang sakit. Namun dalam perjalanan, kami mendapat kabar bahwa beliau sudah meninggal. Akhirnya perjalanan ini menjadi perjalanan nyekar karena saat kami sampai disana beliau sudah dimakamkan.

Kami sampai di Purwokerto saat matahari sudah tenggelam. Kami bermalam di sebuah penginapan di daerah Baturaden. Green Valley Hotel ini bernuansa resort. Asri, ditata apik dengan banyak tanaman ditunjang dengan udara yang sejuk. Terasa pas untuk mengistirahatkan raga setelah perjalanan panjang yang kami lalui.

Baturaden berada di lereng sebelah selatan Gunung Slamet. Memiliki udara sejuk dan semakin dingin di malam hari. Lumayan terasa untuk kami yang biasa tinggal di kota bersuhu rata-rata 29 derajat celcius.

Paginya, kami sempatkan berkeliling hotel ternyata di bagian belakangnya terdapat semacam waterboom/waterpark. Anak-anak tentunya senang sekali. Bagi kami melakukan perjalanan menginap hukumnya wajib membawa perlengkapan berenang hehehe. Jadi begitu ketemu pool langsung nyemplung. Tidak ada alasan tidak membawa swimsuit dan google.

sl1.jpg
credit image : website green valley resort

Tuh dari balkonnya kita bisa melihat pemandangan gunung. Keren sekali ya klo setiap bangun tidur lihat pemandangan seperti itu.

IMG_0192
pool di belakang hotel

Nah itu kenampakan pool nya lumayan kan anak-anak bisa hore hore dan aslinya itu bapaknya anak-anak pun ikutan hore bahkan ikutan prosotan –tapi demi menjaga privasi harga diri foto tsb tidak saya tampilkan- Wkwkwkw.

Dan di dibelakang pool yang yag foto itu terdapat waterboom yang lebih oke lagi. tapi karena saat itu masih terlalu pagi jadi waterboom belum dibuka. Bagus deh pemandangannya. Udara yang dingin lumayan menggigit tapi tidak menyurutkan semangat para piyik ini untuk nyebur.

IMG_0194
IMUT to the max hahaha

Puas dengan ciprat-cipratan mentaslah mereka cuuuss makan pagi kemudian bersiap check-out untuk melanjutkan rangkaian kunjungan ke makam dan rumah sodara.

IMG_0299
Didepan pintu lobby kita bergaya 

Sempetin foto yuuuk supaya perjalanan ini sah –hahaha– dan senapan plastik yang saya pegang itu adalah punya anak tetangga entah kenapa bisa kebawa di perjalanan ini.

Bye green valley ’till we meet again. 

 

–Ta–

 

 

Green Valley Resort
Jl. Raya Baturraden Km.8 Purwokerto
Jawa Tengah, INDONESIA 53151

P. +62.281.681123
F. +62.281.681590
E: contact@greenvalley-resort.com

Beberapa lokasi wisata yang bisa kalian datangi di daerah baturaden:
  1. Pancuran Pitu
  2. Telaga Sunyi
  3. Bumi Perkemahan
  4. Kaloka Widya Mnadala
  5. Teater Alam
Baca lengkapnya disini

 

 

 

Ke Museum Mpu Tantular Yuk!

Hello there, how’s life?

Kapan terakhir kalian mengunjungi museum? setahun lalu? lima tahun lalu? sepuluh tahun lalu? ato bahkan tigapuluh tahun lalu? Hahaha iyes saya paham sebagai generasi jaman now selfie di mall ato cafe dirasa lebih kekinian dan instagram-able.

Saya mau cerita nih, hari minggu kemarin saya dan keluarga pergi mengujungi museum di Sidoarjo. Museum Mpu Tantular tepatnya. Museum ini semasa awal didirikan tempatnya berpindah-pindah, namun semenjak 2014 berlokasi di Jalan Buduran Sidoarjo.

Saya ingat duluuu sekali saat masih sekolah dasar saya bersama teman-teman sekolah mengunjungi museum ini. Dulu tempatnya masih di Jalan Raya Darmo Surabaya. Itu kira-kira diawal tahun 90-an. Hihihi.

Keinginan untuk mengunjungi (lagi) museum itu adalah saat si adek yang di TK ada kegiatan field trip bersama sekolahnya. Dan saat pulang, dia bercerita seru tentang pengalamnnya melihat koleksi yang ada di museum, dan memberi makan rusa di halaman museum. Dan cerita itu berhasil membuat kakak kepo hehehe.

20180204_101916
Ga tau kenapa papan penunjuk parkirnya ada dua. Hahaha temukan perbedaannya

Kami tiba di lokasi sekitar jam 11. Cuaca cerah saat itu cenderung terik. Tempat parkir lengang hanya beberapa pengunjung yang datangnya bersamaan dengan kami. Lokasi museum ini sendiri dekat dengan beberapa sekolah seperti SMA 1, SMK 3, dan beberapa sekolah dasar. Menempati area yang luas dengan suasana yang hijau dan asri. Banyak pohon untuk berteduh dan taman-taman yang menghiasinya.

Beberapa gambar yang saya ambil di halaman museum sebelum kami memasuki area indoor sbb:

20180204_101930
Si bapak itu semoga saja bukan sedang foto kemudian kecebur yaak hihihi

Pada saat kami datang air mancur itu baru saja dinyalakan rupanya bapak tsb selesai melakukan perawatan dan pembersihan. Senang rasanya tempat-tempat edukasi begini dirawat dengan baik.

Cikal bakal berdirinya Museum Negeri Mpu Tantular adalah didirikannya lembaga kebudayaan Stedelijk Historisch Museum Soerabaia oleh Godfried Hariowald von Faber, seorang warga Surabaya berkebangsaan Jerman, pada tahun 1933, yang kemudian diresmikan pada tanggal 25 Juli 1937.

20180204_102022
Berdiri di salah satu spot halaman museum
20180204_102334
Patung-patung ini disusun berdasarkan arah mata angin. Pose telapak tangannya pun berbeda-beda disesuaikan dengan maknanya.
20180204_102143
Bocah backpacker ala candid hihihi

Senang sekali berkunjung ke museum, strongly recommended sebagai alternatif liburan keluarga. Anak-anak excited sekali bertanya ini dan itu terutama mengenai patung-patung. Seperti pertanyaan si adek mengenai patung Siwa yang di gambarkan  bertangan delapan dan patung Ganesha dengan wujud manusia berkepala gajah. Dianjurkan orang tua untuk belajar dulu sebelum mengajak anak-anak kesini ya. Supaya sedikit punya gambaran dan bisa memberi penjelasan apabila anak-anak mengajukan pertanyaan hihihi.

20180204_102511
Welcome. Beli tiket masuk dulu ya

Nah ini kita mulai masuk di area indoor nya. Tapi sebelum berkeliling menikmati koleksi kita beli tiket masuk dulu ya. Untuk dewasa 4000 rupiah per orang, untuk anak-anak 3000 rupiah per orang saja.

20180204_102500
Papan Informasi

Papan informasi ini letaknya disebelah kanan meja penjualan tiket tadi. Bentuknya besar sehingga semacam penyekat ruangan karena dibalik papan itu tertata juga beberapa koleksi museum. Selesai membayar tiket kita bisa langsung berkeliling tuh, pertama kalian akan disambut oleh koleksi Prasejarah. Didalam etalase kaca akan ada beberapa koleksi tulang-tulang dan tengkorak manusia.

20180204_102802
ini adalah salah satu perlengkapan upacara memanggil hujan. Nah saya lupa detail informasinya. Untuk pastinya kalian langsung kepoin kesana ya hihihi

 

20180204_102707
Koleksi yang terdapat di ruangan ini pastinya sangat berharga ya

Menenpati ruangan sekitar 5x5m ruangan ini layaknya sel dilengkapi dengan jeruji besi. Dari luar terlihat koleksi perhiasan dan keris.

20180204_103052
Di belakang saya adalah sebuah fosil kayu

Itu beberapa koleksi yang saya abadikan yang terletak di lantai 1 gedung museum. Beberapa koleksi lain yang bisa kalian amati adalah alat-alat musik, senjata api, ada juga beberapa peninggalan rumah tangga seperti meja rias dan lemari.

20180204_103751
Terdapat beberapa kursi seperti ini di ruangan museum. Kalau capek silahkan beristirahat dulu.

Melanjutkan perjalanan ‘waktu’, naik kelantai 2 kalian akan disambut oleh koleksi ilmu pengetahuan alat-alat teknologi. Dilantai ini di pajang beberapa koleksi seperti radio, transistor. Saya ngebayangin klo saya ajak almarhum eyangpapa-nya anak-anak kesini pasti senang sekali. Saya jadi melow.

Disini juga dipamerkan kerangka paus paruh angsa. Gede banget. Kebayang deh gimana ukuran sebenarnya pas belum jadi kerangka. Buruan kesini untuk lihat sendiri seberapa besarnya ukuran kerangkanya.

20180204_105129
Yang ujung kiri itu sepeda motor hehehe dan yang paling kanan adalah sepeda. 
20180204_105145.jpg
Ini  adalah kecapi, akordeon dan apa tuuh lupa yang paling kanan hahaha

Selesai dari lantai dua kami turun untuk menuju pintu keluar. Oiya untuk memandu pengunjung supaya memungkinkan melihat semua koleksi museum terdapat petunjuk gambar anak panah yang ditempelkan di dinding. Kalian tinggal mengikuti saja. Sayangnya sekali tidak ada pemandu manusia yang bisa menceritakan asal-usul dibalik koleksi-koleksinya. Iya benar setiap koleksi dilengkapi dengan penjelasan tertulis. Tapi somehow diceritain langsung lebih marem menurut saya.

20180204_114704
Tempatnya luas dan asri

Saya berseloroh dengan suami, klo anak-anak butuh ruang luas untuk berlari-lari dan mengeksplor lingkungan kita bawa kesini aja. Bisa sekaligus bermain, olah raga dan belajar, daripada ke mall -berkaitan dengan budget juga- hahaha

20180204_114749
Mari berfoto dulu supaya sah.

Yuuk belajar sembari bermain ke Museum Mpu Tantular, mumpung liburan nih. Semoga cerita ini bermanfaat untuk kalian yang berencana berkunjung ya. Ketemu lagi di cerita kami selanjutnya. Terimakasih sudah mampir.

 

Tempat: Museum Mpu Tantular

Alamat : Jl. Raya Buduran – Jembatan Layang, Jl. Raden Moh. Mangundipi, Siwalanpanji, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61252

Buka : Senin-sabtu : 9.00wib-15.00wib, Minggu: 9.00wib-14.00wib

HTM : Anak-anak Rp.3000, Dewasa Rp.4000

 

 

-Ta-