Bangkalan, Mampirlah Ke Bukit Jaddih

Welcome to Bangkalan, Tanah Madura, pemilik tradisi Toron. Toron merupakan istilah lokal untuk menyebut kepulangan orang Madura dari tanah rantau. Masyarakat Madura yang merantau biasanya berbondong-bondong toron saat hampir menjelang Idul Fitri. Ada tiga momen yang biasanya mendorong mereka melakukan toron, yaitu menjelang Lebaran Idul Fitri, Idul Adha, dan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Toron, kita sebut juga Mudik. Baca lengkapnya di Toron.

Beberapa waktu lalu Bangkalan “mengguncang” pecinta kuliner. Yup masakan berjuluk Bebek Sinjay tiba-tiba mencuri perhatian, menyedot pelancong -tssahh bahasa saya- dari berbagai penjuru tanah air untuk datang ke Bangkalan merasakan nikmatnya bebek goreng, yang disajikan dengan nasi hangat dan sambel pencit (=mangga muda). Beneran endess. “Loe bakalan lupa sama segala macam masalah hidup loe sejak suapan pertama sampe terakhir”. Cuma setelah itu ya inget lagi, plus masalah kolestrol. Hahaha. Nothing compares lah kata tante Sinead O’connor. Juara dunia enaknya.

Belum pernah cicipin endesnya bebek sinjay??? Hidup kalian belumlah lengkap. Eh tapi no worry sekarang makan Bebek Sinjay ga harus ke Madura. Kalian bisa menemukannya di : Sidoarjo tepatnya di daerah Ponti (dekat GOR Delta), kemudian di frontage road jalan A. Yani Surabaya, di Jl Dharmahusada Surabaya juga ada, trus ada juga yang di bypass malang-pasuruan. Nah untuk dine-in alias makan ditempat warung yang di bypass lah yang paling nyaman.

Nah, yang sekarang mau saya ceritain adalah saat berkunjung ke gunung kapur yang berada kurang lebih 20 menit dari suramadu. Namanya Bukit Jaddih. Berupa gunung kapur berwarna putih yang terletak di desa Jaddih. That’s why namanya bukit jaddih.

Akses menuju tempat wisata ini cukup bagus, tapi tidak terlalu lebar. Saat sedang berpapasan dengan kendaraan lain kita harus mengurangi kecepatan. Suguhan pemandangan sawah di kiri kanannya sejuk dimata. Kalo kalian kesana pada hari biasa mungkin akan sering berpapasan dengan truk pengangkut bongkahan batu kapur.

Karena saya berkunjung bertepatan dengan liburan panjang, jadi ramai sekali. Saya kesulitan menemukan spot foto bukit kapur tanpa adanya pengunjung. Disetiap Sudut dipenuhi pengunjung.

DSCN1903.JPG
Danau Biru, Di danau ini kita bisa menyewa rakit dan berkeliling danau

Danau itu sebenarnya berwarna hijau, kemudian saya teringat. Orang Madura kalo mengatakan hijau adalah biru. Hehe. So hijau ato biru tidak perlulah berdebat. Haha.

img-20170430-wa0026.jpg
“Kudanya bau” kata Gendis. Haha
IMG-20170430-WA0008
Ahhay Inilah kami, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. berangkat dari suramadu, pulangnya lewat kamal. Asiiikkk.

Tarif sewa rakit untuk berkeliling danau adalah 5000 rupiah per orang. Dan beruntung kami dapat pengayuh rakit yang orangnya ramah. Dia yang berinisiatif untuk mengambil beberapa foto kami sekalian mengarahkan gaya. Ada foto yang kami berempat “diarahkan” untuk menunjuk kesalah satu sisi bukit seperti pose pahlawan bertopeng di serial Sinchan. Haha, tapi biarlah itu kami pajang di ruang keluarga saja (sok arteesss, supaya penggemar kepo).

Itulah getaway singkat kami kemarin. Dan pengalaman bukit Jaddih kami tutup dengan menyantap sebungkus bebek goreng sinjay lengkap dengan jerohan dan sambal pencit, di dalam mobil dengan pemandangan bukit kapur. Duuuuhhhh saya ngiler lagi ini.

Next posting saya mau cerita khusus Bebek Sinjay ya. Biar kelian makin ngiler *kabooor

 

 

-Ta-

Advertisements

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s