Family Trip · Kids Activities

Bande Alit Pesona Pantai Pribadi di Taman Nasional Meru Betiri

Meru Betiri merupakan kawasan konservasi alam yang dikenal dengan sebutan Taman Nasional Meru Betiri. Yang diambil dari nama gunung tertinggi di kawasan itu yaitu Gunung Betiri. Secara administratif, Taman Nasional Meru Betiri berada di bentang wilayah kabupaten jember dan kabupaten banyuwangi jawa timur.

Dengan luas wilayah sekitar 58.000 ha yang diresmikan oleh menteri pertanian pada tahun 1982 taman nasional ini merupakan habitat tumbuhan dan binatang langka. Sebut saja bunga rafflesia dan bunga anggrek -ada lebih dari 200 jenis anggrek yang ditemukan di tempat ini- Taman ini juga merupakan tempat hidup beberapa satwa dilindungi antara lain banteng, harimau jawa, macan tutul, ajag, kucing hutan.

Selain sebagai ‘rumah’ bagi flora dan fauna yang dilindungi, taman nasional ini juga merupakan tempat ‘berlindung’ pantai-pantai indah yang semuanya masih alami. Sebut saja Pantai Bande Alit, Pantai Rajegwesi, Pantai Sukamade yang terkenal dengan habitat penyu dan yang terakhir yang paling indah (kabarnya) adalah Pantai Teluk Hijau -aahhh saya jadi ga sabar untuk kepoin- 2016 silam saya berkesempatan mengunjungi salah satunya.

Saat itu akhir bulan desember, liburan panjang didepan mata. Sayang untuk dilewatkan begitu saja. Diskusi mengenai liburan mulai bergulir beberapa alternatif kota seperti jogja dan banyuwangi menjadi bahan pertimbangan. Seperti yang sudah sudah keputusan kemana kaki melangkah mengisi liburan itu selalu last minutes. Setelah ini, itu dan anu akhirnya Jember jadi kesepakatan. “Jember aja yuk” saran saya waktu itu. Entahlah saya merasa rindu untuk kembali. Dan pak bojo menyambut dengan gembira. Kalau anak-anak sih pasti oke, asal ada iming-iming bermain air hahaha.

Jarak Sidoarjo – Jember kira-kira 174 km dan normalnya bisa ditempuh dalam 3-4 jam. Melewati pasuruan-probolinggo-lumajang. Di Lumajang kami mampir di Ranu Klakah sebuah wisata danau dengan pemandangan Gunung Lemongan. Melepas penat sembari menikmati semangkuk bakso ditengah gerimis. Aduhai endolita.

Matahari sudah diperaduan saat kami sampai hotel, badan udah remuk redam keseringan berhenti nurutin bocah-bocah. Tiba waktu makan malam kami makan di resto hotel, karena anak-anak udah ga mau lagi masuk mobil, berkeliling mencari resto lokal.

Dan paginya setelah semalam tidur nyenyak, saatnya main air. Yippii kaa yee, kegiatan wajib kalo pas nginep di hotel itu adalah menjajal kolam renangnya.

DSCN1733.JPG
Awali hari dengan yang dingin-dingin hahaha

 

DSCN1735
“Hi mommy” He said

Sampai selesai makan pagi, kami belum tau mau kemana menghabiskan hari. Sampai akhirnya pak bojo masuk kamar sambil membawa selembar brosur wisata. Yang ternyata booth nya disebelah meja resepsionis hotel. Brosur itu berisi list pilihan wisata di jember dan sekitarnya. Then we choose Bandealit.

By 10 am ada sebuah jeep 4WD yang menjemput kami di hotel. Fyi, sewa jip 800rb (tahun 2016) untuk durasi selama 10 atau 12 jam -saya lupa tepatnya- lengkap dengan sopir. 

DSCN1741.JPG
Sah? Sah!!

Bandealit ini terletak di sebelah selatan kota jember. Perjalanan kami dimulai dari hotel yang terletak di kecamatan kaliwates, menuju kecamatan ambulu, kemudian perjalanan berlanjut dengan memasuki perkebunan karet selama sekitar 1 jam, Menyusuri jalan setapak yang bergeronjal membuat badan bergoyang ke segala penjuru, kanan, kiri atas dan bawah hahaha. Unforgettable. Anak-anak seneng banget. Saya juga koq.

DSCN1743.JPG
Hamparan pohon karet
20161226_115539
“Hayati lelah, sender dulu boleh ya?!”

DSCN1747

Keluar dari kebun karet the truly journey begin. Untuk pertama kali kami menjelajah hutan. A real jungle. Menyenangkan sekali. Menerobos hutan yang kanan kirinya pepohonan entah berusia berapa tahun. Menyaksikan monyet bergelantungan diantara dahannya. Melewati sungai. Terbentur atap jip karena melewati jalan yang aduhai gronjalannya, badan terhempas kesana kemari. Sungguh ‘sesuatu’. Belum lagi saat melihat binatang liar yang melintas didepan mobil yang kami naiki dan melihat langsung bunga raffesia dan anggrek yang tumbuh liar. Jadi bener ungkapan “Travel is the only things you buy that makes you richer”

here we go…

20161226_145438

20161226_140740.jpg

20161226_135008.jpg

 

DSCN1766.JPG

Setelah tiga jam lebih perjalanan, terhempas debu jalanan marilah kita merayakan sukacita dengan basah-basahan dan panas-panasan.

Ini pantai beneran keren. Aksesnya yang ga gampang dilalui kendaraan ‘biasa’ membuatnya tidak banyak pengunjung. Sepanjang kami menghabiskan waktu disana hanya ada dua mobil termasuk mobil yang kami sewa. Dan beberapa penduduk lokal saja. Anak-anak puas bermain air dan pasir.

Berat rasanya menyudahi perjalanan itu. Betaah banget. Tapi yang namanya hidup ada awal dan ada akhir. Saat mengawali sesuatu kita juga harus menyiapkan diri untuk mengakhirinya.

 

 

–Ta–

 

 

TRAVELING

It leaves you speechless, 

Then turns you into a

STORYTELLER

Advertisements
Family Trip · Kids Activities

Green Valley Resort – Satu Malam Yang Tak Terlupakan

Siang itu kami bertolak dari Purwokerto dari melayat seorang kerabat yang meninggal dunia. Awal rencana keberangkatan kami menuju Purwokerto adalah menjenguk beliau yang kala itu sedang sakit. Namun dalam perjalanan, kami mendapat kabar bahwa beliau sudah meninggal. Akhirnya perjalanan ini menjadi perjalanan nyekar karena saat kami sampai disana beliau sudah dimakamkan.

Kami sampai di Purwokerto saat matahari sudah tenggelam. Kami bermalam di sebuah penginapan di daerah Baturaden. Green Valley Hotel ini bernuansa resort. Asri, ditata apik dengan banyak tanaman ditunjang dengan udara yang sejuk. Terasa pas untuk mengistirahatkan raga setelah perjalanan panjang yang kami lalui.

Baturaden berada di lereng sebelah selatan Gunung Slamet. Memiliki udara sejuk dan semakin dingin di malam hari. Lumayan terasa untuk kami yang biasa tinggal di kota bersuhu rata-rata 29 derajat celcius.

Paginya, kami sempatkan berkeliling hotel ternyata di bagian belakangnya terdapat semacam waterboom/waterpark. Anak-anak tentunya senang sekali. Bagi kami melakukan perjalanan menginap hukumnya wajib membawa perlengkapan berenang hehehe. Jadi begitu ketemu pool langsung nyemplung. Tidak ada alasan tidak membawa swimsuit dan google.

sl1.jpg
credit image : website green valley resort

Tuh dari balkonnya kita bisa melihat pemandangan gunung. Keren sekali ya klo setiap bangun tidur lihat pemandangan seperti itu.

IMG_0192
pool di belakang hotel

Nah itu kenampakan pool nya lumayan kan anak-anak bisa hore hore dan aslinya itu bapaknya anak-anak pun ikutan hore bahkan ikutan prosotan –tapi demi menjaga privasi harga diri foto tsb tidak saya tampilkan- Wkwkwkw.

Dan di dibelakang pool yang yag foto itu terdapat waterboom yang lebih oke lagi. tapi karena saat itu masih terlalu pagi jadi waterboom belum dibuka. Bagus deh pemandangannya. Udara yang dingin lumayan menggigit tapi tidak menyurutkan semangat para piyik ini untuk nyebur.

IMG_0194
IMUT to the max hahaha

Puas dengan ciprat-cipratan mentaslah mereka cuuuss makan pagi kemudian bersiap check-out untuk melanjutkan rangkaian kunjungan ke makam dan rumah sodara.

IMG_0299
Didepan pintu lobby kita bergaya 

Sempetin foto yuuuk supaya perjalanan ini sah –hahaha– dan senapan plastik yang saya pegang itu adalah punya anak tetangga entah kenapa bisa kebawa di perjalanan ini.

Bye green valley ’till we meet again. 

 

–Ta–

 

 

Green Valley Resort
Jl. Raya Baturraden Km.8 Purwokerto
Jawa Tengah, INDONESIA 53151

P. +62.281.681123
F. +62.281.681590
E: contact@greenvalley-resort.com

Beberapa lokasi wisata yang bisa kalian datangi di daerah baturaden:
  1. Pancuran Pitu
  2. Telaga Sunyi
  3. Bumi Perkemahan
  4. Kaloka Widya Mnadala
  5. Teater Alam
Baca lengkapnya disini

 

 

 

Family Trip · Kids Activities

Ke Museum Mpu Tantular Yuk!

Hello there, how’s life?

Kapan terakhir kalian mengunjungi museum? setahun lalu? lima tahun lalu? sepuluh tahun lalu? ato bahkan tigapuluh tahun lalu? Hahaha iyes saya paham sebagai generasi jaman now selfie di mall ato cafe dirasa lebih kekinian dan instagram-able.

Saya mau cerita nih, hari minggu kemarin saya dan keluarga pergi mengujungi museum di Sidoarjo. Museum Mpu Tantular tepatnya. Museum ini semasa awal didirikan tempatnya berpindah-pindah, namun semenjak 2014 berlokasi di Jalan Buduran Sidoarjo.

Saya ingat duluuu sekali saat masih sekolah dasar saya bersama teman-teman sekolah mengunjungi museum ini. Dulu tempatnya masih di Jalan Raya Darmo Surabaya. Itu kira-kira diawal tahun 90-an. Hihihi.

Keinginan untuk mengunjungi (lagi) museum itu adalah saat si adek yang di TK ada kegiatan field trip bersama sekolahnya. Dan saat pulang, dia bercerita seru tentang pengalamnnya melihat koleksi yang ada di museum, dan memberi makan rusa di halaman museum. Dan cerita itu berhasil membuat kakak kepo hehehe.

20180204_101916
Ga tau kenapa papan penunjuk parkirnya ada dua. Hahaha temukan perbedaannya

Kami tiba di lokasi sekitar jam 11. Cuaca cerah saat itu cenderung terik. Tempat parkir lengang hanya beberapa pengunjung yang datangnya bersamaan dengan kami. Lokasi museum ini sendiri dekat dengan beberapa sekolah seperti SMA 1, SMK 3, dan beberapa sekolah dasar. Menempati area yang luas dengan suasana yang hijau dan asri. Banyak pohon untuk berteduh dan taman-taman yang menghiasinya.

Beberapa gambar yang saya ambil di halaman museum sebelum kami memasuki area indoor sbb:

20180204_101930
Si bapak itu semoga saja bukan sedang foto kemudian kecebur yaak hihihi

Pada saat kami datang air mancur itu baru saja dinyalakan rupanya bapak tsb selesai melakukan perawatan dan pembersihan. Senang rasanya tempat-tempat edukasi begini dirawat dengan baik.

Cikal bakal berdirinya Museum Negeri Mpu Tantular adalah didirikannya lembaga kebudayaan Stedelijk Historisch Museum Soerabaia oleh Godfried Hariowald von Faber, seorang warga Surabaya berkebangsaan Jerman, pada tahun 1933, yang kemudian diresmikan pada tanggal 25 Juli 1937.

20180204_102022
Berdiri di salah satu spot halaman museum
20180204_102334
Patung-patung ini disusun berdasarkan arah mata angin. Pose telapak tangannya pun berbeda-beda disesuaikan dengan maknanya.
20180204_102143
Bocah backpacker ala candid hihihi

Senang sekali berkunjung ke museum, strongly recommended sebagai alternatif liburan keluarga. Anak-anak excited sekali bertanya ini dan itu terutama mengenai patung-patung. Seperti pertanyaan si adek mengenai patung Siwa yang di gambarkan  bertangan delapan dan patung Ganesha dengan wujud manusia berkepala gajah. Dianjurkan orang tua untuk belajar dulu sebelum mengajak anak-anak kesini ya. Supaya sedikit punya gambaran dan bisa memberi penjelasan apabila anak-anak mengajukan pertanyaan hihihi.

20180204_102511
Welcome. Beli tiket masuk dulu ya

Nah ini kita mulai masuk di area indoor nya. Tapi sebelum berkeliling menikmati koleksi kita beli tiket masuk dulu ya. Untuk dewasa 4000 rupiah per orang, untuk anak-anak 3000 rupiah per orang saja.

20180204_102500
Papan Informasi

Papan informasi ini letaknya disebelah kanan meja penjualan tiket tadi. Bentuknya besar sehingga semacam penyekat ruangan karena dibalik papan itu tertata juga beberapa koleksi museum. Selesai membayar tiket kita bisa langsung berkeliling tuh, pertama kalian akan disambut oleh koleksi Prasejarah. Didalam etalase kaca akan ada beberapa koleksi tulang-tulang dan tengkorak manusia.

20180204_102802
ini adalah salah satu perlengkapan upacara memanggil hujan. Nah saya lupa detail informasinya. Untuk pastinya kalian langsung kepoin kesana ya hihihi

 

20180204_102707
Koleksi yang terdapat di ruangan ini pastinya sangat berharga ya

Menenpati ruangan sekitar 5x5m ruangan ini layaknya sel dilengkapi dengan jeruji besi. Dari luar terlihat koleksi perhiasan dan keris.

20180204_103052
Di belakang saya adalah sebuah fosil kayu

Itu beberapa koleksi yang saya abadikan yang terletak di lantai 1 gedung museum. Beberapa koleksi lain yang bisa kalian amati adalah alat-alat musik, senjata api, ada juga beberapa peninggalan rumah tangga seperti meja rias dan lemari.

20180204_103751
Terdapat beberapa kursi seperti ini di ruangan museum. Kalau capek silahkan beristirahat dulu.

Melanjutkan perjalanan ‘waktu’, naik kelantai 2 kalian akan disambut oleh koleksi ilmu pengetahuan alat-alat teknologi. Dilantai ini di pajang beberapa koleksi seperti radio, transistor. Saya ngebayangin klo saya ajak almarhum eyangpapa-nya anak-anak kesini pasti senang sekali. Saya jadi melow.

Disini juga dipamerkan kerangka paus paruh angsa. Gede banget. Kebayang deh gimana ukuran sebenarnya pas belum jadi kerangka. Buruan kesini untuk lihat sendiri seberapa besarnya ukuran kerangkanya.

20180204_105129
Yang ujung kiri itu sepeda motor hehehe dan yang paling kanan adalah sepeda. 
20180204_105145.jpg
Ini  adalah kecapi, akordeon dan apa tuuh lupa yang paling kanan hahaha

Selesai dari lantai dua kami turun untuk menuju pintu keluar. Oiya untuk memandu pengunjung supaya memungkinkan melihat semua koleksi museum terdapat petunjuk gambar anak panah yang ditempelkan di dinding. Kalian tinggal mengikuti saja. Sayangnya sekali tidak ada pemandu manusia yang bisa menceritakan asal-usul dibalik koleksi-koleksinya. Iya benar setiap koleksi dilengkapi dengan penjelasan tertulis. Tapi somehow diceritain langsung lebih marem menurut saya.

20180204_114704
Tempatnya luas dan asri

Saya berseloroh dengan suami, klo anak-anak butuh ruang luas untuk berlari-lari dan mengeksplor lingkungan kita bawa kesini aja. Bisa sekaligus bermain, olah raga dan belajar, daripada ke mall -berkaitan dengan budget juga- hahaha

20180204_114749
Mari berfoto dulu supaya sah.

Yuuk belajar sembari bermain ke Museum Mpu Tantular, mumpung liburan nih. Semoga cerita ini bermanfaat untuk kalian yang berencana berkunjung ya. Ketemu lagi di cerita kami selanjutnya. Terimakasih sudah mampir.

 

Tempat: Museum Mpu Tantular

Alamat : Jl. Raya Buduran – Jembatan Layang, Jl. Raden Moh. Mangundipi, Siwalanpanji, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61252

Buka : Senin-sabtu : 9.00wib-15.00wib, Minggu: 9.00wib-14.00wib

HTM : Anak-anak Rp.3000, Dewasa Rp.4000

 

 

-Ta-

 

 

Family Trip

Menjejakkan Kaki di Kota Kenangan (2) -Rembangan

Panoramic View (Credit Pic: Wikipedia)

Melanjutkan cerita tentang kota kenangan. Kali ini jalan-jalan kami di objek wisata Rembangan. Objek wisata ini suasananya mengingatkan saya pada daerah Batu atau Tretes dan mungkin sama dengan tipikal beberapa tempat wisata dataran tinggi lainnya di Indonesia. Sejuk, cerah, pemandangan khas pegunungan seperti pohon, kebun -di rembangan banyak perkebunan buah naga- sawah dan bangunan-bangunan yang didirikan mengikuti kontur tanah.

Berada di kaki Gunung Argopuro dengan ketinggian 650 mdpl Rembangan merupakan tempat wisata yang menyuguhkan pemandangan yang indah dengan udara yang sejuk. Bikin betah, Tapi  jangan terkecoh dengan udaranya yang sejuk saran saya tetaplah mengoleskan sunblock di badan lebih-lebih yang terpapar sinar matahari langsung karena sinar matahari di sini melimpah ruah loh hehehe.

Baca : Menjejakkan Kaki di Kota Kenangan (1)

Kami berangkat dari hotel sekitar pukul 9 pagi, setelah makan pagi dan proses check-out. Perjalanan kami kali ini menuju utara kota jember sekitar 12 km. Sempat mampir ke salah satu toko oleh-oleh dan minimarket membeli bekal untuk dua krucil. Kami tiba di Rembangan sekitar pukul 11. Disambut oleh cuaca yang sejuk walaupun waktu sudah menunjukkan jam makan siang.

Baca ini juga ya

20160327_101915
Resto tempat kami bersantap siang (Credit Pic: Kolpri)
20160327_102011
Kami belum coba nyemplung. Too hot baby, it was 1pm. (Credit Pic: KolPri)
20160327_102054
Model harus di sertakan. Supaya sah. Hohoho (Credit Pic : KolPri)

 

 

 

–Ta–

Life is short, grab your backpack and go travel

Family Trip

Sesaat Sebelum Matahari Terbenam di Kebun Teh Wonosari Lawang

Kami berempat tiba di hamparan dedaunan berwarna hijau ini sesaat sebelum matahari terbenam. Sekitar pukul 5 sore. Wow sekali seperti hamparan permadani. Membentang indah di kaki Gunung Arjuna. Udaranya sejuk. Pantas saja karena perkebunan ini berada di rentang ketinggian 950 mdpl – 1.250 mdpl.

Bisa sampai di area perkebunan teh ini sebenarnya kebetulan -meski katanya tidak ada yang namanya situasi kebetulan- secara kami tidak berniat untuk kemari, hanya karena mengikuti petunjuk penjual pentol selepas kami dari Situs Candi Sumberawan. Karena –lagi-lagi- jalur yang diarahkan Google Map tidak membuat kami yakin. Bertanyalah kami kepada seorang bapak penjual pentol dan beliau mengarahkan kami sampai di hamparan karpet alam ini. Terimakasih pak. Hihihi.

Sudah baca Candi Sumberawan belum?

Perkebunan Teh Wonosari berada di Lawang, Malang Jawa Timur. Merupakan agrowisata kebun teh seluas lebih dari 1000 hektar dan memiliki panorama yang luar biasa bikin betah dan merupakan satu-satunya kebun teh di Jawa Timur yang dikelola sebagai destinasi wisata. Wisata apa saja yang ditawarkan kebun teh ini? Baca lengkapnya di sini dan situ ya. Dan dari perkebunan ini loh brand ROLLAS berasal. Keren kan?! Rollas itu merk kopi dan teh kualitas internasional. Dan punya coffee shop di beberapa kota besar Indonesia. Bangga ya.

Kebun Teh Wonosari, Agrowisata Favorit di Jawa Timur  Kebun Teh Wonosari, Agrowisata Favorit di Jawa Timur
Landscape Kebun Teh Wonosari (Credit Pic: Google)

Bagus banget kan?! ga salah kan klo saya sebut permadani alam. Mata adem banget memandangnya. Kebayang ga kejar-kejaran di sela-sela pohonnya ala artis india gitu? hahaha. Atau petak umpet. Wowowow don’t let your kids play hide and seek, you might need helicopter to find them. LOL

IMG-20180115-WA0011
Pose apalah ini namanya. Fokus di alam sekitarnya ajah ya hahaha

Tapi walo kesannya sampe sini ini kebetulan sebab arahan pak penjual pentol kami bersyukur banget langitnya masih terang, masih kelihatan lah pemandangan sekitar dan tentu saja masih sempat foto-foto geje -ga jelas- wkwkw.

Diatas itu salah satu hasil jepretan tukang foto amatir atas arahan dari sutradara yang engga kalah amatir dengan pemeran yang mboh tah lah. Kira-kira caption apa yang bisa kita bubuhkan??? wkwkwk.. Jadiin kuis ga ya?!

IMG-20180115-WA0009
Kata pak tukang foto ini pose keramas wkwkwk. Caption nya kira-kira gini ” waduh rambut udah terlanjur basah, sampo nya habis”

Begitulah kira-kira cerita foto kami di kebun teh sore itu. Karena hari udah mulai gelap, acara foto geje kami sudahi saja. Next time kami datang lagi dengan planning yang tersusun sehingga bisa kasih cerita dan foto yang bermanfaat buat kalian. Thanks udah mampir baca yak.

Baca juga cerita kami di Tanjung Papuma

 

Life is short, grab your backpack and go travel

 

 

–Ta–

Family Trip

Wisata Sejarah Candi Sumberawan Singosari

Hello selamat hari minggu. Masih soal cerita liburan akhir pekan lalu …

Minggu pagi. Hari terakhir libur akhir pekan. Sebelum sarapan anak-anak ngajakin berenang dulu. Ga pernah bosen kalo perkara main air. Padahal kemarin udah setengah hari nyebur di sungai. Setelah sarapan balik lagi ke kamar, msih ada waktu untuk selonjoran dulu. Pak suami malah sempat tidur. Sebagai driver tetap, staminanya dituntut prima hahaha, kalo kita penumpang kan bisa tidur anytime.

Setelah check-out, masukin koper dan tas bawaan ke mobil cuss on the way back home. Libur t’lah usai. “Besok udah senin, sekolah lagi”. Kata anak-anak dengan intonasi berat hati. Hehehe. Jam makan siang, nasi pecel menjadi menu pilihan. Pecel Kawi. Sepanjang jalan kawi kota malang berjajar restoran, salah satunya nasi pecel, dan kata suami dari dulu kawi udah terkenal sama nasi pecelnya. Oh ya malam sebelumnya kami mencoba resto ramen. Moshi Ramen. Letaknya sederet dengan depot pecel juga. Ramennya lumayan lah, varian menunya juga lumayan. Sepertinya yang disasar adalah segmen anak muda. Tapi kemarin waktu kami makan malam ada juga pengunjung family seperti kami. Bolehlah kalian coba klo pas main ke malang.

Baca juga cerita kami di Sumber Maron

Kami pilih yang tampak ramai pengunjung, dengan tulisan dan kondisi resto yang kami anggap paling terpercaya. Hahaha.

Nah, itulah kenampakan depot yang akhirnya kami pilih untuk mengganjal perut siang itu sebelum meluncur pulang. Sedikit review, pecelnya lumayan dan bukan kategori enak banget (menurut saya) -di surabaya dan sidoarjo banyak yang lebih enak- dari segi harga rata-ratalah. Klo ga salah ingat seporsi nasi pecel 11,000 rupiah belum termasuk lauknya. Lauk yg bisa dipilih lumayan beragam dari ayam goreng sampai paru goreng ada. Kemarin kami pesan nasi pecel 2, ayam goreng 3, paru goreng 1 dan teh manis 2 total yang kami bayar sekitar 100rban.

Waktu masih menunjukkan pukul 2 siang setelah kami keluar dari depot. Masih muter sebentar untuk mampir drive-thru sundae ice cream -kurang afdol klo ga ditutup dengan produk junk-food haha-

Perjalanan Malang-Surabaya masih lancar jam segitu, kami memutuskan untuk mampir di Singosari untuk melihat salah satu peninggalan sejarah. Karena aslinya tujuan kami berlibur ke malang itu ya ingin mengunjungi candi tsb.

Candi Sumberawan sejatinya tidak berbentuk candi seperti bayangan saya semisal Borobudur atau Prambanan. Sumberawan ini ‘hanya’ salah satu stupa saja. Pertama kali ditemukan orang Belanda tahun 1845. Penemuan ini kemudian mendapat kunjungan pertama para peneliti dan dinas Purbakala pada tahun 1935. Dua tahun berselang, pemugaran pada bagian kaki candi mulai dilakukan.

Candi Sumberawan sendiri merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur. Candi yang terletak di desa Toyomarto, Singosari, kabupaten Malang ini, tidak memiliki tangga naik ruangan, yang biasa digunakan untuk menyimpan benda suci.

Para ahli purbakala memperkirakan, candi Sumberawan ini dahulunya bernama Kasurangganan, yang cukup terkenal di dalam kitab Negarakertagama. Kitab tersebut menyebutkan bahwa Kasurangganan pernah dikunjungi Raja Hayam Wuruk pada tahun 1359 masehi.

Berdasar pada bentuk batur dan stupa, para ahli memperkirakan bangunan candi ini didirikan sekitar abad 14-15 masehi. Tepatnya, pada masa kerajaan Majapahit masih berkuasa. Sedangkan, bentuk stupa pada bangunan candi menunjukkan latar belakang keagamaan Budha.

Jalan menuju kesana memang bisa dibilang tidak sederhana, belok sana belok sini masuk pemukiman penduduk, sawah, pemakaman. Tapi begitu melewati alam terbuka wow pemandangannya sangat indah. Maklum rute yang dilalui berada di kaki Gunung Arjuna. Situsnya sendiri berada di ketinggian 650 mdpl. Udaranya sejuk. Saya mengikuti jalur yang dipandu oleh Google Map dan sesekali bertanya pada penduduk hehehe. Tau sendiri kan aplikasi tsb suka ngarahin untuk masuk di jalan kecil yang bikin kita ga pede nah saat itulah kita menerapkan cara lama yang paling manjur. BERTANYA.

Finally kami sampai. Tempatnya asri. Alamnya bagus belum lagi udaranya yang langsung bikin betah. Adem. Bau dupa sudah tercium pada saat memasuki lokasi. Tapi aura yang saya rasakan jauh dari kata syerem. Saat itu masih terang benderang sekitar jam 4 sore. Pengunjung juga masih banyak, ada beberapa anak yang memakai seragam pramuka. Kira-kira seusia SMA. Mereka mencatat, berkeliling dan tentu saja berfoto.

candi-singosari.jpg
Candi Sumberawan, Atau lebih pas di sebut stupa (Credit Pic: Google)
20180114_160129
Ingin hati mau foto sendiri tapi si anak telor ngintil terus hahaha
20180114_155919
Salah satu sudut di komplek situs. Rapi dan bersih (Credit Pic: KolPri)
IMG-20180115-WA0016
Yay, it’s me outside the entrance (Credit Pic: KolPri)
20180114_160309
Background nya keren banget. Klo malam asli bikin parno sendiri (Credit Pic: KolPri)

Sekian dulu cerita di Candi Sumberawan. Semoga kalian terprovokasi untuk kesana ya hihihi. Posting selanjutnya saya akan bercerita saat mampir ke perkebunan teh wonosari. Tungguin yak.

Life is short, Grab your backpack and go travel

 

–Ta–

 

 

Family Trip · Kids Activities

Sumber Maron Sebuah Sensasi Bermain di Sungai

sumber-maron-by-wong-alaz-IG-i-love-malang-e1452302278679.jpg
Credit Pic: Google

Minggu kemarin kami sekeluarga berlibur ke luar kota. Tujuan kami adalah tempat wisata berjuluk Sumber Maron yang terletak di perbatasan Gondanglegi-Kepanjen Malang. Menurut tukang parkir yang juga warga setempat, tempat ini mulai dikomersilkan semenjak 6 tahun lalu. Dan resmi menjadi destinasi wisata para pelancong.

Tempatnya mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi. Petunjuk-petunjuk nya juga mudah diikuti. Jika kalian berangkat dari kota Malang, perkiraan perjalanan adalah satu jam ke arah selatan. Selama perjalanan jangan khawatir bosan. Pemandangan serba hijau dari hamparan sawah akan menemani kalian. Atau, kalian bisa manfaatkan untuk tidur. karena begitu sampai destinasi kalian akan butuh stamina prima untuk menjajal sensani ber-arung jeram di sungai.

Begitu sampai disana kalian akan diarahkan untuk parkir kendaraan. Tempatnya nyaman dengan atap-atap yang disediakan agar kendaraan yang diparkir tidak terekspos sinar matahari secara langsung. Setelah itu kita akan berjalan melintasi sungai dengan jembatan, terdapat loket pembelian karcis masuk. Kemarin kami berempat dikenai biaya masuk 10,000 rupiah dengan rincian dewasa 3,000 per orang dan anak-anak 2,000 per orang. Sangat terjangkau bukan?!

Begitu karcis sudah ditangan kami akan diarahkan untuk memasuki kawasan. Terpampang suasana pedesaaan yang alami. Sawah, kolam renang alam yang di renangi ikan warna-warni dan difungsikan sebagai tempat berenang anak-anak. Bayangkan kita bisa memberikan pengalaman pada anak-anak untuk berenang ditemani ikan. Sungguh bisa menjadi kenangan serta candu untuk datang lagi… lagi dan lagi.

Belum lagi sungai ber-arus sedang yang dimanfaatkan untuk ber-arung jeram bagi anak-anak yang belum diperbolehkan menjajal Songa atau wahana arung jeram “sungguhan” tapi walau ber-arus sedang, pengelola juga memberikan patokan safety untuk anak-anak yaitu diatas usia 7 tahun. Meskipun kenyataannya banyaaaaak anak-anak dibawah usia itu yang saya lihat bermain di sungai dan berarung jeram walaupun memang tandem dengan orang dewasa.  Pada akhirnya urusan keselamatan tergantung dari pribadi masing-masing.

Untuk track arung jeram sendiri lumayan memacu adrenalin. Di beberapa spot dijaga orang yang bertindak layaknya lifeguard karena biasanya disitu ban karet sewaan cenderung mudah terbalik karena tertabrak batu atau akar pohon. Teriakan seru dan tawa riuh rendah terdengar dari para pengunjung. Ditengah-tengah track arung jeram kita akan disuguhi air terjun mini yang tingginya tidak lebih dari 5 meter dengan kemiringan 60 derajat. Banyak pengunjung yang berfoto dilatar belakangi air terjun tsb.

Secara keseluruhan sungai itu dangkal hanya sebatas betis dan lutut orang dewasa tapi karena arusnya yang lumayan deras dan dasar sungai yang berbatu dan licin tetap saja kehati-hatian sangatlah ditekankan belum lagi batu-batu itu bisa melukai kaki apabila tidak hati-hati melangkah. Saran saya pakailah alas kaki yang nyaman yang mampu melindungi kaki dari kerikil tajam namun tetap aman saat dipakai di dalam sungai.

IMG-20180113-WA0032
Saya dan anak-anak berfoto di air terjun mini. (Credit Pic : koleksi pribadi)

Ban yang dipakai berarung jeram adalah berkapasitas 1 orang per ban dan maksimal 2 orang (1 dewasa 1 anak). Saya kemarin sewa tiga ban. Sayang sekali kami tidak sempat mem-videokan saat kami ber-arung jeram. Akan menjadi kenangan yang manis tentunya. Satu-satunya cara, kami harus kembali lagi kesana. Hehehe.

Jangan khawatir kelaparan ya selama bermain di sana di sepanjang tepian sungai itu berjajar warung-warung yang menyediakan makanan seperti mie instan, pentol atau sempol ada juga gorengan seperti menjes dan tahu petis. Buat pecandu kopi tenang saja warung-warung tsb juga menyediakan kopi sachet yang siap diseduh air panas dan dinikmati setelah puas berbasah-basah di sungai.

Bagaimana dengan tempat mandi atau bilas dan tempat penitipan barang selama kita bermain air? Tenang! warung-warung itu juga dilengkapi dengan kamar mandi dan locker. Rupanya pengelola sudah memikirkan hal tersebut. Namun semuanya dengan design sederhana ala pedesaan ya.

20180113_161922
lihat saja pemandangan dibelakang saya, asri bukan? (Credit Pic: Koleksi Pribadi)
20180113_162138
Soldier Pose Hahaha (Credit Pic: Koleksi Pribadi)
20180113_162120
Keriaan anak kota ketemu sungai Hihihi (Credit Pic: Koleksi Pribadi)

Begitulah sekelumit cerita weekend kita di Sumber Maron minggu lalu. Semoga bisa ‘mempengaruhi’ kalian untuk berkunjung juga ya. Ingat bawa tas plastik untuk baju basah dan minyak kayu putih ya!

Dan yang paling menyenangkan semua sensasi menyenangkan itu sangaaaat terjangkau. Untuk bahan perbandingan saja, kemarin saya kesana mengeluarkan biaya tidak lebih dari 100rb rupiah (Incl. karcis parkir, tiket masuk, sewa ban, sewa loker, sewa kamar mandi, kopi suami, minuman dan cemilan anak-anak, cemilan saya) Hihihi menarik kan? iya kaaan?

 

 

–Ta–