Bande Alit Pesona Pantai Pribadi di Taman Nasional Meru Betiri

Meru Betiri merupakan kawasan konservasi alam yang dikenal dengan sebutan Taman Nasional Meru Betiri. Yang diambil dari nama gunung tertinggi di kawasan itu yaitu Gunung Betiri. Secara administratif, Taman Nasional Meru Betiri berada di bentang wilayah kabupaten jember dan kabupaten banyuwangi jawa timur.

Dengan luas wilayah sekitar 58.000 ha yang diresmikan oleh menteri pertanian pada tahun 1982 taman nasional ini merupakan habitat tumbuhan dan binatang langka. Sebut saja bunga rafflesia dan bunga anggrek -ada lebih dari 200 jenis anggrek yang ditemukan di tempat ini- Taman ini juga merupakan tempat hidup beberapa satwa dilindungi antara lain banteng, harimau jawa, macan tutul, ajag, kucing hutan.

Selain sebagai ‘rumah’ bagi flora dan fauna yang dilindungi, taman nasional ini juga merupakan tempat ‘berlindung’ pantai-pantai indah yang semuanya masih alami. Sebut saja Pantai Bande Alit, Pantai Rajegwesi, Pantai Sukamade yang terkenal dengan habitat penyu dan yang terakhir yang paling indah (kabarnya) adalah Pantai Teluk Hijau -aahhh saya jadi ga sabar untuk kepoin- 2016 silam saya berkesempatan mengunjungi salah satunya.

Saat itu akhir bulan desember, liburan panjang didepan mata. Sayang untuk dilewatkan begitu saja. Diskusi mengenai liburan mulai bergulir beberapa alternatif kota seperti jogja dan banyuwangi menjadi bahan pertimbangan. Seperti yang sudah sudah keputusan kemana kaki melangkah mengisi liburan itu selalu last minutes. Setelah ini, itu dan anu akhirnya Jember jadi kesepakatan. “Jember aja yuk” saran saya waktu itu. Entahlah saya merasa rindu untuk kembali. Dan pak bojo menyambut dengan gembira. Kalau anak-anak sih pasti oke, asal ada iming-iming bermain air hahaha.

Jarak Sidoarjo – Jember kira-kira 174 km dan normalnya bisa ditempuh dalam 3-4 jam. Melewati pasuruan-probolinggo-lumajang. Di Lumajang kami mampir di Ranu Klakah sebuah wisata danau dengan pemandangan Gunung Lemongan. Melepas penat sembari menikmati semangkuk bakso ditengah gerimis. Aduhai endolita.

Matahari sudah diperaduan saat kami sampai hotel, badan udah remuk redam keseringan berhenti nurutin bocah-bocah. Tiba waktu makan malam kami makan di resto hotel, karena anak-anak udah ga mau lagi masuk mobil, berkeliling mencari resto lokal.

Dan paginya setelah semalam tidur nyenyak, saatnya main air. Yippii kaa yee, kegiatan wajib kalo pas nginep di hotel itu adalah menjajal kolam renangnya.

DSCN1733.JPG
Awali hari dengan yang dingin-dingin hahaha

 

DSCN1735
“Hi mommy” He said

Sampai selesai makan pagi, kami belum tau mau kemana menghabiskan hari. Sampai akhirnya pak bojo masuk kamar sambil membawa selembar brosur wisata. Yang ternyata booth nya disebelah meja resepsionis hotel. Brosur itu berisi list pilihan wisata di jember dan sekitarnya. Then we choose Bandealit.

By 10 am ada sebuah jeep 4WD yang menjemput kami di hotel. Fyi, sewa jip 800rb (tahun 2016) untuk durasi selama 10 atau 12 jam -saya lupa tepatnya- lengkap dengan sopir. 

DSCN1741.JPG
Sah? Sah!!

Bandealit ini terletak di sebelah selatan kota jember. Perjalanan kami dimulai dari hotel yang terletak di kecamatan kaliwates, menuju kecamatan ambulu, kemudian perjalanan berlanjut dengan memasuki perkebunan karet selama sekitar 1 jam, Menyusuri jalan setapak yang bergeronjal membuat badan bergoyang ke segala penjuru, kanan, kiri atas dan bawah hahaha. Unforgettable. Anak-anak seneng banget. Saya juga koq.

DSCN1743.JPG
Hamparan pohon karet
20161226_115539
“Hayati lelah, sender dulu boleh ya?!”

DSCN1747

Keluar dari kebun karet the truly journey begin. Untuk pertama kali kami menjelajah hutan. A real jungle. Menyenangkan sekali. Menerobos hutan yang kanan kirinya pepohonan entah berusia berapa tahun. Menyaksikan monyet bergelantungan diantara dahannya. Melewati sungai. Terbentur atap jip karena melewati jalan yang aduhai gronjalannya, badan terhempas kesana kemari. Sungguh ‘sesuatu’. Belum lagi saat melihat binatang liar yang melintas didepan mobil yang kami naiki dan melihat langsung bunga raffesia dan anggrek yang tumbuh liar. Jadi bener ungkapan “Travel is the only things you buy that makes you richer”

here we go…

20161226_145438

20161226_140740.jpg

20161226_135008.jpg

 

DSCN1766.JPG

Setelah tiga jam lebih perjalanan, terhempas debu jalanan marilah kita merayakan sukacita dengan basah-basahan dan panas-panasan.

Ini pantai beneran keren. Aksesnya yang ga gampang dilalui kendaraan ‘biasa’ membuatnya tidak banyak pengunjung. Sepanjang kami menghabiskan waktu disana hanya ada dua mobil termasuk mobil yang kami sewa. Dan beberapa penduduk lokal saja. Anak-anak puas bermain air dan pasir.

Berat rasanya menyudahi perjalanan itu. Betaah banget. Tapi yang namanya hidup ada awal dan ada akhir. Saat mengawali sesuatu kita juga harus menyiapkan diri untuk mengakhirinya.

 

 

–Ta–

 

 

TRAVELING

It leaves you speechless, 

Then turns you into a

STORYTELLER

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s