Impaksi Gigi

Sesekali posting yang rada ilmiah ah, supaya kelihatan pinter. Ehheem. Apaan sih IMPAKSI GIGI? Scroll kebawah yuk saya mau berbagi pengalaman. Hari minggu kemarin saya melakukan dental surgery a.k.a bedah gigi. Walah ngeri ya, ada kata-kata bedah itu bawaannya gimana gitu. emang kenapa sih gigi saya sampai harus dibedah? Baca sampai tamat yuuk!

Jadi begini ceritanya, seminggu sebelum melakukan bedah gigi saya pergi ke dokter gigi tuh tujuannya untuk pasang gigi palsu, berasa eyang-eyang udah pake gigi palsu. Biarin deh. Kali ini saya mau pasang yang permanen ajah, alias yang nempel terus. Pengalaman pake yang bisa dilepas itu adalah hilang kebuang di tempat sampah. Oon yak?! Nah setelah dicek dan dicek sama dokternya, beliau bilang kalo gigi bungsu saya tumbuhnya tidur. Hahaha malesan ya gigi saya. Singkat bu dokter menganjurkan untuk di cabut aja, karena itu gigi ga ada manfaatnya malah ganggu gigi disebelahnya yang tumbuhnya normal. Bukan tukang tidur.

Tentang gigi bungsu, gigi bungsu adalah gigi geraham yang tumbuh terakhir kali dengan pertumbuhan yang bervariasi pada setiap orang, direntang usia 16 sampai 25 tahun. Gigi bungsu normalnya berjumlah 4 buah, masing-masing dua di rahang atas (maksila) dan rahang bawah (mandibula). Tetapi, tidak semua orang memiliki benih gigi bungsu, atau jumlahnya bisa kurang dari 4 gigi.

Karena tumbuh paling terakhir maka yang sering terjadi tidak mendapatkan ruang tersisa pada gusi sehingga tidak tumbuh dengan sempurna. Gigi hanya dapat tumbuh sebagian miring ke arah gigi di sampingnya atau tidak tumbuh sama sekali karena terbenam di dalam tulang. Keadaan inilah yang dalam ilmu kedokteran gigi di sebut Impaksi gigi.

https://i0.wp.com/pghdentalclinic.com/wp-content/uploads/2011/10/pencabutan-gigi-bungsu-dengan-operasi-bedah-mulut-odontektomi.jpg
kondisi gigi saya adalah horizontal impaction

Gigi yang tumbuh dalam posisi demikian bisa menjadi sarang penyakit karena sulitnya membersihkan sisa-sisa makanan yang terselip lama kelamaan akan menimbulkan berbagai keluhan mulai dari gigi berlubang, infeksi jaringan lunak hingga terasa bengkak dan nyeri. Gigi bungsu yang tumbuh tidak sempurna juga dapat menyebabkan rasa sakit pada bagian sendi rahang sedangkan gigi bungsu impaksi yang terbenam di dalam tulang dapat menyebabkan kista atau tumor.

img_1828
Ini nih hasil foto Panoramic saya

Gejala-gejala yang biasa terjadi adalah migren, kepala pusing, sakit saat membuka mulut dan telinga berdengung. Bila masalah akibat gigi impaksi ini mengganggu, maka perlu dilakukan pencabutan oleh dokter gigi spesialis Bedah mulut untuk dilakukan pencabutan gigi bungsu, yang dalam istilah kedokteran gigi disebut dengan Odontektomi

Odontektomi merupakan operasi kecil untuk mengangkat gigi impaksi. Sebelum dilakukan pencabutan, gigi yang impaksi perlu di foto rontgen (istilahnya : foto panoramic) jadi inget nama dukun pembuat jamu kuat di film asterix yak, terlebih dahulu untuk memeriksa bentuk dan posisi gigi pada tulang rahang. Setelah gigi bungsu yang bermasalah dicabut, biasanya keluhan-keluhan akibat gigi bungsu akan hilang.

Pada umumnya pasca Odontektomi ada sedikit pembengkakan, pembukaan mulut jadi sedikit terbatas untuk sementara waktu. Namun, hal ini pun tergantung pada besar kecilnya trauma pasca operasi odontektomi. Bila operasi berjalan mulus, tidak berlangsung lama dan tidak banyak tulang yang dibuang, pembengkakan ini biasanya tidak terlalu mengganggu.

Tips dari dokter yang membedah saya kemarin untuk meminimalisasi pembengkakan pasca odontektomi adalah 1. dikompres es 2×24 jam pasca operasi, caranya tutup mulut dan tempelkan es batu di pipi, lepas, buka mulut selebar 3 jari tempelkan es ke pipi lagi. begitu sesering mungkin sembari nonton tv ato kegiatan lain. Dan mengkonsumsi makanan dingin strongly recommended. Setelah 2×24 jam ganti dengan kompres air hangat, kira-kira 2×24 jam juga, sesering mungkin. Dan yang ga kalah penting minum obatnya ya, saya kemarin dikasih resep obat anti nyeri, which is helpful banget, dan usahakan tepat waktu ya minumnya karena telat sebentar aja nyerinya terasa. Dan juga saya diresepkan antibiotika.

img_1829
Catatan Tips mengompres pasca operasi. Udah ketahuan kan ini tulisan sapa?😁

baca lengkap disini

Alhamdulilah sekarang udah masuk hari ketiga pasca gigi saya dioprek-oprek. Saya sudah bisa makan panas dan dingin. Oiya satu lagi yang dokter saya kemarin bilang, tetap saja makan nasi engga perlu makan bubur. Tapi klo pas masak nasi terlanjur jadi bubur ya udah deh tambahin ayam suwir dan cakwe goreng sekalian hahaha.

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s