Berobat Ke Puskesmas Gratis Lho!

Sudah pernah berobat ke puskesmas belum?

Kali ini saya akan bercerita pengalaman berobat jalan ke puskesmas dengan keluhan sakit demam, batuk dan pilek. Yang itu tanpa ada biaya sepeserpun alias GRATIS.

Beberapa hari lalu saya pergi berobat ke puskesmas. Ini adalah kali kedua saya berobat ke puskesmas alih-alih ke praktek dokter pribadi atau rumah sakit. Selain cocok dengan obatnya, faktor dekat dan murah menjadi daya tarik utama hehehe.

Musim pancaroba seperti ini memang membuat imun menjadi lemah, lebih-lebih saat lihat diskonan sehingga tubuh cenderung mudah terserang sakit. Saya sampai puskesmas sekitar jam 8 lebih 5 menit dan saat mengambil nomor antrian saya terhenyak  mendapati angka 53 di tangan :)). Dan nomor antrian yang sudah terlayani belum sampai urutan ke-10. Warbiyasak kakak.

Antrian di puskesmas kelurahan tempat tinggal saya ini terbagi menjadi tiga : poli ibu & anak, poli gigi dan poli umum. Nah kita pilih ambil nomer yang mana, misal mau periksa gigi ya ambil nomer di kotak poli gigi, begitu juga yang umum atau ibu dan anak. Mungkin sama dengan puskesmas lain. Setelah kita ambil nomer antrian, kita menunggu hingga nomer kita dipanggil oleh petugas. Saat dipanggil, petugas akan meminta kartu berobat kita dan mengkonfirmasi poli mana yang akan kita tuju untuk melakukan pemeriksaan. Setelah itu kita diminta menunggu sampai nama kita dipanggil untuk masuk ke ruang periksa bertemu dengan calon mertua dokter. Nah proses dari menunggu ini tergantung cuaca banget. Pancaroba ato engga. Hahaha. Kan klo pancaroba itu banyak yang sakit dan antrian akan semakin banyak.

doctor-73117__340

Menunggu dengan tekun adalah satu-satunya pilihan. Duduk di kursi plastik yang disediakan pihak puskesmas di halaman puskesmas karena kursi tunggu di dalam sudah penuh terisi pasien dan pengantar pasien yang rata-rata wajahnya sama. Sakit dan bosan.

Setelah tujuh purnama menunggu sambil kebelet pipis akhirnya nama saya dipanggil. Masuk ruang periksa, perawat menanyakan dan mencatat keluhan kita sambil mengukur tekanan darah dan memeriksa suhu badan. Tenang, mereka ga akan tanya cicilan skuter atau KPR sisa berapa bulan? Wkwkwk.

Pindah kursi, keluhan kita tadi akan ditindak lanjuti oleh seorang adek dokter, she look younger hahaha. Dengan mengkonfrmasi keluhan-keluhan yang sebelumnya sudah dicatat oleh perawat tadi, adek dokter menuliskan resep. Selesai itu proses selanjutnya adalah mengantri untuk mengambil obat. Hanya sekitar 5-10 menit obat sudah di tangan.

Proses tsb butuh waktu 2,5 jam (ini tergantung ya, seperti yang sudah saya ditulis di paragraf atas) dengan membawa 5 macam obat, saya pulang dengan alhamdulilah. And what the surprise is all free. Iyes, free alias gratis.

Selamat hari senin dan salam sehat.

 

-Ta-

 

Credit Image : ruang tunggu

Advertisements

6 Comments

    1. iya cukup banyak antriannya. lumayanlah ntar pulang dari berobat anak-anak ku udah wisuda. hehehe tapi worth it lah cocok jg sama obat yng dikasih. ini udah kali kedua aku berobat di puskesmas itu.

      Like

      1. Klo pas sakitnya model flu bolehlah dicoba ke puskesmas. Soalnya kan yg stand by dokter umum. Tapi klo emang sakit butuh konsul ke spesialis ya pilih ke RS kali ya. Lumayan lah. Alhamdulilah cocok jg sama obat yg dikasih hehehe

        Like

Leave a Reply to Sita Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s