Chicken Shumai, Cerita Tentang Memulai Sesuatu

Hola Genks,

Belakangan, isi obrolan saya dengan beberapa teman adalah seputar makanan. Biasanya berawal dari saling mengomentari status yang kami upload di media sosial. “Waaa apa itu?” atau “Eh loukumandes ya?” atau “Mau doong!” atau hanya berupa emoticon.

Dan komen-komen tersebut akan berlanjut pada obrolan recook resep, trick and tips memasak, harga peralatan, termasuk ngrasani penjaga tobaku yang jutek. hihihi.

Nah, dari saling komentar dan ‘mengkompori’ itu, beberapa hari lalu saya coba me-launching shumai ayam buatan saya. *Cieee

Dengan bekal ngiklan di status WhatsApp penjualan pertama laku 3 box. Dan dipuji enak pula. hip hip hooray dong ya.

Baca juga : bikin shumai ayam sendiri yuk

Dan berturut-turut setiap hari ada saja yang ‘terjebak’ untuk mencoba shumai ayam ala Mumma. Walau dari segi angka penjualan belum kebeli emas permata, tapi efek happy nya bisa bikin wajah glowing seperti pakai skincare korea 🤣

Buat kalian yang punya resep andalan keluarga jangan ragu untuk mencoba di tawarkan pada sekitar. Barangkali jalan rejekinya memang lewat situ. Beruntung kita berada di jaman internet, soal pemasaran bukan hal yang sulit. Share saja di status WhatsApp pasti ada saja yang tertarik.

Ada kalimat yang pernah saya baca dari status WA seorang teman, begini kira-kira :

Tetap jualan saja, tidak perlu khawatir soal pembeli

Biar nanti Tuhan yang kirim pembelinya

chicken shumai ala mumma

-Ta-

Taman Safari Saat Pandemi

Hola Genks, how’s your weekend?

Setelah sukses melewati hampir tujuh bulan #dirumahaja kemarin kami akhirnya keluar ‘kandang’. hehe. Setelah diskusi, akhirnya Taman Safari II di Prigen Pasuruan Jawa Timur menjadi jujugan short getaway kami di tengah pandemi.

Saat rencana tersebut kami sampaikan ke anak-anak, mereka sangat gembira mendengarnya. Maklumlah, kabar ini laksana sumber air di tengah padang pasir. *hahaha lebay sedikit tak apalah

Karena situasi masih pandemi dan kami sadar sebenarnya tidak bijak untuk memutuskan keluar rumah dan berada di tempat umum, jadi kami sampaikan ke anak-anak bahwa kali ini kita hanya akan berkeliling melihat binatang dan tidak mengunjungi wahana bermain atau melihat pertunjukan binatang seperti biasanya.

Dan anak-anak sepakat, jadilah kami hari minggu kemarin ber-Taman Safari saat pandemi. Perjalanan lancar, surprisingly jalanan ramai loh! Seperti tidak dalam suasana pandemi. Apa mungkin selama ini saya yang terlalu parno ya?! Entahlah, tapi in the end memang kembali pada diri masing-masing. Mungkin banyak dari mereka juga seperti kami yang berwisata dalam kendaraan saja.

Sekitar pukul sebelas kami tiba di Taman Safari II Prigen. Saat masuk ada petugas yang mengecek suhu badan menggunakan thermo gun. Kami berempat satu kendaraan, satu persatu di cek, kakak, ayah, saya. Tiba giliran adik, petugas langsung mempersilahkan kami untuk terus. Abai, terkesan meremehkan protokol kesehatan.

Setelah itu kami sampai di loket, ada petugas yang menghitung jumlah orang dalam kendaraan. Cukup patuh, lengkap dengan sarung tangan karet, masker serta face shield. Saat saya memberikan kartu ATM untuk membayar, petugas mengulurkan baki dan menyemprotkan hand sanitizer ke tangan saya. Setelah urusan pembayaran beres itu kami diperbolehkan lanjut.

tiket masuk, map dan gelang akan diberikan saat pembayaran selesai dilakukan

Here we go, dimulai dengan area Llama, dilanjut dengan bison dan berakhir dengan Jenjang Mahkota yaitu keluarga burung yang memiliki jambul di kepala layaknya sebuah mahkota. Anak-anak begitu antusias dan lepas menikmati suasana, apalagi saat di area yang pengunjung diperbolehkan membuka kaca jendela dan memberi makan binatang.

Eng ing eng, saat nya melewati wahana permainan dan pertunjukkan. Saya pikir anak-anak akan berusaha merayu pak’e dan mak’e untuk memperbolehkan mereka turun dan melihat salah satu show, tapi nyatanya mereka woles saja. hihihi

Mission complete, kami akhirnya selesai berkeliling (sebagian) Taman Safari. Sekian cerita wisata di masa pandemi. Semoga sedikit memberi ide cuci mata.

Saat perjalanan pulang kami mampir Taman Dayu, lihat kaplingan, yah kali aja kesamber geledek rejeki dapet undian bisa ngerasain punya hunian di cluster ini 🤪

Aamiin 😇

Salam sehat dan bahagia selalu.

–Ta–

Tim Hore, minus mumma yang lagi kliyengan lihat ketinggian 😄

Melihat Hal-hal Positif Saat Pandemi

How’s life? Mau berbagi sudut pandang nih tentang hal-hal positif saat pandemi yang bisa banget kita jadikan kebiasaan.

Yah pandemi ini rasanya seperti membatasi kegiatan. Yang dulunya santuy blas blus keluar rumah, tapi sekarang tanpa masker dan kacamata rasanya parno walau untuk melangkah ke warung sebelah.

Yang dulunya kegiatan sekolah, kegiatan kantor dan kegiatan sosial lainnya selalu dengan tatap muka, sekarang online dirasa paling bijak. Dan tantangan-tantangan lainnya.

The positive thinker sees the invisible, feel the intangible, and achieve the impossible

Winston Churchill

Itu kalau kita mikir sedihnya saja. Tapiii, mari sedikit menurunkan intonasi dan berusaha mencari hikmah dari pandemi. *wuiih berat banget ini mencari hikmah disaat sulit, saya bisa ditoyor rame-rame.

Berikut sudut pandang saya melihat hal positif di saat pandemi :

  • Selalu dirumah. Dekat dengan anak-anak dan melihat mereka beraktifitas adalah precious moment. Mungkin tidak semua orang tua memiliki saat-saat itu. Selama pandemi sekolah tatap muka ditiadakan, jadi praktis anak-anak sekolah dari rumah. Saya bisa memantau proses anak-anak belajar daring, ikut terlibat saat mereka mendapat tugas, dan sebagainya. Suatu kebahagiaan tersendiri.
  • Makan masakan rumah. Iya, masakan rumah jadi andalan. Mulai makanan utama sampai snack. Itu juga yang membuat akhirnya saya jadi sering kulik resep. Hehehe. Side effect nya anak saya yang kedua makin berisi. Hihihi.
  • Kebiasaan mencuci tangan sesering mungkin. Nah ini salah satu hal dari pandemi yang saya suka, anak-anak dengan penuh kesadaran selalu mencuci tangannya lebih-lebih saat kembali dari luar rumah.
  • Masker. Yup, sekarang bermasker menjadi kebiasaan baru. Ada cerita lucu saat ke warung. Masker cek, kacamata cek, dompet lupa. hahaha
  • Tidak bepergian bila tidak perlu. Bepergian keluar rumah sudah pasti akan bertemu dengan banyak orang, makan di tempat umum dan akses terbatas akan air bersih. Pada masa pandemi ini anak-anak dengan sadar tidak meminta pergi bermain ke amusement park.
  • Lebih banyak membaca. Games dan Youtube hanya saat akhir pekan. Yup sedikit tricky untuk persoalan ini butuh disiplin dan kejujuran anak-anak untuk menjalankan peraturan yang sudah kami sepakati jauh hari sebelum masa pandemi dan tetap berlaku sampai masa pandemi ini. Alhamdulilah sejauh ini baik. Sebagai gantinya anak-anak jadi rajin baca buku.
  • Anak-anak selalu sehat. Semenjak belajar daring, anak-anak tidak pernah sakit. Dulunya, serangan flu itu seperti sudah terjadwal. Sekarang alhamdulilah selalu sehat. Mungkin karena waktu istirahatnya cukup, lebih menjaga kebersihan dan asupan makanan terjaga.

Wah, ternyata banyak juga ya hal-hal positif yang bisa kita ambil dari situasi pandemi. Tapiii, saya sih maunya situasi ini cepat berlalu dan hidup kembali seperti semula. Kembali arisan PKK, kembali makan bakso di warung, dan kembali menikmati hobi jalan-jalan tanpa masker. Aamiin.

Baca juga : Perjalanan Hidup

Yuk sekarang giliran kamu bercerita tentang hal-hal positif dari situasi pandemi ini. Selamat menulis dan jangan lupa selalu melihat situasi dari sudut pandang yang baik.

Salam sehat,

–Ta–

Martabak Telur Buatan Sendiri

Hola Gengs ,

Selamat hari kamis, besok sudah jumat nih. Karena weekend besok masih tetap #dirumahaja, yuuk kita masak-masak saja. Kali ini kita #kulik resep yang gurih-gurih ya. Martabak telur. Jajanan kaki lima yang biasanya dijual duet dengan terang bulan alias martabak manis.

Beberapa saat lalu Gendis bilang pengin martabak, “Ok, ntar jumat atau sabtu kita bikin ya.” Janji saya. Karena memang sebelumnya beberapa kali sudah pernah coba buat sendiri, dan syukur cocok sama orang rumah.

Pagi tadi saat belanja, saya lihat tukang sayur membawa kulit lumpia. Nah, pas banget kita coba bikin martabak pake kulit lumpia saja. Praktis. Kalau sebelum-sebelumnya selalu mengulen adonan kulit sendiri.

Yuk cekidot, bahannya sederhana dan selalu ada di rumah, kecuali kulit lumpianya hehehe:

  1. Telur ayam 3 butir
  2. Daun bawang 3 batang, iris tipis
  3. Bumbu seperti garam, merica bubuk, dan kaldu bubuk
  4. Bubuk kari (optional)
  5. Beberapa lembar kulit lumpia

Cara membuat :

  1. Kocok telur kemudian masukkan bumbu dan irisan daun bawang. Aduk sampai tercampur rata.
  2. Panaskan wajan tahan panas, gunakan api sedang cenderung kecil saja ya dan beri minyak goreng sedikit.
  3. Goreng martabak, caranya selang-seling letakkan kulit pangsit – kocokan telur – kulit pangsit. Goreng sampai matang dan kuning kecoklatan. Angkat.
  4. Sajikan hangat dengan acar.

Tips : Supaya hasil jadinya tebal, kulit lumpianya kasih dobel saja per layer, saya 2 lembar per layer, trus banyakin daun bawangnya. Kalau mau ditambah cacahan daging sapi/ayam di kocokan telurnya pasti lebih haucek.

Kesimpulan : Hasil akhirnya tetap enak, pakai kulit lumpia lebih praktis karena skip acara ngulenin adonan tepung untuk kulit. Bahannya sederhana dan prosesnya mudah jadi ga bakal ada drama gagal deh. 😄

resep martabak telur
Martabak Telur Kulit Pangsit

Gimana? Easy peasy lemon squeezy kan? Buat temen nonton tivi atau cemilan anak-anak waktu break daring oke banget nih.

Selamat mencoba.

-Ta-

Image 1 : Bahan-bahan martabak

Image 2 : Martabak telur

Ide Sarapan Sehat Sederhana

Morning gaes, sudah sarapan belum?

Sarapan alias makan pagi, atau yang dalam bahasa daerah saya disebutnya breakfast *hahaha adalah keadaan untuk mengkonsumsi hidangan utama pada pagi hari. Waktu sarapan dimulai pada pukul 06.00 sampai dengan pukul 11.00 pagi. Dianjurkan menyantap makanan yang ringan bagi kerja pencernaan, yaitu yang berserat tinggi dan protein cukup serta berkadar lemak rendah. (Sumber : Wikipedia)

Dari beberapa manfaat sarapan selain memberi nutrisi pada otak, membantu melindungi tubuh dari penyakit dan membantu kemampuan untuk fokus, terselip pula keuntungan dapat mengendalikan berat badan. Wow kabar baik untuk para pejuang diet ya.

Baca juga : Membuat Dimsum Ayam

Ini beberapa Ide sarapan sehat sederhana yang bisa kalian coba di rumah:

  1. Bubur ayam

Bubur ayam sangat populer sebagai menu sarapan. Racikan potongan cakue, suwiran daging ayam, taburan kacang goreng, cacahan daun seledri plus telur rebus yang ditata diatas semangkuk bubur nasi sangat menggoda selera. Beberapa penjual melengkapinya dengan kerupuk. Mmhhh yum, jadi ingin sarapan kedua nih. Hehehe.

2. Bubur Oatmeal

Masih menu bubur. Kalau yang ini berbahan dasar gandum, kaya akan karbohidrat komplek. Cocok buat kalian pejuang diet atau yang sedang menjaga berat badan. Bisa disantap plain tanpa tambahan apapun atau juga menambahkan madu untuk rasa manis. Kalau favorit saya irisan pisang yang di tata diatasnya.

3. Omelet Telur

Telur kaya akan protein alami yang populer dan mudah diperoleh. Selain itu sangat mudah di olah, misalnya menjadi omelet. Tinggal pecahkan dua butir telur campur dengan potongan kecil-kecil tomat, bawang bombay, masak dengan sedikit butter/minyak sayur di atas pan tahan panas dan disantap dengan selembar roti gandum dan rebusan brokoli mampu menyelamatkan kita sampai waktu makan siang nanti.

4. Pancake

Pancake tidak melulu disajikan manis. Kamu bisa mencoba pancake asin nan gurih. Caranya kurangi gula dalam adonannya, dan dimasak seperti umumnya. Penyajiannya bisa seperti hamburger. Susun pancake – daging ham/telor mata sapi – Sayuran segar seperti tomat dan letuce – pancake. Tambahkan juga saos tomat dan mayonaise untuk memperkaya rasa.

Pancakes with bacon and salted honey butter
Salty Pancake

Nah, itulah seputar manfaat dan menu makan pagi yang mudah dan sehat. Buat kalian yang masih suka skip makan pagi semoga tercerahkan ya.

–Ta–