Green Valley Resort – Satu Malam Yang Tak Terlupakan

Siang itu kami bertolak dari Purwokerto. Melayat kerabat yang meninggal dunia. Awal rencana keberangkatan kami menuju Purwokerto adalah menjenguk beliau yang kala itu sedang sakit. Namun dalam perjalanan, kami mendapat kabar bahwa beliau sudah meninggal. Akhirnya perjalanan itu menjadi perjalanan nyekar karena saat kami sampai, beliau sudah dimakamkan.

Kami tiba di Purwokerto saat matahari sudah tenggelam. Kami bermalam di sebuah penginapan di daerah Baturaden. Green Valley Hotel namanya. Hotel ini bernuansa resort. Asri, ditata apik dengan banyak tanaman plus udara yang sejuk. Terasa pas untuk mengistirahatkan raga setelah perjalanan panjang kami.

Baturaden berada di lereng sebelah selatan Gunung Slamet. Memiliki udara sejuk dan semakin dingin di malam hari. Lumayan terasa untuk kami yang biasa tinggal di kota bersuhu rata-rata 30an derajat celcius.

Paginya, kami sempatkan berkeliling hotel ternyata di bagian belakangnya terdapat semacam waterboom/waterpark. Anak-anak tentunya senang sekali. Karena bagi kami melakukan perjalanan menginap hukumnya wajib membawa perlengkapan berenang hehehe. Jadi begitu ketemu pool langsung nyemplung. Tidak ada alasan tidak membawa swimsuit dan google.

sl1.jpg

credit image : website green valley resort

Tuh dari balkonnya kita bisa melihat pemandangan gunung. Keren sekali ya klo setiap bangun tidur lihat pemandangan seperti itu.

IMG_0192

pool di belakang hotel

Nah itu kenampakan pool nya, lumayan kan anak-anak bisa hore hore dan aslinya itu bapaknya anak-anak pun ikutan hore bahkan ikutan prosotan –tapi demi menjaga privasi harga diri foto tsb tidak saya tampilkan- Wkwkwkw.

Dan di dibelakang pool itu terdapat waterboom yang lebih oke lagi. tapi karena saat itu masih terlalu pagi jadi waterboom belum dibuka. Bagus deh pemandangannya. Udara yang dingin lumayan menggigit tapi tidak menyurutkan semangat para piyik ini untuk nyebur.

IMG_0194

IMUT to the max hahaha

Puas dengan ciprat-cipratan mentaslah mereka kemudian lanjut makan pagi dan  check-out untuk melanjutkan rangkaian kunjungan ke makam dan rumah sodara.

IMG_0299

Didepan pintu lobby kita bergaya

Sempetin foto yuuuk supaya perjalanan ini sah –hahaha– dan senapan plastik yang saya pegang itu adalah punya anak tetangga entah kenapa bisa sampai kebawa.

Bye green valley ’till we meet again. 

 

–Ta–

 

 

Green Valley Resort
Jl. Raya Baturraden Km.8 Purwokerto
Jawa Tengah, INDONESIA 53151

P. +62.281.681123
F. +62.281.681590
E: contact@greenvalley-resort.com

Beberapa lokasi wisata yang bisa kalian datangi di daerah baturaden:
  1. Pancuran Pitu
  2. Telaga Sunyi
  3. Bumi Perkemahan
  4. Kaloka Widya Mnadala
  5. Teater Alam
Baca lengkapnya disini

 

 

 

Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children

Kemarin saya baru selesai “melahap” salah satu judul novel fiksi. Ini novel aslinya udah lama teronggok di rak buku, menunggu hidayah untuk saya baca. Hahaha, emberan sometime saya impulsif belanja buku, sekaligus beberapa judul trus lamaaaaa di geletakin di rak, nunggu hidayah untuk ngebaca nya.

Tapi ternyata model belanja begitu ada untungnya juga, pas isi dompet lagi prihatin dan ga bisa beli buku saya masih ada stok untuk dibaca. Huhuuyy. Akhirnya saya punya pembenaran tentang kebiasaan belanja buku saya. Nyengir.

Setelah saya baca habis -dari depan sampe belakang- saya baru ngeh kalo buku ini best seller dan udah dibikin versi layar lebarnya. Nyesel. Pengen liat versi movie nya.

MissPeregrineCover

Kenampakan cover depan. Awalnya saya pikir ini semacam cerita horror. Apalagi pas baca resensi di cover belakangnya. Tapi setelah dibaca ini novel bukan semata-mata cerita yang spooky. 

Jacob Portman yang berumur 16 tahun baru saja kehilangan kakek kesayangannya. Dulu kakeknya suka bercerita sambil menunjukkan koleksi foto anak-anak aneh, dan jacob mengira kakekna hanya membual. Setelah kakeknya meninggal tak wajar, Jacob mengikuti pesan terakhirnya dan pergi ke pulau terpencil diluar pantai Wales, untuk mencari rumah Miss Peregrine dan anak-anak aneh itu. Yang ditemukannya hanya reruntuhan, tetapi ketika Jacob menjelajahi sisa kamar-kamar dan lorong-lorongnya, semakin jelas bahwa anak-anak ini sungguh ada dan, ajaibnya mereka masih hidup sampai sekarang. Walaupun tampaknya mustahil. Dan ada sebabnya mereka mengasingkan diri di pulau terpencil itu.

Gimana ikutan tertarik baca novelnya?? Selamat hunting bukunya. Dan selamat membaca.

Oh iya dibagian cover belakangnya ada tulisan “Novel Dewasa”. Menurut saya karena didalamnya ada tulisan si pemeran utama berciuman dan beberapa muncul tulisan “selingkuh” Sejauh itu aman. Dan karena ini cerita fiksi mungkin butuh kedewasaan berpikir dalam menyingkapi isinya. Mungkin karena itu dikategorikan DEWASA. Namun saya rasa, novel ini “aman” dibaca oleh usia 16 tahun keatas.

 

–Ta–