Bercerita Dalam Sunyi

Menulis di blog seperti ngobrol dalam sunyi ya. Kalian bisa tahu apa yang ada dipikiran saya mengenai suatu topik dari membaca tulisan saya. Kemudian kalian bisa memberi komentar yang nantinya bisa saya balas. Dan dari aktivitas saling membalas tersebut bisa dibilang kita sedang ngobrol kan?!

Tentang judulnya kenapa TALK LESS WRITE MORE? Jujur nih karena ga banyak punya temen untuk diajak ngobrol jadi pelariannya nulis. Kan sebagai perempuan, harus melepaskan 20 ribu kata setiap harinya. So, menulis bisa dibilang cara saya fulfil target 20rb kata itu. Hahaha

“Tulisan kita tak akan mati, bahkan bila kita mati.”
― Helvy Tiana Rosa

Awalnya BLOG ini saya buat untuk menuliskan pengalaman kami berwisata ke berbagai daerah. Daripada (sekedar) menyimpan foto-foto atau mempostingnya secara membabi buta di media sosial, saya bikin ceritanya dan tempelin dengan beberapa foto.

Selamat datang di blog saya. Mari kita bercerita dalam sunyi. ^^

 

-Ta-

Ayo Sekolah

Jangan kaget ini judul memang engga nyambung dengan isi. Yaa, semacam kaleng kong guan isi rengginang lah. Hihihi.

Cerita terinspirasi dari perjalanan saat mengantar anak-anak ke sekolah tadi pagi. Lumayan kesiangan. Akibatnya, kami berbarengan dengan (lebih) banyak pengendara yang bertujuan sama. Menggunakan jalan raya.

Idealnya, start berangkat dari rumah adalah pukul enam atau sebelum pukul enam. Jadi kita bisa menikmati pagi dan berkendara dengan santuy. Sambil nyanyi-nyanyi sepanjang perjalanan atau mendengarkan ocehan anak-anak bercerita tentang banyak hal. Teman sekolah, guru-guru, sampai soal game-game yang sedang popular dimainkan anak-anak.

Jadi, tadi saat kami berhenti di entah traffic light keberapa, saya membaca tulisan tertera di salah satu kendaraan. Tidak terlalu mencolok sebenarnya, ditulis dengan font berwarna putih. Namun menjadi mencolok karena saya berhenti tepat dibelakangnya. Saya tersenyum. Mau tahu apa kata-katanya?

Ra Melu Ragad, Ra Sah Nyacat

Buat kalian orang jawa, atau yang akrab dengan bahasa jawa sudah pasti tahu arti kalimat tersebut dalam bahasa indonesia.

Ra melu ragad = tidak ikut membiayai, ra sah nyacat = jangan ikut berkomentar (jelek) mungkin kira-kira itulah artinya.

Tapi, saya tertarik untuk memaknainya lebih dalam. Sebagai manusia, baiknya kita tidak mudah berkomentar (jelek) terhadap suatu hal, hanya karena hal tersebut tidak sesuai dengan pikiran kita. Setiap orang memiliki alasan masing-masing untuk memilih suatu keputusan. Asalkan niat dan langkahnya untuk kebaikan mari kita dukung, salah satunya dengan tidak berkomentar (jelek).

So, semangat menjalani hari. Buat yang sering dapet komentar miring, cuekin aja. Biar ntar mereka yang ‘miring’ sendiri. Hahaha. Cao bella, Saya mau jemput sekolah yang bontot dulu.

 

-Ta-

I’m Coming Back

Happy New Year! Hari ke-10 di tahun 2020. Sudah memulai resolusinya belum? Hahaha. Buat saya masih tetap sama, menjalani hari-hari sebagai manusia multi peran, ya ibu, ya istri, ya anak, ya bagian dari kehidupan sosial bertetangga, ya penikmat makanan manis, ya pemburu diskon wkwkwk, dll. Resolusi tahun ini cuma satu. Memperbaiki beberapa hal. *big smile.

Beberapa hal itu adalah, Prioritas alokasi budget. Setelah sedikit terpaan angin beliung di dua tahun terakhir, sekarang saatnya kembali beres-beres. Betul, that’s why judul postingannya seperti diatas. Kemudian perlahan mengembalikan pola hidup. Banyakin yang manfaat.

Tahun ini adalah tahun harapan, tahun awal dari akhir, tahun semangat, tahun kebangkitan kembali, Namun, perjalanan memang seperti itu adanya, pengulangan dari tangis dan tawa. Orang tua berkata seperti ini, “hidup itu tidak semakin mudah, namun kita yang semakin kuat.”

Timeline twitter di ramaikan dengan berbagai hestek menarik di penghujung tahun. mulai skandal Garuda hingga banjir yang melanda ibukota. Saya pribadi tidak terlalu paham keduanya. Garuda? No comment. Best wishes for Indonesia. Banjir? ilmu cuaca yang saya pahami hanya yang berkaitan dengan isi dompet. Itupun seputar kering di tengah dan akhir bulan serta basah di awal bulan.

Dan yang ter-shocking adalah berita tentang salah satu mahasiswa Indonesia di Inggris yang terlibat kasus hukum. Saya tak akan membahas detail. Saya berharap segala sesuatunya bisa berakhir baik bagi semua.

Hidup sejatinya adalah buah dari pikiran dan perbuatan kita. Berpikir dan berbuat baik akan menghasilkan hal-hal baik. Begitupun sebaliknya, pikiran dan perbuatan buruk menghasilkan hal-hal buruk.

Tulisan ini sebenarnya sudah mulai saya tulis di hari kedua, tapi entah selalu tertunda tekan publish. Kebanyakan mikir sih! Sekali lagi saya ucapkan SELAMAT TAHUN BARU. SELAMAT MERAIH MIMPI.

ilustrasi

-Ta-

Image

Mari Kita Teruskan

Nyonya Timms seorang wanita yang sangat baik hati. Beliau selalu menolong orang lain yang memerlukan bantuannya. Itulah sebabnya beliau sangat disenangi semua orang. Tetapi bila ada orang yang bertanya, “Apa yang bisa kulakukan untuk membalas budimu Ny. Timms?” Maka, jawabnya selalu adalah, “Oh jangan pikirkan hal itu. Teruskan saja kebaikan yang kau terima itu kepada orang lain!”

“Bu, apa maksud ibu dengan mengatakan supaya meneruskan kebaikan kepada orang lain?” Tanya Susan kepada ibunya pada suatu hari.

“Ibu tidak menginginkan orang lain membayar budi baik ibu, Susan. Ibu lebih senang kalau orang yang menerima kebaikan ibu, mau berbuat baik kepada orang yang lain. Itu artinya meneruskan kebaikan!”

“Oh begitu.” Ucap Susan sambil tersenyum. “Alangkah manisnya! Kita berbuat kebaikan kepada seseorang, kemudian menyuruhnya melakukan kebaikan untuk orang yang lain, dan orang lain yang menerima kebaikan orang itupun kemudian menyuruh orang lain lagi meneruskan kebaikan kepada orang yang lain lagi. Dengan begitu, kebaikan takkan berhenti. Ia akan diteruskan, diteruskan dan diteruskan lagi.”

“Benar.” Sahut ibu. “Gagasan yang manis sekali, bukan? kalau semua orang begitu, dunia ini tentu akan penuh dengan perbuatan baik.”

“Ah aku mau meniru ibu.” Kata Susan. “Nah bu, sekarang lakukan sesuatu kebaikan kepadaku, lalu katakanlah ‘teruskan kebaikan ini kepada orang lain, Susan!’

“Baiklah.” Ucap ibu. “Akan ibu jahitkan bonekamu yang sudah rusak sehingga ia utuh kembali. Mana bonekanya?”

Susan memberikan bonekanya kepada ibu, dan ibupun segera duduk dan menjahitnya. Pekerjaan itu tak mudah. Ibu perlu waktu cukup lama untuk memperbaikinya. Tapi pekerjaan ibu tak sia-sia. Ketika selesai diperbaiki, boneka Susan kembali cantik dan utuh seperti semula.

“Ini Susan,” kata ibu seraya memberikan kembali boneka Susan. “Terimakasih, Bu” Susan berkata. “Jangan berterima kasih kepada ibu nak. Teruskan saja kebaikan yang kau terima ini kepada orang lain.” Ucap ibu segera. Maka sepotong kebaikan pun memulai perjalanannya.

Dari Susan kemudian ‘kebaikan’ itu menghampiri Nyonya Down yang sedang kesusahan menenteng tas berat. Saat nyonya Down hendak memberinya uang se-penny Susan menolaknya dengan halus dan berkata “Teruskan saja kebaikan ku tadi kepada orang lain.”

Nyonya Down menunggu-nunggu kesempatan untuk meneruskan kebaikan yang ia terima. Tibalah saat Tuan Dick berjalan terpincang melewati depan rumahnya. Ia hendak ke kota membeli roti. Karena tukang roti tidak bisa datang mengantarkan pesanannya. Kemudian Nyonya Down memberikan beberapa persediaan rotinya kepada Tuan Dick dan berkata “teruskan kebaikan ini kepada orang lain.”

Tuan Dick merasa senang dan berharap bisa segera meneruskan kebaikan yang diterimanya. “Maaf bolaku masuk ke halaman anda, bolehkah aku mengambilnya?” seorang gadis kecil datang kerumah Tuan Dick dengan wajah takut. Tuan Dick tersenyum. “Tentu, tentu! mari ku bantu kau mencarinya. Dan, ambillah apel ini untukmu.” “Terima kasih Tuan Dick anda baik sekali.” Kata gadis kecil itu.

Sesampainya di rumah, ibu si gadis berkata “Katie, ibu kehabisan mentega, maukah kau ke toko membeli sekaleng?” Katie sudah berjanji akan meneruskan kebaikan yang ia dapat. “Baik bu, aku pergi sekarang.” “teruskan kebaikan ini kepada orang lain.” Ucap Katie, kemudian menceritakan kejadian di rumah Tuan Dick. Ibunya tersenyum.

Ibu katie berpikir sejenak. “Ah aku tahu sekarang! Ibu akan membawakan puding dan buku untuk Jack Brown. Ikutlah dengan ibu,Katie! supaya Jack merasa senang, kasihan dia sedang sakit.”

Jack Brown sangat senang. Dia langsung memakan pudingnya saat Katie dan ibunya masih di rumahnya. “Kalian sangat baik hati. Terimakasih. semoga aku bisa membalas budi baik kalian” Ucap Jack tulus.

“Tak usah Jack, teruskan saja kebaikan yang kau terima ini kepada orang lain. Yang kami lakukan ini pun begitu, meneruskan kebaikan yang kami terima dari orang lain. 

Setelah sembuh dari sakit, Jack berjalan-jalan sambil mencari cara untuk meneruskan kebaikan yang ia terima. Saat itu dia menemukan sarung tangan yang tergeletak di jalan. Dipungutkan benda itu dan didalamnya terbaca sebuah nama. “Oh aku tahu dimana rumahnya. Letaknya lumayan jauh dari sini. Tapi demi meneruskan kebaikan yang aku terima, akan aku antar sarung tangan ini. 

“Benar ini sarung tanganku! Oh betapa senangnya. Sarung tangan yang kusayangi kembali. Terimakasih. Kau sangat baik hati. Apa yang bisa kulakukan untuk membalas jasamu?” “Oh tidak perlu nyonya, cukup kau teruskan saja kebaikan ini kepada orang lain.” Sahut Jack. “Hanya itu yang kuinginkan.”

Bagaimana caranya? pikir si nyonya. “Ah aku tahu, akan aku tulis cerita kepada anak-anak yang kukenal, jika mereka menganggapnya baik maka, akan kukatakan pada mereka untuk meneruskan kebaikan ini kepada yang lain. Usahakan agar kebaikan-kebaikan seperti ini tidak berhenti.”

Nah, sekarang kalian sudah membaca ceita ini. Maukah kalian meneruskan kebaikan ini? Jangan lupa pesankan kepada orang yang kau beri kebaikan agar mau meneruskan kebaikanmu!

***

Cerita dia atas saya tulis kembali dari kumpulan cerita pendek untuk anak-anak karangan Enid Blyton, berjudul ‘Mari Kita Teruskan’. Saya pribadi terkesan dengan cerita ini. mengajarkan kepada anak-anak mengenai keikhlasan dan semangat membantu sesama. Dan sebagai pengingat untuk senantiasa berbuat baik, sekecil apapun.

Jangan berhenti melakukan hal kecil kepada orang lain, terkadang hal kecil itu mengambil tempat terbesar di hatinya.

 

–Ta–

Masak Ga Masak Asal Makan

Ga masak gapapa, yang penting makan

WhatsApp status salah satu teman di suatu pagi. Saya spontan me-reply “Mantaff” dengan emoticon tertawa lebar. Kala itu saya membayangkan dia sedang berpacu mengejar waktu, mengantar anak ke sekolah kemudian langsung bergegas ke terminal bus untuk berangkat kerja. Rutinitas yang menuntut ketepatan manajemen waktu yang saya artikan dia tidak sempat memasak untuk sarapan.

“Belajar masak dong mulai sekarang, masa iya besok kalo nikah mau beli mulu”

Lain situasi, kala itu seorang teman (yang lain) menyarankan saya untuk belajar masak. Apakah akhirnya saya belajar? oh tentu tidak hahaha. Kala itu, sebagai single metropolitan yang waktu dirumahnya cuma mampir mandi dan tidur, keahlian memasak lebih dari mie instan ala warkop, saya rasa belum urgent. hihihi.

“Mom, your cook always the best”.

Itu kata-kata G dan R setelah mereka menyudahi suapan terakhir sepiring pancake selingan di suatu sore. Dengan status sebagai ibu 2 anak dan istri seorang suami, memasak sudah menjadi kegiatan sehari-hari. Jangankan mie instan ala warkop, brownies pun bisa saya bikin sendiri. Hihihi. Bangga? Biasa aja tuh.

Kita manusia berubah dan berkembang sesuai dengan situasi dan kebutuhan, itu yang dinamakan adaptasi kali ya?!

Apakah saya mati-matian belajar masak setelah menikah? wkwkwk jawabannya tidak adek-adek. Itu terjadi perlahan, alami dan penuh kesadaran. Percaya deh. Sampai akhirnya belajar baking pun itu natural banget. Dari yang ga tau apa-apa sampai akhirnya apa apa tau. Cieee!

Belum bisa masak saat awal menikah gapapa. Asal ada uang supaya tetap bisa makan. *Aamiin. Berumah tangga samawa bukan soal masakan. Memasak adalah kemampuan yang bisa kita pelajari seiring perjalanan pernikahan. Ada hal-hal lain yang jauuuuhh lebih penting. Apa itu? Saya rasa tiap pasangan punya jawaban masing-masing.

Namun apabila ada yang beranggapan kemampuan memasak dalam rangka menghidangkan makanan sehat untuk keluarga adalah hal penting, sampai harus mengikuti kursus memasak menjelang hari H bagaimana? Ya gapapa dong, Setiap orang kan memiliki prioritas berbeda.

Ini tulisan terinspirasi dari status WA dan beberapa undangan khitan (eh koq khitan?!) juga pernikahan yang saya dapat dua bulan terakhir ini. 😀

Oh iya untuk semua newly wed Selamat menempuh hidup baru and welcome to the squad, selamat merasakan pengalaman ber-jet coaster di wahana pernikahan. Santuy! Modalnya cuma satu. KESADARAN UNTUK MAU BERADAPTASI. 😉

 

-Ta-

Image

Baca juga : Masak Apa Hari ini??

 

 

 

Secangkir Kopi Kesayangan

Waktu favorit saya adalah saat pagi hari. Saat saya duduk sendiri di teras belakang rumah dengan secangkir latte merk kesayangan. Pemilihan merk bukan atas dasar exclusive, pricey, atau kekinian, bahkan rasa, Namun karena nostalgia.

Merk inilah yang selalu dibeli ibu saya dulu. Kopi instan dan krimer. Pun, ibu saya memilih karena alasan kepraktisan. Tersedia di koperasi kantor. Hehehe. Jadi begitu saya mendapati merk ini saat belanja bulanan (sekarang ada kemasan praktis tinggal seduh siap dinikmati) rangkaian puzzle nostalgia itu tersusun kembali. Walhasil latte ini selalu ada di keranjang belanjaan saya setiap bulan.

Rutinitas ber kopi-susu di pagi hari ini terkadang ditemani 2 lembar roti tawar bersalut mentega dan meises andalan dari toko bahan kue langganan. atau butter cream homemade yang ternyata mudah dibuat sendiri dengan 2 bahan mentega dan gula halus yang di mixer sampai tercampur rata.

Menikmati itu semua membuat saya bersyukur atas kenangan masa kecil saya, bersyukur atas kehidupan sekarang : anak-anak, suami, keluarga, kesehatan. Dan bersyukur atas kehidupan di masa mendatang.

Kalau kalian, punya waktu favorit ga?

cappuccino-2179028__340

Image by Pixabay

Perayaan Hari Kartini

Di era sekarang masihkan kalian memperingati Hari Kartini, lengkap dengan lomba busana kartini, peragaan busana, karnaval, lomba memasak atau yang lainnya?

Saya ingat dulu, duluuuu sekali 😀 saat masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, kegiatan berpakaian adat dalam rangka memperingati Hari Kartini merupakan acara rutin, semua orang tua berlomba-lomba untuk menyulap bocah kesayangan mereka secantik dan segagah mungkin untuk berlenggak-lenggok di atas pentas bak model kenamaan.

Tidak seluruhnya berhasil berlenggak-lenggok dari satu ujung pentas ke ujung pentas yang lain, karena beberapa ada yang tumbang berderai airmata mogok tidak mau jalan, padahal dandanan sudah maksimal. Hasilnya ya turun pentas dan dipangku ibunya, ada juga yang mau naik panggung kalo ditemani ibunya. Hasilnya si ibu yang berjalan di pentas sambil menggandeng atau bahkan menggendong anaknya.

Beberapa hari lalu tepatnya minggu sore, komunitas ibu-ibu PKK tempat tinggal saya membuat tema Kartini Looks untuk acara arisan bulanan. Dengan berpakaian batik atau kebaya, ber make-up kondangan, duduk di kursi plastik di lapangan tempat biasa kami bermain volley.

Acara dimulai dengan menyanyikan Mars PKK dan pembacaan 10 program pokok PKK dan tentu saja kocokan arisan hehehe, Kami bergantian berlenggak-lenggok di sepanjang paving yang kami hias sederhana dengan balon dan pita merah putih. Banyak tawa menyertai.

Diakhir acara kami berfoto bersama, pemenang busanan terserasi mengenakan mahkota berikut selempang yang kami buat dari kertas manila dan sebuket bunga pinjaman dari tetangga yang memiliki usaha wedding organizer. Penuh canda dan tawa. Hiburan di akhir minggu bagi perempuan-perempuan pejuang keluarga.

Selamat Hari Kartini Perempuan-perempuan Indonesia.

IMG-20190415-WA0005[1]

Entah akan berkarier atau menjadi ibu rumah tangga, seorang wanita wajib berpendidikan tinggi, karena dia akan menjadi ibu. -Dian Sastro-

 

-Ta-

Mystery Blogger Award

Aloha,

Thanks to Donny The travelingpersecond yang sudah kasih Mystery Blogger Award ke aku. Hihihi ini award pertama deh dari sekian tahun wara-wiri merangkai kata. So kebayang kan happy nya. Serasa beneran punya temen di dunia yang luna maya ini.

Cekidot ke jurnal nya Donny ya #langsung sok ikrib 😀 Disini Nih…

https://travelingpersecond.com

Ati-ati betah loh karena dia pinter menguntai kata yang bikin kalian ngiler, baper pengen langsung packing keliling asia. #Ahhayy..

mysteri-blogger-award

Rules for the Mystery Blogger Award :

  1. Put the award image in your post.
  2. List the rules.
  3. Thank whoever nominated you and provide a link to their blog.
  4. Tell your readers 3 things about yourself.
  5. Answer the questions you were asked.
  6. Nominate at least 6-7 bloggers you want to nominate.
  7. Ask your nominees any 5 questions of your choice.

THREE THINGS ABOUT ME :

1- Saya seorang ibu dari anak-anak saya dan istri dari suami saya. Seorang introvert sekaligus ekstrovert. Nah loh emang bisa gitu ya?! haha.

2- Saya suka crafting, seneng banget bikin gelang dan pake gelang. Sedang nabung buat beli ukulele nya Chyntia Lin. Aamiin.

3- Pengen pake banget traveling ke Indonesia Timur.

QUESTIONS GIVEN TO ME :

  1. What do you usually do after work?
    – Karena udah ga ngantor lagi after work aku artikan setelah beberes pekerjaan rumah tangga ya (yang aseliknya ga pernah beres #curhat) aku biasanya blogwalking, baca-baca blog traveling yang kece ato duduk di pojokan bikin gelang hihihi, kalo lagi banyak duwit royal beli buku trus disimpen di rak ntar kalo bokek di baca.
  2. What things do you like when you are traveling alone?
    – wah, since menikah dan lahir anak-anak, auto ga pernah solo traveling ya (duuh pengen). Tapi pastinya aku bakal nikmatin banget, seperti istirahat dari segala atribut sosial sebagai istri, ibu, bendahara RT, sosialita wanna be #eh. Semacam re-charge lah.
  3. If you want to write a book. What will you write about in your last book?
    – Ucapan terima kasih khusus untuk mama saya, Ternyata jadi emak itu beraat kakak. Tanggung jawabnya dunia akhirat dan menentukan arah tujuan bangsa dan negara #yup berat banget 😀
  4. When do you like to write?
    – Mulai suka menulis sejak SD, awalnya di diary yang ada gemboknya itu loh, nulis segala macam aktifitas harian anak gahul awal 90an #uhhuuk. Sempat berhenti, dan mulai lagi sekitar tahun 2007an sampe sekarang.
  5. If you become a tourism minister in your country, what important things will you do?
    – Membuat peraturan setiap keluarga harus punya tabungan khusus untuk pergi liburan, bekerja sama dengan kementrian pendidikan supaya konsep outdoor learning bagi siswa ditambah.
    Propaganda Jalan-jalan harus di gaungkan di seluruh pelosok nusantara. Dari pengalaman saya, pergi traveling manfaatnya bagus sekali untuk anak-anak, mengenalkan mereka mengenal lingkungan sosial dan geografi diluar lingkungan dimana mereka lahir dan tumbuh. Supaya melek akan keanekaragaman. Jalan-jalan juga melatih empati, memperbanyak syukur, menambah kepercayaan diri dan banyak hal positif lain.

MY NOMINEES :

https://zarakhma.wordpress.com/

https://arisnohara.wordpress.com/

https://nafsbintimarhaban.wordpress.com/

https://tuwuhingati.wordpress.com/

https://maisyafarhati.com/

https://rizarastri.wordpress.com/

MY QUESTION TO THE NOMINEES:

  1. Mulai kapan tertarik dan menulis di blog?
  2. Kalau kalian punya waktu ‘me time’ lebih suka ngapain?
  3. Bagaimana pendapat kalian mengenai pertanyaan penting ga sih perempuan itu bisa masak?
  4. Apa kebiasaan orang lain yang ganggu banget pas di tempat umum?
  5. Apa memori indah masa kecil kalian, berkaitan tentang aktifitas sepulang sekolah?

Ditunggu jawabannya yaa Thankies all.

 

-Ta-