12 Agustus 2018

Terlepas dari makna senang dan sedih yang jelas perjalanan setahun kebelakang memberikan arti berbeda di hidup saya.

Terimakasih kepada Tuhan Sang Maha penulis skenario atas segala cerita hidup saya.

Terimakasih kepada mama papa yang menemani perjalanan saya sampai detik ini.

Terimakasih kepada belahan jiwa saya yang darinya saya mendapat peran sebagai istri.

Terimakasih kepada anak-anak yang dari mereka saya mendapat peran kehormatan berjuluk ibu.

Dan kepada semua yang datang dan menetap atau datang dan pergi dalam kehidupan saya. Sungguh kalian telah mewarnai cerita seorang sita sebagai manusia di dunia ini. Tak ada kata selain terimakasih.

Happy Birthday, Sita!

^^Even google greet for my day. Oh happy me^^

 

–Ta–

Advertisements

Akhir Pekan, Saatnya Melakukan Hobi

Hello. Another weekday. What did you do last weekend?  

Semenjak memutuskan resign beberapa tahun lalu, saya jadi lebih banyak waktu fleksibel untuk melakukan aktifitas yang saya suka. Selain menulis, crafting adalah salah satu kegiatan ‘pembunuh waktu’ saat senggang. Jadi, saya ga perlu nunggu wiken untuk melakukan hobi saya.

Weekend kemarin saya bikin beberapa buah gelang. Gelang adalah aksesoris favorit saya setelah jam tangan hehehe. Naksir baju di mall saya bisa woles, sampai rumah trus tidur lupa deh sama bajunya pas bangun inget lagi sih. Hahaha. Kalo naksir jam tangan buset kebawa mimpi. Bangun tidur terbayang-bayang, hidup ga tenang.

Balik soal gelang, saya sudah lama suka pake perhiasan ditangan termasuk gelang. Makin gede coba bikin sendiri. Thanks to youtube yang memungkinkan kita belajar mandiri. khusus yang model ini saya sudah eksperimen dengan beberapa jenis dan ukuran materialnya sampai akhirnya nemu yang pas.

Lah koq waktu saya pake, dan suami lihat, dia bilang “aku mau dong dibikinin yang warna merah”. Dan dia pake sudah hampir setahun. Awet ga lepas pasang. Mandi dipake, olah raga dipake, cuci mobil dipake, tidur dipake, ngantor dipake, pengajian dipake, kondangan dipake, meeting pun dipake. HEHEHE. Any condition, any situation.

20180804_092729
Ini nih kenampakkannya

Karena saya suka dengan designnya yang simpel, puas dengan awetnya dan ga ribet lepas pasang pas mandi jadi saya mau sebar racun per gelangan ke siapa saja yang suka pake gelang hehehe.

Dipake couple sama pasangan lucu loh, kembaran sama besties, atau temen se komunitas juga oke. Berasa kan persaudaraannya. Saya bikin buat suami itu dalam rangka anniversary tahun lalu. Masih OK dipake sampai sekarang.

IMG_20180804_193755_738
Pilihan Warna
IMG_20180804_193755_742
Harga

Kalau minat email saya di heyparis@gmail.com. Oh iya kalo pesen sekalian yang banyak. Supaya ga rugi ongkir. MODUS hahaha. Boleh intip IG saya di sini

 

Selamat hari senin dan selamat beraktifitas.

 

 

–Ta–

 

 

 

Tips Berkemah Bersama Anak-anak

Holla. Hawa weekend nih -mata berbinar bayangin besok bangun siang- boleh dong besok kita ber-short getaway habisin receh di akhir bulan, hihihi. Tujuannya boleh dimana saja asal dekat, sabtu berangkat dan minggu sore udah sampe rumah.

Libur sekolah kemarin, saya dan keluarga berkemah di Bumi Perkemahan Kakek Bodo, Pasuruan Jawa Timur. Cerita lengkapnya silahkan meluncur ke sini Singkatnya beberapa teman menanyakan bagaimana seru dan tantangannya berkemah dengan anak-anak setelah melihat feed IG saya.

20180623_074312 (2).jpg

Saya jadi punya ide untuk berbagi beberapa tips berkemah bersama anak-anak. Berikut beberapa tips dari saya :

  1. Sehat dan Bugar
    First of all
    , pastikan semua anggota keluarga peserta kemah dalam kondisi sehat dan sixpack.
  2. Daftar Barang Bawaan
    Saya terbiasa membuat list barang bawaan saat akan bepergian dengan keluarga. Jadi tanpa terkecuali saat berkemah kemarin. Supaya terorganisir dan tidak ada bawaan yang terlewat. Ga perlu bawa perasaan ya apalagi perasaaan yang dulu pernah ada. Buset, ini tips kemping apa tips move on sih.
  3. Bawa Baju Hangat
    Ingatlah membawa baju hangat: selimut, jaket, kaos kaki. Puncak penurunan suhu biasanya terjadi menjelang shubuh atau lewat tengah malam. Kabut akan turun dan akan sangat terasa dingin. Terkadang lebih dingin dari tatapan ibu kos saat kita belum bayar kosan.
  4. Payung dan Jas Hujan
    Saat kabut turun bisa jadi gerimis juga datang -walo tak diundang- membawa payung dan jas hujan bisa jadi akan bermanfaat.
  5. Senter dan atau alat penerangan lain
    Karena saat matahari sepenuhnya terbenam situasi akan gelap gulita. Dan sebaiknya setiap orang membawa masing-masing, termasuk anak-anak. Buatlah api unggun selain untuk penerangan berguna juga untuk membantu menghalau hawa dingin. Selain itu rasanya kurang sah, kemping tanpa api unggun. Hehehe.
  6. Obat-obatan
    P3K wajib kami yaitu minyak kayu putih, minyak ban leng, panadol, diatabs dan bodrexin –mudah-mudahan di endorse produsen minyak kayu putih hahaha– Bisa ditambah dengan lotion penghalau nyamuk. Tapi pengalaman kami kemarin tidak ada issue gigitan nyamuk yang ada adalah gigitan hawa dingin.
  7. Bahan Makanan
    Mengajak anak-anak untuk menyiapkan/memasak makanan saat berkemah bisa jadi aktifitas yang menyenangkan. Saran saya bawa bahan makanan yang cukup dan mudah dimasak. Saya bawa mie instan cup, sosis, roti tawar, butter dan telur serta cemilan favorit anak-anak. Kemarin saya juga membawa nasi putih dan alhamdulilah tahan (tidak basi) sampai waktu makan pagi keesokan harinya. Next kemping udah kepikiran bawa bakso segala hahaha.
  8. Peralatan Masak
    Bawa alat memasak sederhana untuk merebus dan menggoreng.
  9. Tempat 
    Pilih bumi perkemahan yang tidak terlalu jauh dari kota tempat tinggal kita, agar tidak habis waktu di perjalanan, sehingga sampai tempat, anak-anak masih semangat untuk mengenal lingkungan sekitarnya.
  10. Tiba Sebelum Gelap
    Usahakan sampai di bumi perkemahan sebelum gelap. Apa sebab? Pengalaman saya, ini membantu anak-anak lebih mudah beradaptasi dengan sekitar. Setelah selesai mendirikan tenda dan setting ini itu, anak-anak bisa bermain mengeksplore sekitar, menghapalkan jalan menuju toilet, mengingat pohon mana yang akarnya berpotensi membuat langkah tersandung, daerah mana yang bahaya, tempat mata air dsb. Dan saat matahari tenggelam dan situasi berubah gelap mereka tidak takut, atau paling tidak meminimalkan perasaan takut karena gelap.
  11. Jangan terlalu lama
    Berkemah dengan anak-anak apalagi untuk kali pertama sebaiknya jangan terlalu lama. Semalam cukup. Tiba sore hari dan pulang sebelum siang keesokan harinya.

Sekian tipsnya, So parents, no ragu-ragu ajak anak-anak berkemah ya. Selain variasi liburan, berinteraksi dengan alam memiliki manfaat dalam tumbuh kembang anak-anak. Keterampilan mendirikan tenda, membuat api unggun, kerjasama tim itu adalah contoh skill yang sangat bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Happy Camping

 

–Ta–

 

Take nothing but pictures, leave nothing but footprints, kill nothing but time.”
-Aliyyah Eniath

 

Sudahkah Kita Bersyukur Hari ini?

Pagi tadi, setelah anak-anak berangkat sekolah, saya duduk di teras belakang berteman secangkir white coffee. Tangan kanan mengutak-atik smartphone membuka aplikasi social media. Scroll up, scroll down melihat beberapa feed pesohor yang saya follow. Beralih ke sosmed satunya, saya berhenti untuk membaca komentar sepupu saya mengenai foto yang menampilkan ibu-ibu memakai kaos bertuliskan #2019 ganti presiden sedang berdemo. Kemudian tertawa menyadari preferensi politiknya.

Membaca beberapa twit, saya berhenti pada satu twit dari akun ‘menulis’ yang saya follow, begini bunyi twitnya :

Mari Menghitung Sukacita.

Apa yang membuatmu bahagia hari ini?

Saya buka tautan komentar twit tersebut, penasaran dengan apa yang ditulis para followernya. Beragam, ada yang menulis bahagia karena sudah berhasil mencoba resep masakan, bahagia karena selesai membantu orang tua memanen hasil kebun, ada juga yang bahagia karena selesai ber video call dengan keluarga yang sedang jauh, ada yang berbahagia karena nilai UAS nya bagus, ada juga yang bahagia karena sudah bisa tertawa lepas mengobrolkan hal-hal sederhana, mengobrol dengan seseorang yang duduk disebelah waktu naik pesawat, bahagia karena habis makan banyak dan gratis daaaan banyak lagi bahagia lain yang tertulis di kolom komentar itu.

Saya diam sejenak, membayangkan tulisan-tulisan yang baru saya baca. Saya tergiur untuk mengkoleksi kebahagiaan dan syukur saya juga. Salah satunya, saya bahagia pagi ini bisa duduk di teras belakang rumah, menyesap kopi putih dan membaca twit tersebut yang kemudian mengajak orang lain untuk mensyukuri kebahagiaanya melalui posting ini.

Selamat Pagi. What are your grateful for today? 

 

 

 

–Ta–

Libur Telah Usai, Saatnya Kembali ke Sekolah

Selamat malam *nyengir lebar dan pala nyut-nyutan. Apa kabar mamak-mamak kece pejuang bekal? Tahun ajaran baru udah mulai. Hari ini awal masuk sekolah, untuk sebagian sekolah mungkin sudah mulai minggu lalu. Tahun ajaran ini G kelas 3 dan R  kelas 1 (dua-duanya masih SD) hihihi, masih imut ya?! Iyalah kan maminya juga masih imut *yang baca langsung muntah.

Hari pertama sekolah ini saya niatin untuk anter anak-anak sekolah, tujuan saya sih lebih untuk menemani R membiasakan dengan lingkungan barunya, Kalo G sudah mandiri saya udah ga khawatir. Sampai sekolah kira-kita jam 6.15 (jadwal masuk jam 6.45) udah ga dapet parkir, jadi scenario nya adalah saya drop mereka di depan gerbang dan lanjut mencari parkir agak sedikit jauh dari sekolah.

Saya : “mbak ndis, tolong anter adek ke kelasnya dulu ya. Pastiin itu kelasnya di cek di list yang ditempel di depan kelas ya?” 
G       : Consider it done, mommy.

Saya terharu hehehe sudah segede itu dia. Surprisingly si R pun dengan pedenya keluar mobil dan masuk ke sekolah tanpa saya temani. Proud of them. 

Setelah saya parkir kendaraan, saya berjalan ke sekolah dan langsung menuju kelas R, dari kejauhan saya melihat dia sedang berlarian dengan temannya. Good. Sudah dapat teman rupanya batin saya. Lanjut ke lantai dua melihat kelas G, dia sedang duduk di depan kelasnya dengan beberapa teman semasa kelas 2 dulu. Saya melihat kedalam kelas suasana masih sepi, lampu kelas malah belum nyala bahkan Homeroom teacher nya pun belum tampak.

Selamat kembali ke sekolah anak-anak mami. Be a good student, but the most important is, be yourself. 

 

Air Terjun Kakek Bodo

Sejauh yang saya ingat, pertama kali mengunjungi tempat wisata Kakek Bodo ini saat saya hamil anak ke-2, di tahun 2011. Saya datang dengan beberapa kerabat termasuk anak pertama saya yang saat itu berusia kira-kira 17 bulan. Walaupun tidak naik sampai ke air terjun tapi kunjungan saya saat itu membawa kesan, para orang tua memperkirakan calon bayi di kandungan saya berkelamin laki-laki. Apa sebab? Karena saat itu saya santai saja ber-flying fox di usia 3 bulan kehamilan saya. Dan benar enam bulan setelah itu saya melahirkan anak laki-laki. Lucky guess ato apa ya?! Hihihi.

Beberapa tahun berselang saya kembali lagi ke Kakek Bodo. Sekali lagi tidak naik sampai air terjun xixixi, karena saat itu memang hanya mampir tujuan utama kami adalah Tretes Treetop.

DSCN1253
Mampir foto aja

Nah, akhirnya beberapa minggu lalu kami akhirnya naik sampai air terjun. Seruuu! Walaupun jaraknya tidak terlalu jauh (sekitar 500m dari entrance), tapi berjalan menanjak dan berkelok memang lebih menguras energi hehehe. Tapi mata akan di hibur dengan pemandangan dan udara yang tidak bisa kita nikmati di kota besar. So, impas lah. Dan kalo capek dan harus istirahat sejenak gimana? No worry, karena Kakek Bodo itu berjuluk Wana Wisata yang artinya hutan wisata maka tempat ini memang tempat wisata yang lengkapi dengan berbagai fasilitas. Banyak bangku untuk duduk sebentar mengatur napas, warung-warung juga banyak tersedia in case kalian haus, bahkan tidak jauh dari air terjun juga ada toiletnya, untuk kalian bilas dan berganti pakaian setelah berbasah-basah di air terjun.

DSCN2236.JPG
Inhale… Exhale…

Foto diatas itu kami sedang mengatur napas dan memantapkan hati untuk sampai air terjun hahaha. dibelakang kami gambaran warung-warung yang banyak berdiri di sepanjang perjalanan sampai ke air terjun. Rata-rata yang dijajakan adalah bakso, aneka jajan gorengan, mie instan cup, berbagai snack kemasan dan juga bermacam minuman kemasan.

DSCN2238

DSCN2241.JPG

DSCN2239

Ayoo semangat! Air terjun sudah dekat. Ngos-ngosan kalian akan terbayar dengan segarnya air pegunungan hihihi.

 

DSCN2269
Euforia pecinta alam amatir hahaha
DSCN2258
So refreshing 
DSCN2263
between the huge rocks

Puas ciprat-cipratan air dan bermain diantara bebatuan raksasa kami pun pulang. Karena pakaian kering kami tinggal di mobil, hasilnya kami turun dari air terjun dalam kondisi separuh badan basah. Brrr. Tapi walau basah tidak menghalangi kami berfoto dong.

DSCN2286

DSCN2289

DSCN2295

Foto modelnya udah lelah, wajahnya kuyu semua, tapi fotografernya masih semangat jeprat-jepret. Termasuk eksploitasi anak ga sih ini?! hahaha.

Udahan deh segitu dulu ceritanya, kami mau bilas trus pulang. Mumpung masih pagi buruan kalian ke sini. Ga jauh koq sekitar 1-2 jam saja dari surabaya. Mudah-mudahan traffic-nya lancar ya.

Buat kalian yang ingin merasakan bermalam di alam bebas a.k.a kemping, Kakek Bodo juga punya camping ground, mau sendiri bisa, rame-rame dengan teman ato keluarga juga bisa. Baca pengalaman kami berkemah keluarga DISINI

Sampai jumpa di cerita selanjutnya.

 

–Ta–

 

Sekilas Info:

Tempat : Wana Wisata Air terjun Kakek Bodo, tretes-pandaan

HTM : Rp. 20,000

Buka : s/d 17.00 wib

Hotel terdekat :  (antara lain) Hotel Surya, Royal Tretes view

 

 

 

 

Dibangunkan Kicau Burung di Kakek Bodo

Hola, apa kabar libur lebarannya? udah silaturahmi sama sodara? udah kulineran membabi buta? udah naik lagi berat badannya? Saya naik 2 kg dong. Bete banget *nyemil nastar. Yuuk sekarang waktunya bakar kalori mumpung libur sekolah masih panjang, sekarang kita pilih aktivitas liburan yang banyakin kardio.  Mmmh apa ya? Any idea?

“Kemping hyuuk”

“Hayuuuk”

Jadi saat itu hari kamis, kami berempat berkumpul di satu ruangan. Ayah didepan laptop, saya sedang khusuk mantengin pinterest sambil nyemil keripik singkong oleh-oleh si mbak, R lagi nonton kartun di tipi dan G lagi nggambar. Tiba-tiba ayah nyeletuk, “anak-anak mau kemping ga?” “Mauuu” serentak dijawab. Saya belum merespon, karena terlena keripik singkong. “Gimana mami?” Suara ayah meminta pendapat. “Ayo” Jawab saya. Tetep sambil ngunyah keripik.

Sebenarnya ide berkemah ini udah lama muncul. Hanya saya dan suami masih gojak-gajek (baca: bimbang) apa iya anak-anak bisa menikmati aktivitas bermalam di tenda. Tapi setelah melihat semangat mereka, apa salahnya kalo dicoba, pasti seru tidur kruntelan di tenda di alam terbuka bermandikan cahaya bulan dan kedipan bintang. Tsaelaah. Shortly, after chit chat ini itu dan itu ini, akhirnya kami sepakat besoknya kami berangkat.

Setelah sepakat kapan akan berangkat saya langsung bikin check list barang bawaan. Setdah mirip orang pindahan, A to Z dibawa. Semua barang masuk list, termasuk boneka owl punya R dan boneka domba punya G.

20180625_124636
Sebagian dari check list

Jumat pagi kami mulai packing, mengikuti check list yang sudah dibuat dan hasilnya bagasi kendaraan penuh dengan barang bawaan. Hahaha. Kira-kira jam setengah satu siang kami berangkat dan tiba di kakek bodo camping ground sebelum jam tiga sore.

Oh iya Kakek Bodo kami pilih karena relatif dekat dengan kota tempat kami tinggal serta aksesnya yang mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi. Dan, rencananya kami akan lanjut naik ke air terjun sebelum pulang.

DSCN2208

20180622_165733
The boy scout 
DSCN2209.JPG
Ada api unggun juga. yippie
DSCN2213
ini sekitar jam 8 malam.

Jam setengah lima sore tenda udah berdiri dan sebelum maghrib api unggun sudah menyala yang kemudian dirayakan anak-anak dengan bernyanyi sepenggal lirik ‘api unggun sudah menyala’ sambil menari mengitari api. Transisi waktu menuju gelap kami isi dengan duduk di depan api unggun dan mengobrol.

Saat matahari sepenuhnya terbenam dan sekitar menjadi gelap merupakan pengalaman baru buat G dan R. Kami hanya bergantung pada senter setiap saat hendak beraktivitas yang Saya pikir mereka akan takut, tapi ternyata engga. Mereka tetap berani dan percaya diri seperti saat situasi masih terang benderang. Malahan sangat menikmati. Dan sekitar jam 10 malam kami ke toilet untuk pipis, R berjalan paling depan memimpin barisan kami bertiga.

Kami berbaring di luar tenda memandang langsung langit yang berhias bulan dan kelip bintang. “That’s very cool mommy” Kata G sambil menunjukkan jarinya ke atas. Hawa dingin mulai terasa menusuk dan kami memutuskan masuk kedalam tenda, berjejal menciptakan kehangatan. Dan tidak butuh waktu lama untuk anak-anak terlelap.

Sayapun tidur lelap walaupun beberapa kali terbangun, itu hanya karena membetulkan posisi tidur. Esoknya saya terbangun oleh kicauan burung. Saat keluar tenda hawa dingin terasa menerpa wajah dan bagian tubuh yang tidak terlindung mantel. Saya lihat ayah terbungkus selimut dari kepala sampai kaki meringkuk di atas tikar di depan tenda. Rupanya karena tenda terlalu sempit dijejali berempat tengah malam dia pindah tidur diluar.

Tak lama G dan R bangun. Kemudian kami berjalan menuju toilet, pipis dan mencuci peralatan makan sisa semalam.

20180623_072534 (2).jpg
Dari puluhan shot ini yg paling laff deh hahaha
20180623_072306
This is my G

Sekembalinya dari toilet saya dan G menemukan spot foto yang sayang kalo dilewatkan. Kami bergantian mengambil gambar bertema stand tall and proud. Aseeek. Oiya kalo kalian bertanya kemana R, hehehe tentu saja dia ga bakal mau menghabiskan waktu mengambil gambar. Mending mengeksplore setiap sudut pepohonan dan berlari kesana kemari.

Sarapan time. Dengan menu telur ceplok tawar -karena lupa bawa garam- *nyengir, sosis panggang, nasi putih, dan pop mie. Proses memasaknya saya sebut lazy cooking, karena saya hanya duduk bersila di tikar, tanpa perlu berdiri dan jalan kesana kemari mengambil bahan dan peralatan dan masakan matang hahaha.

20180623_064526.jpg
Bertiga aja karena ayah masih lanjutin tidur

Selesai sarapan kami jadi punya energi untuk menjelajahi tanjakan dan turunan dan pastinya beberapa pose yang diabadikan kamera untuk mensahkan pengalaman. Here we are:

DSCN2206
G and her brother R
DSCN2220
My R
20180623_075426
Ini gadis look so kalem, aslinyaaa oh Lord tomboy abiiss

Jam menunjukkan pukul 10 pagi, sinar matahari menerobos pepohonan yang memayungi kami dan kehangatan terasa karenanya. Tiba saatnya kami berkemas untuk bersiap pulang. Kami berjanji akan mengulang kembali pengalaman ini.

DSCN2235

DSCN2234

 

–Ta–

Tempat : Kakek Bodo Camping Ground.
Alamat : Tretes, Pandaan 
Petunjuk : masuk dari pintu 3, dari hotel surya lurus saja, belok kanan di seberang Hotel Tanjung. 
HTM : Rp. 12,500/orang (2018) 
Baca juga cerita kami di Museum Mpu Tantular