Dimsum Ayam – Akhirnya Berhasil Bikin Sendiri

Ceritanya, sudah sejak dahulu kala saya pengen banget praktekin bikin dimsum sendiri. Kalo lihat video-video di yutub sepertinya gampil banget “Ah aku mesti iso iki” batinku sombong. Dan lagi yang membuat saya penasaran itu adalah bahannya yang so simpel tapi rasanya bisa huenaak banget.

Nah akhirnya di suatu hari, serpihan niat itu terkumpul, pas duwitnya juga ngumpul sih hehehe. Jadi pagi-pagi saya berangkat ke pasar, beli tepung sagu, minyak wijen, lada bubuk, bubuk kaldu, kecap asin dan saos sambal untuk cocolan. Daging ayam, wortel dan daun bawang beli di pak sayur langganan yang mangkal di komplek perumahan. Oiya, kulit somay/dimsumnya beli di online shop lewat shop**e. Praktis, free ongkir lagi.

Percobaan pertama : Deg-degan soale wis beli bahan mahal-mahal tapi nek jadinya ora enak kan rugi bandar. Setiap bahan tak ukur bener-bener. Pokoknya nurut resep lah. Finally, eng ing eng, belum pas rasanya. Lesson learn nya (jieeh lesson learn ๐Ÿ˜†) kalo masak kuwi gimana-gimana ya kudu di incip. Jangan kaya robot cuma cemplang-cemplung nuruti resep yang tertulis. Kesimpulannya kebanyakan tepung sagu. Rasanya jadi tidak istimewah. Tapi tetap habis tak bersisa ๐Ÿคช

Percobaan kedua : sukses, menurut lidahku. Ora kakean tepung. Wis istimewah, jaaan rasane kroso banget ayam-e. Percobaan ketiga, keempat dst berturut-turut setiap hari bikin sampe stock kulit dimsumnya habis. Aku udah ga lihat resep lagi, pokok e pede cemplang cemplung nuruti rasa dan yang penting adonannya di incipi sebelum di bungkus kulit. Balapan makan karo pak suami. Anak-anak yang pas pecobaan pertama cuma makan dikit, sekarang melu balapan ngentekno. Hatiku gembira. Jebule yo iso bikin dimsum dewe. Nah itu makannya sambil dicocol ke dalam saos sambal. Wuiiih mantep.

Nah, begitulah pengalamanku bikin dimsum sendiri. Ga sesusah perkiraanku, engko piye ya klo jadinya keras, engko piye ya klo isinya bubar jalan dari kulitnya pas dikukus, engko piye ya kalo wis tuku bahan larang tapi ora dadi, dan engko piye, engko piye yang lain. Syukur kekhawatiran itu tidak terjadi. Memang sesuatu itu kudu dijajal ya alias harus dicoba. Ora perlu khawatir berlebihan, membatasi kreatifitas jarene para motivator.

Sekian, buat kalian yang pengen coba juga wis langsung mancal sepeda ndang budal pasar ora usah kakean mikir. Ini tak kasih gambar ben kepengen hahaha.

My husband is Chinese so I eat a lot of food like this.Pork and Shrimp Shumai (Shao Mai)_dim sum_China Food Menu - best chinese food and chinese recipes Chinese Dishes Recipes, Asian Recipes, Asian Foods, Filipino Recipes, Steamed Shrimp, Shrimp Wonton, Best Chinese Food, Traditional Chinese Food, Healthy Chinese

credit picture : sogoodblog.com

–Ta–

Lebaran Tanpa Mudik

Aloha, apa kabar club mudik +62. Puasa sudah masuk 10 hari terakhir. Kalau tahun-tahun kemarin sudah pasti aroma wangi kue-kue kering mulai menguar dari dapur bu ibu. Mall sudah ramai pengunjung dengan agenda belanja keperluan lebaran, bingkisan lebaran sudah mulai berjajar rapi di etalase menunggu pembeli, dan lain sebagainya seputar menyambut lebaran.

Kalau lebaran tahun ini bagaimana? Kalau melihat situasi, mungkin untuk sebagian kalangan hal tersebut masih tetap berjalan, namun sebagian yang lain mungkin perlu penyesuaian bahkan mungkin ada yang tidak bisa sama sekali untuk menyiapkan sekedar kacang dan keripik di meja tamu. Yah, tahun ini lebaran terasa ‘berbeda’ untuk sebagian besar dari kita.

Seperti halnya sebagian besar kaum mudikers tanah air. Lebaran tahun ini pun saya memutuskan untuk dirumah saja. Bener-benar dirumah saja, Mama saya yang berada hanya satu jam perjalanan dari kota tempat tinggal saya saja dengan besar hati menyuruh kami anak cucunya untuk tinggal saja dirumah. Silaturahmi kami lakukan dengan video call. Semoga tidak mengurangi makna. Setelah sholat Ied dirumah bersama keluarga inti. Kami saling meminta maaf. Adegan semakin mengharukan saat saya dan suami meminta maaf pada anak-anak. Hik hik hik, begitu banyak salah kami pada anak-anak, terutama keegoisan sebagai orang tua yang selalu merasa paling benar dan sok tau tentang masalah kebebasan berkreasi anak-anak.

Di lingkungan tempat tinggal kami yang rata-rata adalah warga pendatang juga memutuskan untuk #stayathome pada lebaran ini. Kami berinisiatif bersilaturahmi dengan memanfaatkan teknologi. Jadilah siang kemarin kami bertemu via zoom meeting.ย Terimakasih tetangga-tetangga yang hebat, kalian turut serta dalam semangat memutuskan rantai penyebaran virus. Semoga tahun depan kita bisa kembali merasakan lebaran yang penuh kehangatan jabat tangan dan pelukan.

Di libur Lebaran hari ke-2 ini, rutinitas kami adalah, sarapan dengan nasi goreng dan ayam goreng, Rawon sisa kemarin masih ada beberapa biji dagingnya plus kuah yang semakin lezat. Cukuplah untuk energi bersih-bersih rumah dan setrika baju. Anak-anak dengan semangat membawa lap kain dan cairan pembersih. Let’s go cleaning. Makan siang? Ah, nanti saya pikir sambil setrika saja hihihi.

Untuk segala tindakan, ucapan, pikiran, tulisan dan becandaan saya …

dengan tulus saya memohon maaf ..

Semoga kita senantiasa dimampukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik lagi setiap saat …

Taqabbalallahu minna waminkum

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441H

omndo.com - ketupat lebaran 2020

–Ta–

Baby’s Corner – Sebuah Buku

Hola, Apa kabar? masih #dirumahaja? Semoga masih semangat dan optimis ya ๐Ÿ˜Š. Sudah satu bulan kita melaksanakan anjuran home quarantine. Terhitung sejak sekolah anak-anak diliburkan. Kalo untuk saya #dirumahaja bukanlah kebiasaan baru, ya karena hari-hari sebelum nya saya memang ga ada rutinitas keluar rumah selain jemput sekolah anak-anak.๐Ÿ˜„

Si kakak seneng aja di rumah, ga bilang bosen atau rindu sekolah, sedangkan si adik dari seminggu dirumah udah protes pengen sekolah ๐Ÿ˜…. Kalau saya sih hepi aja karena artinya libur wara-wiri jemput sekolah. Cuma satu yang saya kangen adalah nonton acara TV favorit, karena channel TV udah pasti didominasi anak-anak ๐Ÿ˜‚.

Hari minggu kemarin saya memandangi deretan koleki buku-buku di rak. Banyak dari buku-buku itu sudah saya baca lebih dari sekali, bahkan ada yang dua atau tiga kali. Belum ada buku baru yang saya beli sebulan belakangan ini.

Mata saya tertuju pada salah satu judul. Baby’s Corner. Saya buka lembar pertamanya, ada tanda tangan saya beserta bulan dan tahun saya membelinya. Oktober 2009. Ingatlah saya bahwa buku itu saya beli dua bulan sebelum anak pertama lahir.

30629_f
Sampul Depan

Buku karangan Mia Siti Aminah lumayan lengkap, membahas serba-serbi pengetahuan untuk ibu-baru mengenai pakaian bayi, membuat makanan bayi, seputar kesehatan bayi, contoh gangguan kesehatan sampai mengenali arti tangisan bayi dan yang lainnya.

Kalau kalian mau beli, barusan saya cek di situs bukukita.com masih dijual. Harganya tidak sampai lima puluh ribu rupiah. Selamat menyambut lahirnya buah hati.

 

–Ta–

Terdapat beberapa prime tone yang dapat dipilih dari suatu gabungan warna-warna. Perpaduan biru muda, putih dan kuning merupakan kombinasi yang menyegarkan. Ibu dapat memilih biru muda sebagai prime tone dan warna lainnya sebagai penyeimbang maupun aksen. Cobalah mengembangkan imajinasi ibu, dan membuat buah hati ibu bersuka cita di ruang yang ibu ciptakan untuknya.

(Bab Kamar Bayi)

 

Ayo Sekolah

Jangan kaget ini judul memang engga nyambung dengan isi. Yaa, semacam kaleng kong guan isi rengginang lah. Hihihi.

Cerita terinspirasi dari perjalanan saat mengantar anak-anak ke sekolah tadi pagi. Lumayan kesiangan. Akibatnya, kami berbarengan dengan (lebih) banyak pengendara yang bertujuan sama. Menggunakan jalan raya.

Idealnya, start berangkat dari rumah adalah pukul enam atau sebelum pukul enam. Jadi kita bisa menikmati pagi dan berkendara dengan santuy. Sambil nyanyi-nyanyi sepanjang perjalanan atau mendengarkan ocehan anak-anak bercerita tentang banyak hal. Teman sekolah, guru-guru, sampai soal game-game yang sedang popular dimainkan anak-anak.

Jadi, tadi saat kami berhenti di entah traffic light keberapa, saya membaca tulisan tertera di salah satu kendaraan. Tidak terlalu mencolok sebenarnya, ditulis dengan font berwarna putih. Namun menjadi mencolok karena saya berhenti tepat dibelakangnya. Saya tersenyum. Mau tahu apa kata-katanya?

Ra Melu Ragad, Ra Sah Nyacat

Buat kalian orang jawa, atau yang akrab dengan bahasa jawa sudah pasti tahu arti kalimat tersebut dalam bahasa indonesia.

Ra melu ragad = tidak ikut membiayai, ra sah nyacat = jangan ikut berkomentar (jelek) mungkin kira-kira itulah artinya.

Tapi, saya tertarik untuk memaknainya lebih dalam. Sebagai manusia, baiknya kita tidak mudah berkomentar (jelek) terhadap suatu hal, hanya karena hal tersebut tidak sesuai dengan pikiran kita. Setiap orang memiliki alasan masing-masing untuk memilih suatu keputusan. Asalkan niat dan langkahnya untuk kebaikan mari kita dukung, salah satunya dengan tidak berkomentar (jelek).

So, semangat menjalani hari. Buat yang sering dapet komentar miring, cuekin aja. Biar ntar mereka yang ‘miring’ sendiri. Hahaha. Cao bella, Saya mau jemput sekolah yang bontot dulu.

 

-Ta-

I’m Coming Back

Happy New Year! Hari ke-10 di tahun 2020. Sudah memulai resolusinya belum? Hahaha. Buat saya masih tetap sama, menjalani hari-hari sebagai manusia multi peran, ya ibu, ya istri, ya anak, ya bagian dari kehidupan sosial bertetangga, ya penikmat makanan manis, ya pemburu diskon wkwkwk, dll. Resolusi tahun ini cuma satu. Memperbaiki beberapa hal. *big smile.

Beberapa hal itu adalah, Prioritas alokasi budget. Setelah sedikit terpaan angin beliung di dua tahun terakhir, sekarang saatnya kembali beres-beres. Betul, thatโ€™s why judul postingannya seperti diatas. Kemudian perlahan mengembalikan pola hidup. Banyakin yang manfaat.

Tahun ini adalah tahun harapan, tahun awal dari akhir, tahun semangat, tahun kebangkitan kembali, Namun, perjalanan memang seperti itu adanya, pengulangan dari tangis dan tawa. Orang tua berkata seperti ini, “hidup itu tidak semakin mudah, namun kita yang semakin kuat.”

Timeline twitter di ramaikan dengan berbagai hestek menarik di penghujung tahun. mulai skandal Garuda hingga banjir yang melanda ibukota. Saya pribadi tidak terlalu paham keduanya. Garuda? No comment. Best wishes for Indonesia.ย Banjir? ilmu cuaca yang saya pahami hanya yang berkaitan dengan isi dompet. Itupun seputar kering di tengah dan akhir bulan serta basah di awal bulan.

Dan yang ter-shocking adalah berita tentang salah satu mahasiswa Indonesia di Inggris yang terlibat kasus hukum. Saya tak akan membahas detail. Saya berharap segala sesuatunya bisa berakhir baik bagi semua.

Hidup sejatinya adalah buah dari pikiran dan perbuatan kita. Berpikir dan berbuat baik akan menghasilkan hal-hal baik. Begitupun sebaliknya, pikiran dan perbuatan buruk menghasilkan hal-hal buruk.

Tulisan ini sebenarnya sudah mulai saya tulis di hari kedua, tapi entah selalu tertunda tekan publish. Kebanyakan mikir sih! Sekali lagi saya ucapkan SELAMAT TAHUN BARU. SELAMAT MERAIH MIMPI.

ilustrasi

-Ta-

Image