Adakah Kategori dari Bentuk Kecerdasan Manusia?

Image result for otak yang mengatur kecerdasan manusia

Posting ini terinspirasi dari artikel di salah satu majalah anak-anak semasa kecil saya dulu. Yup Bobo. Anak yang lahir tahun 80an pasti tau banget yak. Kangen banget masa-masa itu. Setiap bapak tukang koran anter terbitan baru saya pasti mojok di sudut ruang kamar. Membaca sambil nyemilin kerupuk atau jajanan. Oh indahnya masa kanak-kanak. Ga kepikiran jarum timbangan buuu. Hahaha

Kunjungi versi digitalnya ya di bobo.id . Artikel-artikelnya bermanfaat sekali. tidak hanya untuk anak-anak. Untuk orang tua juga, misalnya kemarin saat kakak bertanya “Mami, kenapa ada banyak kerikil di sekitar rel kereta api”? Dan saya bisa ngejelasin karena sebelumnya sudah baca di twit nya bobo. Hehehe. “Thanks ya Bo”. Kalian follow juga ya twitter nya Bobo . Biar pinter kaya saya. Hahaha. Seru lah itung-itung nostalgia masa imut. Saya juga suka ikut jawab  klo pas Bobo nge-twit #kuisiseng.

Beberapa hari lalu saya baca twit nya Bobo mengenai macam-macam kecerdasan. Ilmu banget ini buat saya. Punya dua anak yang bertolak belakang banget personality dan kegemarannya. Perlu pendekatan dan perlakuan yang berbeda pula pastinya. Nah setelah baca artikel ini saya jadi punya ilmu tambahan nih gimana ‘membaca’ si kakak dan si adek. Supaya lebih bisa memahami mereka. Karena  saya yakin seyakin-yakinnya manusia lahir dengan keistimewaan berbeda. Iya apa iya?

Kepoin yuk apa sajakah jenis kecerdasan itu. Profesor Howard Gardener, seorang pakar pendidikan dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, mengatakan bahwa ada 8 jenis kecerdasan menurut Teori Multiple Intelligences.

  1. Kecerdasan Kinetik (Body Smart) Kecerdasan ini berkaitan dengan tubuh kita. Orang dengan kecerdasan kinetik biasanya aktif, serta bisa menggunakan tubuhnya dengan baik dan terampil. Orang yang memiliki kecerdasan ini biasanya jago dalam olahraga atau menari.
  2. Kecerdasan Naturalis (Nature Smart) Sesuai dengan namanya, kecerdasan ini berkaitan dengan alam. Orang dengankecerdasan naturalis biasanya cukup peduli dengan hewan dan tumbuhan. Jika teman-teman melihat ada orang yang dekat dengan binatang atau selalu berhasil saat menanam tumbuhan, bisa jadi orang itu memiliki kecerdasan naturalis.

  3. Kecerdasan Linguistik (Word Smart) Kecerdasan ini berkaitan dengan bahasa, baik secara lisan ataupun tulisan. Orang yang memiliki kecerdasan linguistik biasanya sangat senang membaca, menulis, berbicara, mendengarkan, dan tentunya bisa mengeja dengan baik. Jadi tak heran kalau orang dengan kemampuan ini bisa menggunakan bahasa dengan baik dan benar.
  4. Kecerdasan Logika atau Matematis (Number Smart) Kecerdasan yang satu ini berkaitan dengan angka. Jadi, orang dengan kecerdasan ini pasti menyukai angka. Selain itu, orang dengan kecerdasan logika biasanya suka mencari jalan keluar yang logis (masuk akal) dalam memecahkan masalah. Jadi, jangan heran kalau mereka bisa menyusun segala sesuatu dengan sangat rinci.
  5. Kecerdasan Intrapersonal (Self Smart) Kecerdasan ini berkaitan dengan diri sendiri. Jadi, orang yang memiliki kecerdasan ini biasanya bisa mengetahui segala sesuatu yang ada di dalam dirinya dengan baik, seperti kekurangan dan kelebihannya. Orang dengan kelebihan ini biasanya sudah tahu apa yang ingin mereka capai ketika sudah besar nanti. Namun, mereka biasanya lebih banyak melakukan segala sesuatu sendirian, mulai dari memecahkan masalah hingga bermain.
  6. Kecerdasan Interpersonal (People Smart) Kecerdasan interpersonal ini agak berlawanan dengan kecerdasan intrapersonal. Orang dengan kecerdasan ini biasanya bisa mengerti dan mengamati perasaan orang lain dengan baik. O iya, orang dengan kemampuan ini biasanya senang bermain dengan banyak orang dan menjadi pemimpin dalam sebuah permainan atau kelompok.
  7. Kecerdasan Spasial (Picture Smart) Kecerdasan yang satu ini berhubungan dengan gambar dan ruang. Biasanya, orang dengan kecerdasan ini bisa membayangkan sesuatu, meski sesuatu itu tidak ada di depan matanya. Jadi, jangan heran kalau orang dengan kemampuan ini akan lebih senang menggambar atau mencorat-coret, daripada menulis.
  8. Kecerdasan Musikal (Musical Smart) Untuk kecerdasan yang satu ini, sepertinya teman-teman sudah bisa melihatnya tanpa diberitahu. Orang dengan kecerdasan ini biasanya cukup peka terhadap ritme, melodi, dan timbre dari musik yang didengarnya. Jadi, tak heran kalau orang dengan kecerdasan ini bisa mengamati, membedakan, dan menikmati bentuk-bentuk musik.

Nah itu lah ke delapan bentuk kecerdasan tsb. Kalian termasuk yang mana? 🙂

 

 

–Ta–

 

Advertisements

Impaksi Gigi

Sesekali posting yang rada ilmiah ah, supaya kelihatan pinter. Ehheem. Apaan sih IMPAKSI GIGI? Scroll kebawah yuk saya mau berbagi pengalaman. Hari minggu kemarin saya melakukan dental surgery a.k.a bedah gigi. Walah ngeri ya, ada kata-kata bedah itu bawaannya gimana gitu. emang kenapa sih gigi saya sampai harus dibedah? Baca sampai tamat yuuk!

Jadi begini ceritanya, seminggu sebelum melakukan bedah gigi saya pergi ke dokter gigi tuh tujuannya untuk pasang gigi palsu, berasa eyang-eyang udah pake gigi palsu. Biarin deh. Kali ini saya mau pasang yang permanen ajah, alias yang nempel terus. Pengalaman pake yang bisa dilepas itu adalah hilang kebuang di tempat sampah. Oon yak?! Nah setelah dicek dan dicek sama dokternya, beliau bilang kalo gigi bungsu saya tumbuhnya tidur. Hahaha malesan ya gigi saya. Singkat bu dokter menganjurkan untuk di cabut aja, karena itu gigi ga ada manfaatnya malah ganggu gigi disebelahnya yang tumbuhnya normal. Bukan tukang tidur.

Tentang gigi bungsu, gigi bungsu adalah gigi geraham yang tumbuh terakhir kali dengan pertumbuhan yang bervariasi pada setiap orang, direntang usia 16 sampai 25 tahun. Gigi bungsu normalnya berjumlah 4 buah, masing-masing dua di rahang atas (maksila) dan rahang bawah (mandibula). Tetapi, tidak semua orang memiliki benih gigi bungsu, atau jumlahnya bisa kurang dari 4 gigi.

Karena tumbuh paling terakhir maka yang sering terjadi tidak mendapatkan ruang tersisa pada gusi sehingga tidak tumbuh dengan sempurna. Gigi hanya dapat tumbuh sebagian miring ke arah gigi di sampingnya atau tidak tumbuh sama sekali karena terbenam di dalam tulang. Keadaan inilah yang dalam ilmu kedokteran gigi di sebut Impaksi gigi.

https://i0.wp.com/pghdentalclinic.com/wp-content/uploads/2011/10/pencabutan-gigi-bungsu-dengan-operasi-bedah-mulut-odontektomi.jpg
kondisi gigi saya adalah horizontal impaction

Gigi yang tumbuh dalam posisi demikian bisa menjadi sarang penyakit karena sulitnya membersihkan sisa-sisa makanan yang terselip lama kelamaan akan menimbulkan berbagai keluhan mulai dari gigi berlubang, infeksi jaringan lunak hingga terasa bengkak dan nyeri. Gigi bungsu yang tumbuh tidak sempurna juga dapat menyebabkan rasa sakit pada bagian sendi rahang sedangkan gigi bungsu impaksi yang terbenam di dalam tulang dapat menyebabkan kista atau tumor.

img_1828
Ini nih hasil foto Panoramic saya

Gejala-gejala yang biasa terjadi adalah migren, kepala pusing, sakit saat membuka mulut dan telinga berdengung. Bila masalah akibat gigi impaksi ini mengganggu, maka perlu dilakukan pencabutan oleh dokter gigi spesialis Bedah mulut untuk dilakukan pencabutan gigi bungsu, yang dalam istilah kedokteran gigi disebut dengan Odontektomi

Odontektomi merupakan operasi kecil untuk mengangkat gigi impaksi. Sebelum dilakukan pencabutan, gigi yang impaksi perlu di foto rontgen (istilahnya : foto panoramic) jadi inget nama dukun pembuat jamu kuat di film asterix yak, terlebih dahulu untuk memeriksa bentuk dan posisi gigi pada tulang rahang. Setelah gigi bungsu yang bermasalah dicabut, biasanya keluhan-keluhan akibat gigi bungsu akan hilang.

Pada umumnya pasca Odontektomi ada sedikit pembengkakan, pembukaan mulut jadi sedikit terbatas untuk sementara waktu. Namun, hal ini pun tergantung pada besar kecilnya trauma pasca operasi odontektomi. Bila operasi berjalan mulus, tidak berlangsung lama dan tidak banyak tulang yang dibuang, pembengkakan ini biasanya tidak terlalu mengganggu.

Tips dari dokter yang membedah saya kemarin untuk meminimalisasi pembengkakan pasca odontektomi adalah 1. dikompres es 2×24 jam pasca operasi, caranya tutup mulut dan tempelkan es batu di pipi, lepas, buka mulut selebar 3 jari tempelkan es ke pipi lagi. begitu sesering mungkin sembari nonton tv ato kegiatan lain. Dan mengkonsumsi makanan dingin strongly recommended. Setelah 2×24 jam ganti dengan kompres air hangat, kira-kira 2×24 jam juga, sesering mungkin. Dan yang ga kalah penting minum obatnya ya, saya kemarin dikasih resep obat anti nyeri, which is helpful banget, dan usahakan tepat waktu ya minumnya karena telat sebentar aja nyerinya terasa. Dan juga saya diresepkan antibiotika.

img_1829
Catatan Tips mengompres pasca operasi. Udah ketahuan kan ini tulisan sapa?😁

baca lengkap disini

Alhamdulilah sekarang udah masuk hari ketiga pasca gigi saya dioprek-oprek. Saya sudah bisa makan panas dan dingin. Oiya satu lagi yang dokter saya kemarin bilang, tetap saja makan nasi engga perlu makan bubur. Tapi klo pas masak nasi terlanjur jadi bubur ya udah deh tambahin ayam suwir dan cakwe goreng sekalian hahaha.